Alvito melempar gusar proposal yang tengah di bacanya, "Bisa tidak mereka bikin event?!" "I-itu dari EO besar, Pak," sahut staf event dengan gemetar. "Lebih baik suruh mereka gulung tikar daripada membuat acara murahan seperti itu. Buang-buang duit. Mana Bram?" Staf event yang tadi disemprot Alvito berlari keluar memanggil atasannya. "Kenapa, Bang?" tanya Bram tergopoh. Hanya orang-orang lama yang masih bertahan memanggil Alvito dengan sebutan abang. "Apa tidak ada kegiatan yang lebih kreatif lagi?" "Hari ini akan ada tiga proposal dari EO lain bang. EO langganan kita ...." Bram melirik proposal yang tergeletak naas di lantai itu. "Ya begitulah, bang." "Cepat urus masalah ini. "Siap, Bang." Bram memungut proposal itu dan mengajak bawahannya keluar ruangan Alvito. Alvito keluar rua

