“Tempo hari, pak Dava jujur tentang perasaannya padaku.” Mata Cici membola. “Serius? Pernyataan cinta maksudmu?” Yasmin mengangguk dan memasang wajah sendu. “Maasyaa Allah, uwwu banget ini ... so sweet ....” Cici menjawil pipinya sendiri. “So sweet apanya? Aku perempuan bersuami.” “Hilih! Cowok kayak Dameer kamu anggap suami. Udah kubilang buang aja jauh-jauh!” Yasmin tersenyum getir. Masih ingat akan ucapan Dameer kalau lelaki itu menyesal telah menikahinya, tapi sejurus kemudian ia ingat tatapan sedih Dameer padanya. ‘Aku merasa Dameer menyembunyikan sesuatu dariku, tapi apa ya,' batin Yasmin. “Ya. Soal Dameer, pasti suatu saat aku akan melakukan tindakan, gak mungkin begini terus.” “Alhamdulillah, aku akan selalu dukung apa pun yang kamu lakukan!” ujar Cici dengan suara cukup k

