Bab 37

1337 Kata
Setelah dari Indomaret bang rival dan Kayla pun langsung memutuskan untuk segera pulang ke rumah karena hari semakin sore dan pasti nanti kalau mereka kelamaan keluarnya nanti ini dimarahin sama ayah dan bunda toh mereka tadi juga berjanji hanya saja keluarnya. "Akhirnya bisa jajan juga lumayanlah buat stok makanan di kamar kebetulan makanan di kamar juga udah menipis," seru Kayla yang baru saja keluar dari Indomaret dengan membawa beberapa kantong kresek berisi jajanannya. Namun bang rival pun dari tadi hanya diam karena ternyata uang dari ayahnya itu hanya cukup buat membayar jajanan Kayla saja sementara barang yang ia beli harus di bayar dengan uangnya sendiri. "Katanya tadi enggak mau jajan males tapi ternyata semua uang yang dikasih ayah kamu habiskan sendiri dan Abang sama sekali nggak kebagian dan harus membayar semua barang belanjaan Abang dengan uang Abang sendiri," seru bang rival merasa sedikit kesal dengan adiknya itu dia nggak mau berbagi uang dengannya padahal mereka itu sama sama sama abangnya masa setiap hari dirinya harus mengalah terus terhadap Kayla. "Ya maaf lagian tadi kan aku udah ngomong aja Abang untuk balik tapi tanpa bilang katanya mau jajan alhasil aku pun akhirnya jajan juga kan aku juga nggak tahu kalau semisal ternyata barang belanjaan aku ini banyak sekali dan ternyata uang ayah hanya cukup untuk membayar belanjaan aku saja," balas Kayla. "Tapi kan harusnya kamu itu bisa memperkirakan jumlah yang kamu beli padahal tadi ayah bilang kalau uang itu buat kita berdua tapi ternyata itu cuman buat kamu tahu gini tadi Abang nggak usah beli sekalian," ujar sang rival merajuk. "Ya maaf bang aku juga nggak tahu itu aja merajuk masa Abang nggak mau mengalah sama adiknya kan Abang itu lebih tua daripada adik dan Abang juga pasti udah sering dibeliin sama ayah waktu sebelum aku lahir kan!," tutur Kayla. "Udahlah lebih baik sekarang kita pulang aja Abang juga udah capek! mau istirahat," balas dong rival lalu dia pun mengambil motornya, sementara Keyla pun lalu juga naik ke motornya telah itu bang rival pun melajukan motornya menuju ke rumahnya bang rival sedikit kesal terhadap adiknya bukan masalah dia nggak kebagian uang dari ayahnya sih tapi lebih ke memberi pembelajaran buat adiknya itu pasalnya adiknya itu selalu boros kalau sedang jajan dirinya juga nggak bisa melaksanakan amanat yang sudah diberikan orang lain jadinya bang rival ingin kalau adiknya itu bisa menjadi lebih bijak lagi dalam mengemban amanat. Dan di sini ke kayla juga sedikit merasa bersalah karena dia belanja tanpa mempedulikan abangnya padahal tadi ayahnya juga sudah berpesan pada dirinya untuk dibagi dua sama abangnya tapi ternyata uangnya diberikan ayahnya itu hanya cukup untuk membayar belanjaannya saja. "Kelihatannya Abang rival sangat marah sama aku karena aku menghabiskan semua uang pemberian ayah dia juga sedari tadi cuek dan banyak diam aku jadi merasa Bersalah sama abang karena udah tidak amanat dan malah kalap dalam belanja," batin Kayla dalam hatinya. "Sebenarnya gue sih nggak mempermasalahkan kalau semisal kalau gue harus membayar barang belanjaan gue itu jadi uang gue sendiri tapi kali ini Kayla sudah agak kelewatan karena dia itu kalau belanja suka nggak mikirin orang lain dia hanya mikirin diri sendiri dan lebih parahnya dia nggak bisa menjalankan amanat yang diberikan oleh ayah tadi maaf dek kalau semisal Abang kayak gini sama kamu Abang begini sama kamu karena abang ingin kamu itu lebih bijak dalam bersifat lagi karena kamu itu udah dewasa," batin bang rival kembali fokus membawa motornya dan tak lama kemudian akhirnya merekapun telah sampai di rumahnya bang Rifal segera memasukkan motornya itu ke dalam garasi, setelah itu mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam rumah namun bang rival memilih untuk langsung ke kamarnya karena dia males kalau habis basa-basi sama orang lain. "Abang adek udah pada pulang kalian? Ih banyak banget dek barang belanjaan kamu," seru ayah kepada mereka berdua yang baru saja pulang dan sedikit terkejut karena melihat barang belanjaan Kayla banyak sekali. "Iya yah hehehe," balas Kayla lalu Abang rival pun hanya berjalan terus tanpa memperdulikan mereka. "Abang mau kemana? Kok malah naik ke atas!" Tanya bunda yang menyadari jika putranya itu kelihatan aneh mungkin sudah terjadi sesuatu diantara mereka. "Abang mau ke kamar bun capek mau istirahat," seru bang rival. "Sebentar lagi kita mau makan malam loh kok abang malah ke kamar sih, emang Abang nggak mau makan malam sama kita?" ujar bunda. "Abang belum laper kok bun kalau semisal bunda sama ayah mau makan malam, makan malam aja duluan nanti kalau abang laper Abang akan keluar kamar," jelas bang rival. "Ya udahlah pun Abang ke kamar dulu ya mau istirahat capek soalnya," ujar bang rival lagi Lalu dia pun melanjutkan jalannya menuju ke kamarnya. Dan ternyata selain bunda ayah pun menyadari jika di antara mereka pasti sudah terjadi sesuatu makannya siap bang kelihatannya sedikit malas dan memilih untuk ke kamar. "Ya udah yah adik mau ke kamar dulu juga," tutur Kayla namun ayah ternyata ingin bicara kepada Kayla. "Bentar ayah mau tanya sesuatu sama kamu kamu sini duduk di samping ayah," ujar ayah lembut sembari menepuk bangku sofa yang ada di sampingnya. "Mau bicara apa yah?" tanya Kayla bingung. "Udah adek duduk aja dulu nanti ayah ceritakan sama adek," balas ayah lalu Kayla pun berjalan mendekat kearah ayahnya untuk duduk dia juga penasaran sebenarnya ayahnya itu mau bicara apa sama dia. "Ayah mau tanya sesuatu sama kamu tapi kamu harus jujur ya karena ayah nggak pernah ngajarin kamu untuk berbohong," ucap ayah. "Iya yah pasti nanti akan adik jawab dengan jujur kok lagian adik juga jarang kan berbohong sama ayah," seru Kayla. "Kamu tadi berantem lagi ya sama abang kok kelihatannya Abang kayak gimana? Dan enggak biasanya abang langsung masuk ke kamarnya biasanya kan dia selalu ikut gabung dengan kita" Tanya ayah dengan hati-hati takut kalau kaila jadi tersinggung nanti yang ada Kayla malah yang marah sama dirinya. "Nggak kok yah kita nggak berantem tadi!" Balas Kayla. "Lah terus Abang kenapa kok tiba-tiba kayak gitu pasti terjadi sesuatu sama kalian nggak mungkin kalau nggak soalnya kan Abang jarang kayak gitu, udah dek jelasin aja yang sebenarnya terjadi pada ayah dan bunda kita bakalan nggak akan marah kok kalau adik mau jujur" jelas ayah yang udah paham gimana sikap kedua anak-anaknya itu. "Adik juga nggak tahu pastinya soalnya tadi waktu di jalan Abang juga cuman diem nggak bicara sama sekali adik juga bingung tapi mungkin Abang kayak gitu gitu karena adek menghabiskan uang pemberian dari ayah tadi alhasil abang tadi bayar barang belanjaannya dengan uangnya sendiri," tutur Kayla. "Loh kok bisa dek bukannya tadi ayah memberikan uang untuk kalian berdua tapi kenapa malah adik habisin sendiri, harusnya kan tadi adik habiskan uang itu dengan Abang! ayah tadi juga udah bilang begitu kan kenapa adik nggak amanat" seru ayah menasehati Kayla secara lembut karena memang putrinya itu salah dia tidak menjalankan apa yang tadi dia katakan kepada mereka. "Tadi Kayla itu nggak tahu kalau ternyata barang yang kayla beli itu uangnya pas dengan yang ayah berikan dan Kayla pun juga merasa salah sama abang karena kayaknya juga nggak bisa menjaga amanat dari ayah untuk berbagi dengan Abang," ucap Kayla. "Lain kali kalau semisal adik mau jajan tadi itu jangan banyak-banyak dulu kan kasihan orang lain! tadi kan kalau jajan suka khilaf dan tidak mempedulikan orang lain," tutur bunda. "Iya Bun adik tahu itu kok makanya tadi adik juga merasa bersalah sama abang tapi kelihatannya apel juga marah sama adik tapi adik pun bingung harus bagaimana," ucap Kayla. "Ya udah sebaiknya adek sekarang minta maaf sama Abang, kan disini adek juta salah," ujar bunda. "Iya dek, adek sebaiknya minta maaf sama Abang karna kesalahan adek itu, biar adek dan Abang tidak marah lagi sama abang dan pasti adek gak mau kan kalau semisal adek didiamkan sama abang" ucap ayah dia bilang begitu karena dia selalu mengajarkan kepada anak-anaknya kalau semisal mereka salah mereka harus minta maaf bukan malah diam saja karena apa yang kita perbuat maka kita harus bisa mempertanggungjawabkan itu. "Iya, ya udah deh kalau begitu adek ke kamar Abang mau minta maaf dulu," tutur Kayla beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju ke kamar Abang nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN