Gracia memutar bola matanya ke atas. "Saya tidak punya kewajiban untuk mematuhi perintah Anda, Tuan," jawabnya ketus. Edward memicingkan mata. Lantas semakin mendekatkan tubuh Gracia. Hingga punggung perempuan itu dapat merasakan kerasnya d**a bidang milik Edward. "Apa yang membuatmu jadi bandel seperti ini, hah? Biasanya kau menurut padaku, Gra," tanya Edward agak kesal. Jujur, pangeran merindukan Gracia yang dulu. Sangat patuh dan tidak pernah membantah. Itu sangat menyenangkan bagi Edward karena dia dapat melakukan apa pun pada perempuan itu. "Saya hanya sedang bad mood, Tuan," balas Gracia asal. Edward percaya begitu saja. Lelaki itu lantas kembali bertanya, "Apa yang dapat mengembalikan moodmu? Aku kurang suka melihat ada orang yang bandel seperti dirimu." Gracia jadi sebal. Edw

