Part 19

1312 Kata

Setelah kedatangan Olive kemarin, Mischa tampak sedikit lebih cerah. Bagus juga mungkin pikir Alvito. Alvito sudah tidak konsentrasi bekerja, di kantor kerjanya hanya memikirkan Mischa. Rumah itu sepi, bibi Teti sibuk di dapur. Sementara papa dan mamanya pergi. Alvito memandangi puas-puas tubuh Mischa yang berbaring di atas ranjangnya, membuat semalam Alvito harus tidur di lantai. Bisa saja dia tidur di atas bersama Mischa, tapi papanya mengancam. Sebenarnya kamar Mischa juga sudah dibereskan, Alvito memaksa Mischa tetap di kamarnya. Alvito melirik perut Mischa yang masih rata sambil menelan ludah. Seperti Mischa semakin cantik dan merangsang, baju tidur tipisnya jatuh membuat lekukan tubuhnya tampak nyata. Wangi bunga mawar dan strawberry segar berpadu menguar dari tubuhnya. "Bang Alv

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN