‘Apa? Ini gak mungkin!' batin Dameer. Ia seolah tak percaya apa yang dia lihat, saat sibuk mencari pulpen di nakas kamar Yasmin. Semenjak mereka pisah kamar, ia memang tidak pernah memasuki kamar Yasmin. Lelaki itu gemetar, saat memegang lembar kertas yang ternyata surat gugatan cerai yang dibuat Yasmin. Namun, surat itu belum terisi sepenuhnya oleh istrinya itu. 'Yasmin. Dari sikapmu yang berubah, diam-diam telah merencanakan ini semua. Jadi, kamu mau meninggalkanku disaat terpuruk rupanya? Kupikir, kamu baik dan setia, ternyata sama aja sama seperti cewek lainnya. Nggak! aku gak akan tinggal diam! Lihat saja apa yang akan kulakukan padamu,' batin Dameer. Rahangnya mengeras menahan amarah. Sejurus kemudian, ia meremat kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah. Dengan langkah cepat,

