Bang Rifal dan Kayla pun lalu menuruni tangga untuk segera bergabung dengan ayah dan bunda nya dimeja makan untuk makan malam. Karena mereka dari tadi sudah menunggu Kayla dan bang rival. Dan kayla yang tadi harus keatas dulu untuk meminta maaf kepada Abang nya dan mengajak nya untuk makan malam jadinya mungkin makan malam nya agak telat. Sebenarnya Ayah dan bunda bisa aja makan malam duluan tapi di keluarga mereka itu sangat menjunjung tinggi rasa menghormati satu sama lain walaupun yang tua kepada yang muda itu sama saja.
"Hai bunda ayah!" sabar Kayla kepada bunda ayahnya.
"Eh anak-anak bunda sini sini dari tadi ayah dan bunda udah nungguin kalian loh dari tadi, ayo kita makan malam bareng-bareng," balas bunda.
"Maafin kita ya Bun kalau kita terlalu lama di atas alhasil bunda sama ayah jadi kelamaan nungguin kita," tutur Kayla.
"Udah nggak papa yang penting kan sekarang kalian udah di sini sebaiknya kalian duduk kita mulai makan malamnya," ujar ayah.
"Iya yah," balas Kayla, lalu Kayla dan yang rival pun duduk di kursi yang biasa mereka tempati.
"Oh iya kalian udah balikan ya?" Goda ayah kepada mereka.
"Balikan kenapa orang kita dari tadi nggak berantem kok dan kita dari tadi baik-baik saja bukan begitu dek? Ayah aja yang terlalu berlebihan" Ucap bang Rifal.
"Iya betul itu bang kita nggak kenapa-napa kok ya Dan kita baik-baik saja," seru Kayla.
"Iya in aja deh, biar kalian pada seneng," ujar ayah tertawa.
"Ayah apaan sih gak jelas eh," seru bang Rifal.
"Oh iya bang katanya Abang mau cari kost di dekat kampus ya tadi ayah dengar dari bunda?" Tutur ayah menanyakan hal itu kepada rival.
"Belum tahu juga yah kan baru rencana, belum fiks juga kok," balas bang rival.
"Hah? Abang mau cari kos bukannya tadi Abang bilang sama aku kalau semisal Abang akan tetap tinggal di sini tapi kenapa Abang malah mau cari kos berarti Abang tadi bohongin aku ya?" Tukas Kayla.
"Bukan begitu dek abang itu mau mencari kos karena kan akhir-akhir ini kegiatan Abang itu banyak sekali dan kalaupun harus pulang ke rumah itu kan jaraknya juga lumayan jauh dan Abang pasti capek makanya bunda kemarin juga menyarankan Abang untuk mencari kost dekat sana biar kalau semisal Abang ada kegiatan atau lembur abang pulangnya dekat dan biar tidak kecapean," jelas bang Rifal.
"Iya betul itu dik bunda merasa kasihan sama Abang kalau setiap hari dia harus pulang kemalaman pasti dia juga capek makanya bunda menyarankan kepada Abang untuk mencari kost yang ada di dekat sana biar kalau semisal mau pulang abang lebih dekat kalo abang harus pulang ke rumah pasti jaraknya juga lumayan," tutur bunda.
"Tapi Bun, gak gitu juga lah kalau semisal Abang nanti yang ada rumah ini jadi sepi dan adik pasti enggak ada temannya," ucap Kayla tak terima.
"Nggak papa kan dek ini kan demi kebaikan Abang juga masa kamu tega melihat Abang harus kecapean setiap hari karena pulangnya selalu kemalaman tuh kalau semisal apa di rumah pasti juga selalu bertengkar dengan kamu kan dan kalian pasti nggak akan pernah akur," jelas bunda.
"Betul itu dek apa yang dikatakan bunda bunda bilang begitu karena bunda juga peduli dengan kondisi abang kasihan dia kalau harus pulang malam terus apalagi akhir-akhir ini Abang kan tugasnya juga banyak dan sering lembur di kampusnya tuh kamu kan di sini juga ada ayah sama bunda," seru ayah.
"Iya dek tahu tapi ya walaupun adik sama abang selalu berantem tapi adek nggak mau kalau semisal harus jauh-jauh dari abang adek tahu kalau semisal Abang itu suka ngeselin dan jahilin adek tapi pasti sepi rumah ini nanti yang ada adik kayak anak tunggal aja apalagi rumah ini kan lumayan besar juga kan," balas kayla.
"Aduh adek ku sampai segitunya kamu enggak mau kehilangan abang jadi terharu Abang mendengarnya andaikan kamu itu setiap hari kayak gini pasti Abang akan selalu sabar sama kamu," tutur bang Rifal.
"Emang aku gimana bang? orang aku biasanya juga kayak gini kan," seru Kayla.
"Ya nggak sih biasanya kan kamu suka teriak-teriak nggak jelas marah-marah enggak jelas kalau bad mood pasti semua orang kena!" Tegas bang Rifal.
"Emang iya? Jangan ngaco deh bang, aku gak seperti itu! Ih Suka mengada-ada Abang ini!" Tutur kayla.
"Dibilangin kok nggak percaya kalau kamu masih enggak percaya tanya aja sama ayah dan bunda kalau perlu tanya sama pipi pasti mereka semua sependapat sama abang kan memang begitu faktanya kalau semisal kamu lagi marah suka nggak jelas dan semua orang pasti kena imbasnya dan kalau kamu mau putus sesuatu bukannya ngambil sendiri tapi malah teriak-teriak nggak jelas alhasil semua orang pada heboh," tegas bang Rifal jahil.
"Apaan sih bang, nggak ya emang iya bun? Nggak kan! pasti abang bohong kan Bun!" Seru kayla.
"Dibilangin kok ngeyel sih kamu dek orangnya memang begitu faktanya kok tuh kalau semisal bunda jawabnya bukan begitu pasti karena bunda itu masih kasihan sama kamu dan dia miliki kamu makanya dia bicara seperti yang kamu harapkan itu padahal kenyataannya mah yang bener Abang," jelas bang Rifal.
"Abang udah lah jangan ngeselin adik lagian baru tadi bunda bilang kalau semisal kalian setiap hari berantem eh berantem aja, kalau tinggi lebih baik abang jadi apa saja biar bunda sama ayah nggak dengerin kalian berantem kayak gini terus nanti yang ada ayah dan bunda jadi pusing dan darah nya naik," tegas bunda.
"Bunda kok gitu sih," seru Kayla tak terima.
"Makanya kamu itu jangan berantem terus sama Abang kalau kalian berantem terus bunda sama ayah akan sepakat untuk menyuruh Abang ngekos aja selain biar apa enggak kecapean karena harus pulang malam terus dan karena biar kalian itu nggak berantem terus kayak gini nanti pasti abis berantem salah satu dari kalian ada yang merajuk, Dan kamu itu aneh kok dek kalau misal Abang di rumah pasti kamu berantem terus sama abang karena abang suka jahilin kamu dan kamu nggak terima tapi kalau semisal Abang pergi dari rumah kamu juga nggak terima sebenarnya mau kamu itu apa dek" ucap bunda.
"Iya memang benar kalau enggak suka kalau abang itu suka jahilin aku, tapi aku juga nggak mau kalau semisal Abang harus ngekos nanti nggak ada lagi yang bisa diajak bercanda dan gak ada yang aku jadikan aku pelampiasan ketika aku sedang badmood," seru kayla.
"Terus mau adek gimana? Ayah mau tanya?" Tutur ayah yang bingung dengan sikap Putri nya itu.
"Adek gak mau kalau Abang harus ngekos dan jauh dari aku, karna aku juga gak mau kalau Abang nanti jadi jarang ada dirumah ini, tapi aku juga gak suka kalau nanti Abang jahilin aku," tegas Kayla.
"Ya udah gini aja Abang nggak jadi ngekos di luar sana tapi adik sama Abang harus berjanji untuk tidak saling berantem dan untuk Abang jangan pernah buat adiknya kesal apalagi sampai menangis karena seorang laki-laki itu harus bisa menjaga wanita bukan malah membuatnya menjadi sakit hati ataupun terluka karena kamu lahir dari rahim seorang perempuan, sayangi dia kamu menyayangi bunda," seru ayah.
"Gimana Abang mau nggak? apa Abang tetap mau ngekos? Bunda sih gak maksa Abang semua keputusan ditangan Abang," Tanya bunda.
"Kalau soal itu apa nggak bisa putus kan sekarang pun mungkin Abang akan memikirkan itu lain waktu soalnya kalau saat ini Abang nggak bisa ambil keputusan," balas bang Rifal.
"Pokoknya kalau abang tetap ingin ke kost aku akan marah sama Abang dan gak mau bicara lagi sama abang!" Tegas Kayla mengancam, karena mungkin dengan itu apanya akan luluh yang Kayla bisa lakukan hanya dengan itu.
"Kok gitu sih dek, Jangan egois gitu Napa! kan ini juga demi kebaikan Abang, lagian kan Abang juga pasti akan pulang ke rumah kalau abang libur jadi kamu nggak usah khawatir kalau semisal Abang nggak pulang ke sini," tutur bang Rifal.
"Biarlah siapa suruh Abang pake acara mau ngekos segala! Toh Abang tadi juga udah bilang sama aku kan kalau semisal Abang gak jadi ngekost kenapa sekarang berbeda," Ujar Kayla.
"Udah-udah daripada kalian nanti berantem lagi sebaiknya kita makan aja dulu tuh dari tadi kita cuman bicara terus kan makanannya nanti keburu dingin dan untuk abang oke enggak papa ayah akan beri waktu kepada Abang untuk berpikir lagi dan untuk adik jangan menjadi penghalang abang kasihan dia adik harus memikirkan kondisi Abang juga bukan cuman kondisi adek doang jangan egois, ya walaupun ayah tahu kalau misalnya kamu itu baik mungkin dek tapi di sisi lain kan kondisi Abang mengharuskan untuk ngekos karena kan Abang juga pasti capek kalau harus bolak-balik ke rumah jaraknya juga lumayan jauh kan ayah harap adek mengerti," tegas ayah.
"Baik yah, Abang akan putuskan besok mungkin Abang akan memberitahu ayah dan bunda besok," balas bang rival namun Kayla sedikit bersedih dan kecewa setelah mendengar perkataan ayahnya itu kenapa sih abangnya tiba-tiba tetap mau makan padahal kan dirinya tadi udah berjanji pada dia untuk tetap berada di rumah ini tapi kenapa sekarang berbeda.
"Pokoknya apa nggak boleh ngekos aku harus cari cara agar abang tetap tinggal di sini ya walaupun sebenarnya aku suka berantem sama abang tapi bajunya kalau semisal Abang datang kau semua ini akan menjadi sepi," batin kayla itu dia memutuskan untuk makan malam dari padat kena marah ayahnya.