Bab 40

1709 Kata
Keesokan harinya seperti biasanya Kayla saat ini masih tertidur pulas di kamarnya padahal jam sudah menunjukkan pukul 6.30 wib tapi Kayla belum bangun-bangun suka hal itu membuat bundanya pun harus membangunkan dia tapi entah kenapa apa pintu kamar Kayla kali ini terkunci dari dalam hal itu membuat anda menjadi kesulitan untuk membangunkan Kayla karena kayla tidak akan bangun kalau hanya dibangunkan dari luar soalnya kayla itu tipe orang yang susah untuk dibangunin dan sekali tidur pasti nyenyak sekali. "Adik ayo bangun udah jam segini! kamu mau pergi sekolah nggak sih? kebiasaan deh kalau mau ke sekolah selalu susah dibangunin kayak gini! Mana pintunya pakai dikunci sekali lagi kalau gini kan bunda sulit masuk ke dalam," tutur bunda sembari berusaha membuka pintu kamar Kayla namun tidak membuahkan hasil. "Dek ayo bangun dong kamu itu sebenarnya mau berangkat sekolah enggak sih kok susah banget dibangunin jadi kebiasaan deh pasti semalam kamu begadang kan?" Ucap bunda sembari mengetuk pintu kamar Kayla berharap Kayla mendengar nya, ya walaupun itu cuman sia-sia sih. Dan tak lama kemudian tiba-tiba ayah pun datang menghampiri bunda karena tadi ayah mendengar istrinya itu pagi-pagi teriak. "Ada apaan sih Bun? masih pagi juga kok udah berisik aja, telinga ayah jadi sakit nih mendengar bunda teriak dari tadi mana kenceng banget lagi!" Tutur ayah sembari memegang telinga nya. "Ini loh ya Kayla dari tadi susah dibangunin mana sekarang udah jam 06.30 wib lagi kalau dia nggak segera bangun nanti yang ada dia malah terlambat ke sekolah nya dia kan belum mandi dan siap-siap juga," balas bunda. "Oh gitu tapi enggak usah teriak juga kan Bun! tadi ayah kira kalau ada apa ternyata bunda lagi bangunin Kayla toh, kalau semisal bangunin ya nggak pakai acara teriak bisa nggak sih Bun, soalnya telinganya ayah sudah sakit mendengar bunda teriak-teriak mana-mana sih pagi lagi," ujar ayah. "Ayah mah gak pernah ngerasain bunda coba sekarang ayah yang bangunin Kayla pasti juga enggak kan bisa kalau nggak pakai teriak!, Bunda teriak aja Kayla masih belum bangun apalagi kalau bunda bangunin dia secara halus bisa-bisa dia malah semakin terlelap dalam tidurnya," tegas bunda. "Masa sih Bun?" Tanya ayah meragukan ucapan bunda. "Ayah mah enggak percayaan sama bunda kalau semisal ayah nggak percaya coba silakan ayah bangunin Kayla kalau semisal dia bangun berarti ayah hebat," balas bunda. "Oke coba ayah bangunin dia, adik ayo bangun udah jam 6.30 loh kamu mau berangkat ke sekolah nggak nanti terlambat loh kalau adik belum bangun juga," seru ayah lembut sembari mengetuk pintu kamar Kayla namun tidak ada tanda-tanda kalau semisal Kayla udah bangun. "Gimana yah? Apa dia bangun? Ayah sih dibilangin kok ngeyel orang kaya itu paling susah kalau dibangunin kayak gini bunda aja kayaknya belum pasti bangun ditambah ayah yang bangunin nya cuman pakai suara lembut kayak gitu mana bisa kayla mendengarnya," tutur bunda. "Bentar bunda sabar napa! Ayah akan mencoba sekali lagi untuk membangunkan Kayla siapa tahu dia tadi itu udah bangun tapi nyawanya belum terkumpul semua makanya dia enggak membalas ucapan dari ayah," seru ayah. "Ya udah silakan kalau semisal ayah masih tetap ingin berusaha membangunkan Ayla tapi bunda rasa Kela tidak akan bangun kalau ayah membangunkan dia dengan cara seperti tadi," jelas bunda. "Oke bentar tungguin ya! Adik ayo bangun udah jam segini loh kamu mau berangkat ke sekolah nggak nanti kalau semisal kamu telat gimana kamu kan harus siap-siap mandi sarapan juga kan nanti waktunya enggak cukup loh untuk kamu siap-siap," tutur ayah sembari mengetuk pintu kamar Kayla namun masih sama dengan tadi tidak ada tanda-tanda Kayla bangun. "Apakah Kayla udah bangun yah? belum kan? ayah mah gitu dibilangin gak percaya sama bunda orang Kayla itu susah dibangunin kok ayah bangunnya magrib cara yang halus mana bisa dia terbangun," ujar bunda. "Sukanya ayah nggak percaya sama bunda tapi kan tadi ayah cuman mau mencoba saja untuk membangunkan kayaknya dengan cara yang lebih lembut lagi dan ayah kira kalau semisal itu bakal berhasil tapi ternyata tidak kayla masih tertidur," balas ayah. "Orang bunda udah setiap hari bangunin dia makanya bunda tahu gimana cara bangunin dia supaya dia itu cepat bangun," ucap bunda. "Emang caranya gimana Bun biar Kayla itu bangun?" Tanya ayah. "Biasanya sih bunda selalu masuk ke dalam lalu menyibakkan gorden kamar Kayla setelah itu bunda menarik selimut dan membangunkan baru Kayla mau bangun tapi kali ini entah kenapa pintu Kayla ternyata dikunci dari dalam alhasil bunda nggak bisa masuk ke dalam," jelas bunda. "Lah kan namanya Kayla ada kunci cadangannya kenapa bunda enggak pakai kunci cadangannya untuk membuka pintunya biar bunda bisa masuk ke dalam dan nggak usah pakai teriak-teriak seperti tadi," tutur ayah. "Iya memang sih bunda tahu kalau semisal pintu kamarnya kayaknya ada kunci cadangan ya tapi tadi sebelum ke sini bunda udah mencari kuncinya untuk jaga-jaga tapi nggak nemu-nemu," jelas bunda. "Masa sih Bun biasanya kan ada di laci sebelah situ," seru ayah. "Iya bunda juga tahu tapi tadi bunda coba cek nggak ada ayah mah nggak percayaan sama bunda dibilangin juga masih suka ngeyel," ujar bunda merasa kesal karena suami itu selalu gak percaya sama dirinya. "Bukan begitu bunda tapi kan kunci cadangan biasanya juga diletakkan di situ masak tiba-tiba enggak ada terus siapa dong yang ngambil," balas ayah. "Ya bunda nggak tahulah yah! kalaupun bunda tahu pasti bunda bilangin orang itu dan bunda ambil kuncinya," jelas bunda. "Terus gimana dong? Bentar bunda bukannya kunci pintu kamar Kayla itu sama dengan kunci kamar kita ya?" Ujar ayah yang baru saja teringat jika kunci kamar dan Kayla itu sama. "Oh iya bener tuh yah, sana coba ayah ambil kunci kamar kita lalu kita buka pintunya siapa tahu bisa," seru bunda. "Ya udah bentar kalau begitu ayah ambil dulu ya," jelas ayah setelah itu dia pun bergegas menuju ke kamarnya untuk mengambil kunci kamarnya, sementara bunda menunggu di depan pintu kamar Kayla sembari berusaha terus membangunkan Kayla. Dan setelah beberapa menit akhirnya ayah pun kembali dengan membawa kunci kamar mereka telah itu ayah mencoba untuk membukanya dan beruntungnya ternyata bisa. "Udah bisa kebuka Bun," ujar ayah. "Syukurlah kalau gitu ya udah baiknya kita segera masuk ke kamarnya Kayla ini udah jam 06.40 wib lebih nanti takutnya kayla jadi terlambat," seru bunda. Lalu akhirnya keduanya pun masuk ke dalam kamarnya Kayla kali ini bunda langsung menuju ke jendela kamarnya Kayla untuk membuka gordennya sementara ayah mencoba untuk membangunkan Kayla. "Dek bangun dek udah jam 6.40 wib kamu mau berangkat ke sekolah nggak sih kok jam segini masih tidur pulas aja," tutur ayah sembari membangunkan Kayla tapi kalau masih belum ada respon sama sekali. "Bunda Kayla udah ayah coba bangunkan dia tapi dia masih terlelap dalam tidurnya dan belum bangun juga gimana ini?" Ujar ayah bingung harus membangunkannya bagaimana lagi karena biasanya dirinya nggak pernah membangunkan Putri kecilnya itu dan ini biasanya sudah menjadi urusan istrinya. "Ya udah ya bunda aja yang bangunin dia yah," balas bunda lalu mendekat ke ranjang Kayla lalu dia pun membangunkan Kayla namun sebelum itu bunda terlebih dahulu menarik selimut Kayla. "Adek ayo bangun udah jam berapa ini kamu mau sekolah nggak sih kebiasaan deh kamu itu kalau mau sekolah harus dibangunin kayak gini kamu itu gadis remaja loh bukan anak-anak lagi tapi bangun tidur aja masih dibangunin," tegas bunda dengan suara sedikit lebih tinggi hal itu membuat ayah menutup kupingnya takut kalau gendang telinganya menjadi pecah akibat mendengar ucapan dari istrinya itu. "Dek kamu bisa bangun gak sih! apa bunda siram kamu pakai air lagi? kenapa sih kamu itu susah sekali untuk dibangunin padahal kan sekolah itu juga demi kebutuhan kamu kalau semisal kamu sukses kamu juga kan yang menikmati bukan bunda maupun ayah!" Ucap bunda lalu dia pun mencoba menarik tangan kela kela akhirnya tidurnya menjadi terusik dan dia pun terbangun. "Bunda apaan sih masih pagi juga! Kebiasaan deh suka teriak nggak jelas, kayla kan masih ngantuk," tutur Kayla dengan mata masih terpejam. "Pagi apaan coba kamu buka mata kamu itu udah lihat jam sekarang udah jam berapa ini udah siang sayang ayo bangun cepetan mandi dan siap-siap kamu kan harus pergi ke sekolah nanti terlambat loh," jelas bunda. "Bentar lagi pun kalau masih ngantuk sekali 5 menit aja deh," ujar Kayla. "Nggak ada 5 menit 5 menitan pokoknya bunda minta sama kamu sekarang kamu harus bangun dan mandi setelah itu siap-siap lalu sarapan kamu harus pergi sekolah kalau kamu masih nanti nanti yang ada nanti kamu malah tergesa-gesa karena waktunya yang mepet," seru bunda. "Iya betul dek sekarang udah jam berapa coba kamu lihat ini udah siang lho! Kamu mau ke sekolah tidak sih? kok kamu dibangunin susah sekali," jelas ayah. Dan Kayla pun sedikit terkejut lalu dia membuka matanya pasalnya biasanya bendanya itu kalau membangunkan dirinya hanya sendirian tapi kenapa tiba-tiba sekarang ada ayahnya di kamar dia bisa-bisa nanti dia kena marah kalau dia bangun kesiangan seperti ini. "Hah ayah? Kok ada disini sih?" Tanya Kayla terkejut. "Iya ini ayah tadi ayah ke sini untuk membantu bunda membangunkan kamu soalnya bunda tadi kesulitan makanya ayah bantu tapi ternyata ayah juga nggak bisa membangunkan kamu karena kamu terlalu nyenyak tidurnya," balas ayah. "Oh gitu ya yah? Maafin Kayla," ujar Kayla meminta maaf kepada ayahnya karena dia sangat takut sekali kalau semisal ayahnya marah karena dia bangun kesiangan seperti ini. "Ya udah sekarang kamu sebaiknya ke kamar mandi untuk mandi dan siap-siap abis itu turun ke bawah untuk kita sarapan ayah dan bunda akan tunggu kamu di bawah," ucap ayah. "Iya yah baik," balas Kayla. "Giliran ayah yang menyuruh kamu langsung mau tapi kalau bunda yang menyuruh pasti ada aja alasan untuk kamu menolaknya," tutur bunda. "Udahlah Bun jangan dipermasalahkan lagi yang terpenting anaknya udah mau bangun dan mau mandi juga lebih baik sekarang kita ke bawah yuk," ajak ayah. "Iya yah, dan kamu dek setelah ini kamu harus bangun dan mandi jangan tidur lagi nanti kamu malah kesiangan ini udah jam berapa coba lihat jam bunda dan ayah akan tunggu kamu di bawah," tegas bunda setelah itu bunda dan ayah pun keluar dari kamar Kayla. "Astaga kok bisa-bisanya ayah sampai ikut bangunin aku, apa aku ini terlalu nyenyak sekali ya tidurnya padahal jarang sekali ayah bangunin aku biasanya cuman bunda kan? Udahlah lebih baik sekarang aku mandi aja nanti kalau aku siangan lagi pasti ayah malah marah sama aku," tutur Kayla setelah itu dia pun lalu beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi untuk mandi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN