Seseorang dengan mata indah Menitipkan asa pada malam Berharap lilin menyala tanpa meleleh Dan temaram cahaya lampu bersinar walau setitik Hatinya tengah gelap memikat sepi Namun, kekecewaan mesti kembali ditelan Asa itu kembali remuk untuk kesekian kali Membuyarkan semangat yang sempat merekah * 'Akkkh ... sa-sakiit ....' lirih Yasmin. Pukulan di pelipis serta bagian tubuhnya memang sakit, tapi ada yang lebih sakit lagi, yaitu hati. Ini akibat ulah Yasmin yang membuang semua obat tidur, dan obat asing lainnya, beserta beberapa rokok elektrik yang menumpuk di laci nakas. Ia sudah lelah, dengan kebiasaan Dameer yang benar-benar ketergantungan dengan itu semua. Tindakannya berujung murka. Yasmin, ditampar dan dipukul berkali-kali di area wajah dan tubuh. “Sialan kamu! Ngapain bu

