Bab 38

1374 Kata
Kayla saat ini sudah sampai di depa pintu kamar abangnya dirinya hanya tinggal masuk saja namun Kayla jadi ragu-ragu karena kalau abang nya udah marah kayak gini dia sangat takut sekali. Bukan karena apa, tapi Abang nya ini tipe orang yang jarang sekali marah! Kalaupun dia marah berarti dia udah sangat emosi. "Aduh aku masuk ke dalam enggak ya? Aku takut kalau Abang emang marah beneran sama aku! Soalnya waktu pulang tadi Abang juga cuman diam dan gak bicara sama sekali," Seru Kayla bingung. "Kalau aku masuk aku takut kalau Abang nanti marahin aku tapi kalau aku gak masuk kedalam dan gak meminta maaf aku takut kalau Abang nanti malah jadi diemin aku," ucap Kayla lagi. "Udahlah lebih baik aku masuk aja dari pada Abang nanti malah merajuk terus sama aku, kalaupun Abang nanti marah sama aku biarlah kan disini aku juga salah," seru Kayla lalu dia pun memutuskan untuk maksud ke dalam kamar namun sebelum itu Kayla tak lupa mengetuk pintu kamar Abang nya itu terlebih dahulu karna dia udah didik sama ayah bunda nya tentang sopan santun. "Tok tok tok Abang,bolehkah aku masuk kedalam?" seru Kayla mengetuk pintu kamar setelah itu dia pun masuk ke dalam dan Abang nya itu ternyata tengah rebahan di kasur nya sembari bermain ponsel nya. "Aku boleh masuk kan bang?" Tanya Kayla memastikan lagi karna takut kalau semisal Abang nya itu gak mau diganggu. "Iyah, ada apa dek kamu kesini? Apa ada sesuatu? Oh bukannya sekarang kamu harus makan malam tadi kamu kok malah kesini sih nanti bunda sama ayah nungguin kamu loh" ucap bang Rifal. "Adek kesini mau minta maaf sama Abang soal tadi, adek khilaf bang adek merasa bersalah sama Abang," jelas Kayla lalu duduk di kasur di samping bang Rifal. "Emang adek kenapa? Perasaan adek gak berbuat salah sama Abang, dan kenapa harus minta maaf?" tutur bang Rifal bersikap seolah-olah tida tau apa-apa. "Ih Abang mah suka begitu deh, adek tau Abang itu sebenarnya marah kan sama adek karna adek udah menghabiskan uang dari ayah dan adek gak memperdulikan Abang padahal kan itu uang untuk berdua tapi adek malah egois," seru Kayla dengan mulut dimajukan ke depan. "Kalau soal itu apa nggak papa kok lagian kan adik memang suka jajan banyak jadi Abang enggak kaget lagi, dan udah biasa juga kan" ucap bang Rifal. "Ih Abang kok gitu sih aku nggak mau kalau abang sampai marah sama aku karena kan aku nggak bisa kalau semisal Abang mendiamkan aku, aku minta maaf sama Abang ya dan Abang jangan marah sama adik adik nggak suka kalau abang tiba-tiba diam dan cuek kayak tadi," ujar Kayla berkaca-kaca. "Abang beneran nggak papa kok Abang ikhlas lagian sebenarnya Abang itu nggak marah sama kamu dek, abang tadi bersikap seperti itu sebenarnya cuman ingin ngasih pembelajaran buat kamu kalau semisal kamu itu harus bisa jaga amanat orang lain karena kan tadi ayah sudah berpesan kepada kita untuk uangnya tadi buat kita berdua tapi adek malah nggak menjalankan amanat dari ayah adik menghabiskan uangnya sendiri dan yang paling aku nggak suka adek itu jadi orang yang egois hanya memikirkan diri sendiri dan tidak memikirkan orang lain yang ada di sekitar kamu," tutur bang Rifal. "Iya aku tahu aku tadi salah aku juga menyadari hal itu makanya aku kesini untuk meminta maaf sama abang abang mau kan maafin aku," ujar Kayla penuh harap. "Tapi maaf aku nggak bisa maafin kamu," ucap bang rival mencoba menggoda adeknya itu karena dia tahu dari tadi Kayla sudah menahan tangisnya dan bang Rifal mempunyai ide untuk menjahili dia biar dia sekalian menangis aja. "Ih kok gitu sih bang, Abang gak boleh gitu dong kan aku udah minta maaf baik-baik sama Abang harusnya Abang bisa memaafkan aku dong, lagian ayah dan bunda juga udah pernah bilang sama kita jika untuk jadi orang yang pemaaf kepada orang lain," tutur Kayla yang sudah berkaca-kaca matanya ingin menangis, sementara bang Rifal menahan tawanya ketika melihat ekspresi wajah Kayla yang menahan tangisnya. "Iya Abang tahu kita itu harus menjadi orang yang pemaaf kepada orang lain tapi abang rasa kesalahan kamu itu sudah diluar batas jadi apa nggak tahu lagi mau gimana toh kamu juga selama ini kalau Abang bilangin jawabnya iya iya aja tapi tidak pernah kamu lakukan dan kamu selalu mengulangi kesalahannya lagi Abang capek jadinya kalau gini lebih baik Abang ngekos saja di dekat kampus selain dekat dengan kampus Abang irit biaya juga lebih nyaman tinggal di sana," seru bang rival yang masih menggoda adiknya itu. "Abang jangan gitu dong aku berjanji deh sama abang untuk tidak mengulangi kesalahan aku lagi tapi aku mohon sama abang maafin aku Abang tahu sendiri kan kalau aku nggak bisa kalau semisal didiemin sama Abang kayak gitu Dan aku mohon sama Abang Abang jangan nakal di sana nanti aku di rumah sendirian enggak ada temannya paling cuman sama ayah dan bunda ya walaupun terkadang Abang suka ngeselin dan jahilin adik tapi kalau abang ngekos nanti adik kesepian aku lebih suka di jahilin Abang daripada Abang harus pergi dari sini," ujar Kayla yang sudah meneteskan air matanya dia nggak mau sampai kehilangan apanya itu apalagi jauh dari abangnya karena dirinya dan abangnya itu sudah sangat dekat sekali ya walaupun kadang suka bertengkar tapi mereka saling menyayangi. "Iya bang aku mau sama abang maafin aku gini aja deh Abang mau minta aja sama aku nanti aku bakalan lakuin apa yang Abang katakan tapi dengan satu syarat Abang maafin aku ya dan Abang berjanji sama aku untuk tidak di luar mana nanti kalau abang ngekos rumah ini jadi sepi," ucap kayla tapi kali ini dia sudah menangis sesegukan alhasil membuat bang rival pun jadi tak tega melihatnya. "Eh dek kok kamu jadi nangis kayak gini sih udah jangan nangis dong nanti abang yang dimarahin sama ayah dan bunda," serutan rival panik lalu dia pun memutuskan untuk memeluk Kayla agar berhenti menangis, karna kalau ayah bunda nya tau Kayla menangis bisa-bisa dirinya nanti kena marah padahal tadi kan dia cuman iseng doang. "Habisnya tadi Abang bilang begitu sih, jadinya kan aku jadi sedih Abang tahu sendiri kan kalau aku nggak bisa didiemin kayak gitu apalagi kalau dibentak dan dijauhi pasti rasanya sakit," ujar Kayla dengan bicara sesegukan. "Ya udah deh abang maafin kamu tapi kamu berhenti nangisnya dong nanti kalau ayah dan bunda tahu Abang malah yang kena omel padahal kan di sini apa nggak ngapa-ngapain kamu, udah ya jangan nangis lagi," ujar bang Rifal lembut. "Beneran Abang mau maafin aku? Dan Abang nggak mau ngekos kan?" Tanya Kayla memastikan. "Iya Abang udah maafin kamu dan abang nggak akan ngekos kok, asal kamu mau berjanji sama abang untuk tidak egois lagi dan bisa menjaga amanah orang lain karena sebuah kepercayaan begitu sulit didapatkan sekali kamu menghancurkan kepercayaan orang lain kepada kamu maka orang lain itu pasti akan sulit kembali untuk percaya sama kamu apalagi memberi kamu amanah," tutur bang Rifal. "Iya baik bang aku tau kok, aku akan berusaha untuk tidak egois dan bisa menjaga amanat orang lain biar aku bisa dipercaya sama orang lain," balas Kayla. "Ya udah sekarang kamu nggak usah nangis lagi masak adek abang cengeng sih jadi perempuan itu harus kuat nggak boleh sayang kalau kamu sayang nanti yang ada kamu malah direndahkan sama orang lain," ujar yang rival sembari menghapus air matanya Kayla. "Siap komandan! saya akan melakukan pesan-pesan yang abang berikan tadi!" Balas Kayla lalu dia pun berusaha untuk tidak menangis lagi ya walaupun sulit karena dia tipe orang yang sekali menangis pasti akan sulit untuk berhenti. "Nah gitu dong ini baru adik Abang," ucap bang Rifal. "Ya udah lebih baik sekarang kita turun yuk kan ayah dan bunda udah menunggu kita untuk makan malam," tutur Kayla. "Tapi Abang belum laper tuh gimana dong? masa atau mau ikut makan malam,!" Seru bang Rifal. "Ih Abang nggak boleh gitu dong, mau laper atau tidak Abang pokoknya harus ikut makan malam kasihan ayah sama bunda udah nungguin kita di sana, ayo lah bang!" Ucap kelas sembari menarik tangan abangnya agar mau makan malam bareng. "Iya iya adikku yang bawel ini Abang mau makan malam," bales bang rival akhirnya dia pun mau makan malam bareng sama mereka, setelah itu bang rival dan Kayla pun keluar dari kamar bang rival turun ke bawah untuk bergabung dengan ayah bundanya yang sudah menunggu mereka untuk makan malam.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN