Bibir yang lembut dan basah menyentuh bibirnya, tercium aroma strawberry dan mawar berpadu lembut. "Bang Alv." Suara lembut manja itu membuatnya tersenyum. Tawa ceria memenuhi telinganya. "Cepet...cepetan...Mischa di sini." Mischa berlari-lari riang, rok dan rambutnya melambai. Dipeluknya pinggang Mischa yang ramping. "Aw!" Suara jeritan khas terpekik. Tangan lembut juga halus melingkar di lehernya. "Kemana sih sayang?" Dia bertanya. "Sini. Cepetan, Mischa tunggu. Mischa mau abang." Suara itu mendesah lirih. Mischa berlari kemudian menghilang, dia mengejarnya. Langkahnya terhenti saat mendengar tawa riang berubah menjadi isakan. Suara tersedu terdengar. Mischa menatapnya dengan mata yang basah. "Hati Mischa sakit." "Mischa!" Alvito terbangun. Diraihnya remot AC dan dimatikan. M

