Memoriam XXX: Menginginkan Hal Sama

1809 Kata

Tahta langsung bergegas keluar dari warung, berlari ke depan untuk menyambut kedatangan Haidar. Sementara Adara tersenyum dari dal warung, sebab ia masih menggoreng telur gulung yang dipesan oleh Arsyi. Adara melirik Arsyi sekilas. Tampangnya tampak kesal, sebab Tahta yang sejak tadi ia tunggu, baru saja sebentar mendengar ocehannya, eh sekarang sudah pergi lagi. Adara kemudian fokus melanjutkan menggoreng. Sementara Tahta menggendong Haidar masuk ke rumah. Mampir ke warung sebentar untuk menyapa ibunya. "Assalamualaikum, Bunda. Tadi aku ngaji dapat nilai L. Besok aku lanjut ke jilid 2." Haidar langsung laporan tentang prestasi yang ia raih di sekolah diniyah tadi. Kebiasaan yang dilakukan di sekolah diniyah tempat Haidar menempuh ilmu, adalah antre membaca iqro bagi anak-anak. Dan jug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN