"Untuk apa Dokter bawa saya ke sini? Saya sudah tidak mau bunga." "Sudah saya bilang, kalau ketemu sama dia, harus ada saya di dekat kamu. Kenapa pagi-pagi kamu berangkat duluan? Mana enggak pamit lagi. Kita itu masih tinggal di rumah orang tua. Tidak sopan jika pergi tanpa pamit. Mereka bertanya di mana kamu, sementara saya harus jawab apa? Saya juga tidak tau kamu habis ngapain aja sama Rayyan tadi." "Maaf, Dok. Saya mau kembali ke rumah sakit." Tama mencegah tangan Nafisah. Lalu menarik satu tangkai mawar merah untuknya. Penjaga toko itu ikut terharu dan sempat mengabadikan momen romantis Tama yang terlihat tengah berjuang demi memenangkan hati gadis itu. "Mbak, terima dong. Mas-nya tulus banget tuh kayaknya." Tak lama penjaga lain di dalam toko pun ikut keluar melihat Tama dan Na

