Alvito menatap lekat dan awas ke arah Mischa, bergerak mengikuti pergerakan Mischa. Tidak akan lepas dari pandangannya. Deni menemani Alvito duduk di bawah tenda. Setelah kehebohan tadi, Alvito semakin membuat sensasi dengan duduk di sana, tidak jadi pulang. Terang-terangan mengawasi Mischa seperti elang mengintai mangsa. Mischa kembali sibuk bekerja mengurusi acara, dan acara baru selesai sampai malam. Sial. Lihat saja nanti tidak akan dia biarkan Mischa sampai kelelahan seperti itu, keluh Alvito. Soal anak, Mischa masih bungkam. Pelan-pelan dan sabar Alvito, yang penting kamu telah menemukan Mischa. "Den." "Ya, Bang?". "Segera kirim orang untuk mengawasi Mischa 24 jam." "Oke." "Kenapa selama ini kita tidak menemukan dia ya?" Alvito sangat kesal. Tidak terpikirkan kalau Mischa ba

