Mamah baru

1003 Kata
" papah tuh dari mana aja si? Tadi kan janji pulang cepat. Udah jam berapa ini? Tuh mi kuah nya udah berubah jadi cacing tanah." omel sarah pada papa nya yang baru aja tiba di apartment. Sarah sudah memasak mi kuah kesukaan nya. Selama di singapura sarah sangat merindukan mi kuah ala indonesia. Dan sarah ingin makan mi kuah itu bersama ayah nya. Namun ayah nya yang janji pulang cepat nyata nya ngaret hingga ber jam jam. " maaf sayang, tadi macet di jalan. Ya udah yuk kita makan." Jawab arga dengan alasan macet. " itu emi nya udah berubah jadi anakonda papah. Gak usah di makan. Order makanan lain aja." sarah kesal bukan main dengan papah nya. Mi favourit nya sudah mekar. " udah gak apa apa. Papah laper. Papah mau makan ini aja. " " terserah papah. Nanti kalo sakit perut jangan salahin aku. " " iya bawel. " arga menoel pipi anak nya. " ish. " sarah mencebik tak suka. Setelah mereka selesai makan malam, sarah dan arga duduk di sofa. Arga yang sudah lama tak bertemu sarah merasa rindu pada anak semata wayang nya. Tapi berbeda dengan sarah yang justru masih saja manyun karna arga pulang telat. Arga memandang anak nya dari samping. Arga berfikir untuk mengenal kan raya pada sarah. Tapi arga bingung mau memperkenal kan raya sebagai apa nya? Teman? Tidak mungkin. Anak? Apa sarah mau berbagi? Mengingat selama ini dia adalah anak tunggal. Sarah yang sadar tengah di tatap dari samping oleh papah nya pun akhir nya angkat bicara. " papah ada apa? Ngomong aja gak usah di tahan tahan." ucap sarah tanpa menoleh. Raka tersenyum mendengar ucapan anak nya. " malah senyum senyum." sarah melirik papah nya yang masih tersenyum. " kalo papah mau ngomongin soal mamah baru buat aku, boleh aja pah. Asal calon mamah baru aku harus sayang sama papah." ucap sarah tiba tiba. " kenapa kamu tiba tiba bahas mamah baru sayang? " arga terkejut dengan ucaoan sarah yang tiba tiba saja membahas mamah baru. " terus papah diam aja dari tadi ngeliatin aku kayak gitu emang ada apa? Kalo bukan papah mau bahas mamah baru buat aku?. Aku gak apa apa kalo papah mau nikah lagi. Asal orang itu benar benar sayang sama papah. Aku udah gede sekarang pah. Aku bisa ngerti keadaan papah yang hidup tanpa pendamping selama ini. Aku bisa jaga diri aku sendiri pah. Papah juga harus cari ke bahagia an papah sendiri. " Arga terdiam. Arga tak menyangka anak gadis nya kini sudah bisa berfikir dewasa. Namun arga selama ini hanya fokus bekerja dan membahagia kan sarah. Tidaka ada perempuan yang benar benar dekat dengan nya selama ini. Kecuali... Raya. Raya gadis seumuran dengan anak nya yang sudah berhasil meroboh kan dinding yang membatasi arga dengan perempuan. Arga tidak pernah melakukan kontak fisik dengan perempuan mana pun setelah kematian istri nya. Namun raya, gadis muda yang tiba tiba membangkit kan hasrat yang selama ini arga pendam. " apa kamu bisa menerima orang baru di antara kita? Apa kau yakin menyuruh papah untuk mencari mamah baru untuk mu?" " ya. Aku yakin pah. Papah semakin tua. Dan aku semakin dewasa. Ini waktu nya papah buat dapetin kebahagiaan papah. Apa papa sudah ada calon pengganti mamah? " Arga diam. Dia tidak tau apa yang dia rasakan pada raya, gadis yang seumuran anak nya. Dan arga tak yakin raya punya perasaan lain pada nya? Lebih baik arga memastikan perasaan nya pada raya lebih dulu. Tidak boleh gegabah untuk mengambil ke putusan. " belum tau sayang. Papah belum tau. Tidur lah ini sudah malam. Besok kau harus ke sekolah untuk mengambil ijazah mu bukan?" Pembicaraan mereka selesai dan mereka bergegas masuk ke kamar masing masing. *** Pagi hari di sekolah. Semua murid sudah cantik dan tampan dengan kebaya dan jas yang terlihat berbeda dari hari hari biasa nya saat mereka masih sekolah. " ini anak kemana si?" sarah celingak celinguk mencari keberadaan teman nya. " kamu cari siapa sayang?" tanya arga yang datang ke sekolahan anak nya. Arga pun ikut celingukan ke sana ke mari mengikuti arah pandang anak nya. " temen sarah pah. Gak tau dia di mana. " " mungkin belum dateng sayang. Udah yuk masuk ke dalam. Itu acara nya hamoir d mulai. " Semua murid dan orang tua murid duduk di kursi masing masing. Sedang kan raya memilih duduk di kursi paling pojok guna menghindari tatapan orang orang yang mungkin akan menatap nya iba. Raya datang seorang diri. Memakai kebaya sederhana dan tanpa polesan make up seperti anak anak lain. Satu per satu murid datang ke hadapan guru untuk menerima ijazah nya. Giliran sarah yang maju ke depan dengan kebaya warna marun yang terlihat sangat kontras dengan kulit putih nya. Sarah tersenyum bahagia dan tepukan tangan dari para siswa yang melihat kecantikan sarah pun nampak antusias. Arga pun tersenyum bangga melihat anak nya. " varaya khairunisa" panggil sang guru menggunakn mic. Giliran raya yang menerima ijazah. Raya berjalan menunduk. Suasana nampak sepi. Raya berjalan ke depan dengan kebaya warna coklat s**u yang nampak sangat sederhana. Hanya terdengar tepukan tangan dari para guru dan sarah tentu nya. Raya nampak biasa saja saat raya menghap ke arah para siswa dan orang tua siswa. Namun tidak dengan arga yang nampak terkejut melihat raya yang ternyata satu sekolah dengan anak nya. Raya menyalami semua guru. " semangat raya." ucap salah satu guru yang kini tengah memeluk nya erat sembari mengelus punggung raya. " makasih bu." ucap raya berbisik karna tak bisa menahan haru. Raya kembali ke tempat duduk nya. Tapi hanya sebentar. Setelah itu raya bergegas pergi meninggal kan sekolah nya. Raya tidak bisa tetap di sana. Jika raya tetap di sekolah itu akan terlihat sangat menyedih kan. Karna setelah ini adalah acara foto foto dengan keluarga masing masing. Sedang kan raya hanya datang seorang diri ke sana. Raya bergegas pulang ke apartment arga. Raya sudah menerima ijazah nya. Waktu nya bersiap untuk menyiap kan berkas berkas untuk mencari pekerjaan. " aku harus cepet cari kerja." gumam raya di dalam angkot.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN