TERSANDUNG

1218 Kata

Dava dan Iwan turun ke lantai bawah, menuju mini bar. Obrolan kecil mewarnai langkah mereka, lalu Dava mengambil cangkir hendak membuatkan kopi untuk sahabatnya itu. Tapi, matanya tertuju pada seseorang yang sibuk menata roti, hatinya terasa teriris entah kenapa. Iwan mencebik melihat sikap sahabatnya. “Dih! Lihat cewek geulis segitunya. Jaga mata cuy, kata ustadz itu haram, zina mata!” ujar Iwan sambil terkekeh. Terdengar menyebalkan di telinga Dava. “Sambil nunggu lo selesai bikin kopi, gue ke cewek yang lo lirik tadi, siapa tau ada roti yang disuka,” ucap Iwan santai. Mata Dava membulat saat tahu Iwan hendak mendekati Yasmin. “Eh, eh. Yaaah ....!” Dava tidak dapat mencegah Iwan yang langkahnya lebih cepat. Ia hanya bisa menatap lelaki itu mendekati Yasmin. **** “Teteh cantik!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN