Sementara saat ini Azka sedang berada di Indomaret dia sedang duduk sendirian di kursi yang ada di depan Indomaret dengan menikmati sepuntung rokok dan minuman yang ia beli dari Indomaret tadi, ini biasa dia lakukan ketika dia sedang bingung mau ngapain di rumah.
"Kenapa aku jadi kepikiran cewek itu, padahal dia itu cuman adik kelas yang tak sengaja ketemu gue waktu dia membuat baju kue basah, sebenarnya gue malas sekali jika harus berinteraksi sama dia karena kalau gue makin dekat sama dia gue jadi ke ingat sama dia (mantan Azka) dan kenapa waktu tadi dia bilang begitu entah kenapa aku jadi kepikiran terus rasanya nggak ikhlas jika dia itu tiba-tiba marah sama gue padahal di sini dia itu yang salah kenapa dia yang marah dia yang udah bohongin gue bilang kalau semisal dia nggak bisa menjadi tutor gue waktu itu tapi kenapa dia malah pergi bersama teman-temannya di mall enggak mempermasalahkan kalau semisal dia mau izin dulu untuk libur menjadi tutor gue tapi seenggaknya jujur kenapa sih apa salahnya aku itu paling benci kalau dibohongin sama orang," tutur Azka yang merasa ada hal yang aneh yang terjadi diri nya itu.
"Udahlah nggak usah dipikirin lagi lagian nggak penting juga yang terpenting besok itu gue harus bilang sama kepala sekolah untuk mencarikan kue tutor yang baru karena gue nggak mau menjadikan kayla tutor gue," seru Azka lagi lalu dia pun menikmati rokoknya. Namun selang beberapa menit ada kendaraan yang datang mereka dan jangan dan awalnya Aska cuman diam saja karena dia tidak menanggapi orang tersebut toh nggak ada urusannya sama dia tetapi ketika cewek tersebut turun dari motornya Aska pun sedikit terkejut pasalnya dia tidak asing lagi dengan orang itu tapi Aska pun mencoba mengingat-ingat sebenarnya siapa dia dan betapa terkejutnya setelah Aska melihat dengan jelas wajah orang tersebut ternyata itu kayla dalam hatinya pun mengumpat padahal baru tadi dia itu membicarakan dia tapi kenapa tiba-tiba dia datang apa dia mempunyai mata batin dan tahu jika dirinya sedang dibicarakan olehnya tapi masa iya sih.
"Astaga baru saja tadi gue bicarain dia tapi kenapa dia tiba-tiba datang apa ya iya dia itu mempunyai mata batin dan tahu jika dirinya sedang gue bicarakan," batin Aska namun dirinya mencoba untuk biasa aja seolah-olah dirinya nggak tahu soal kedatangannya Kayla dan mencoba untuk fokus sama pandangan lain.
"Bang ayo cepetan kita udah sampai ini," jelas Kayla yang tidak sabar ingin segera masuk ke Indomaret, sebenarnya tadi dia ingin sekali masuk terlebih dahulu ke sana tapi karena banyak yang menyuruh dia untuk menunggu dirinya alhasil Kayla pun mau tak mau harus menunggu abangnya itu karena tadi uang yang diberikan ayahnya itu dibawa oleh abangnya katanya takut kalau hilang dan kalau semisal Kayla nggak mau menunggu abangnya nanti kalau tiba-tiba abangnya pulang dia harus membayar dengan apa tuh dia juga nggak membawa uang sama sekali.
"Bentar dek ini abang juga lagi mau memarkirkan motornya kalau kita parkir sembarangan kan kasihan yang lain nanti," seru bang Rifal.
"Abang lama ih dari tadi nggak kelar-kelar memarkirkan motornya," tutur Kayla merasa kesal.
"Sabar dulu napa sih dek lagian ini Abang juga lagi berusaha kok Indomaret nya nggak mungkin pergi juga," bales bang rival lalu akhirnya dia pun selesai memarkirkan motornya di tempat yang tepat.
"Ayo masuk abang dah selesai," ucap bang rifal lalu mengajak masuk Kayla dan keduanya pun lalu berjalan beriringan menuju ke Indomaret namun ketika dia hendak masuk ke dalam tipe-tipe mata Pela tanpa sengaja menangkap sosok Aska yang tengah duduk di kursi yang ada di depan Indomaret sembari menikmati sepuntung rokoknya. Dan kalaupun sedikit mengumpat dalam hatinya kenapa dirinya harus bertemu dengan Aska sih padahal dia hari ini sedang tidak baik-baik saja apalagi tadi ditambah dengan abangnya yang membuatnya semakin berantakan.
"Kenapa dia ada di situ sih bikin kesel ada bikin mood gue jadi tambah berantakan aja lihatnya ke sini ingin membuat mood baik tapi malah jadi kayak gini," batin Kayla.
"Kenapa adik kamu berhenti apa ada masalah?" tanya bang Rifal yang bingung karena nyala tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Oh nggak kok bang ya udah yuk kita masuk aja nanti keburu malam," bales Kayla mencoba untuk menutupi semuanya dari Abang nya itu.
"Oh gitu ya udah yuk," bales bang Rifa lalu Kayla dan bang rival pun masuk kedalam Indomaret untuk jajan.
"Sebaiknya gue pergi dari sini kelihatannya dia tadi juga udah melihat keberadaan kui tatapan dia juga kelihatannya sangat membenci gue, kenapa sih bisa bisanya gue ketemu sama dia di sini bikin males aja yang ada," ucapkan skala luas ka pun memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Dan didalam Indomaret pun Kayla nampak tak bersemangat untuk jajan dikarenakan mungkin karena tadi dirinya melihat Aska alhasil membuat mood-nya jadi nggak baik lagi.
"Dek kok kamu kelihatan nggak semangat gitu jajan nya ada apaan sih padahal tadi waktu berangkat kamu semangat banget loh, apakah kamu ada masalah atau ada apa Abang jadi bingung lihatin kamu nya," ujar bang rival yang menyadari jika Kayla tidak bersemangat saat didalam Indomaret.
"Aku nggak papa kok kak cuman rasanya kok jadi males aja jajan telah sampai di sini jadi nggak mood lagi entah kenapa aku juga nggak tahu rasanya seperti malas saja setelah melihat banyak jajanan ini bukannya aku ingin membeli tapi malah jadi males," seru Kayla berbohong kepada abangnya karena abangnya tidak tahu jika dirinya ada masalah dengan cowok yang ada di depan Indomaret tadi dan kalaupun abangnya sampai tahu bisa-bisa nanti abangnya itu malah perang dingin dengan Aska.
"Beneran kamu padahal kita udah sampai di sini loh masa enggak jadi jajan sih terus uangnya papa buat apa atau buat Abang aja?" Tutur bang rifal.
"Nggak gitu juga dong itu kan papa memberikan uang itu untuk kita jajan di ambil abang doang itu kita berdua lubang bukan Abang saja tapi ada aku juga," seru Kayla.
"Ya udah makanya kamu mau jajan nggak kalau nggak uangnya dikasih abang aja tuh namanya juga buat tambah jajan Abang nanti," jelas bang rival.
"Iya iya aku mau jajan daripada nanti uangnya diambil abang doang lebih baik buat jajan aja toh nanti bisa buat stok makanan aku di kamar," ujar Kayla lalu akhirnya dia pun berjalan mencari jajanan yang akan dia beri komentar Abang rival hanya mengikutinya dari belakang seperti seorang bodyguard yang sedang mengawal majikan nya.
"Dek kamu beli jajan nya jangan banyak-banyak soalnya dari tadi Abang belum beli sama sekali," jelas bang rival kepada Kayla pasalnya Kayla ternyata sudah banyak sekali memborong makanan ringan dan minuman serta permen dan abangnya itu disuruh untuk membawa barang-barangnya.
"Salah siapa dari tadi nggak beli malah diam aja di situ jadi jangan salahkan adik kalau semisal aku jajannya banyak," tutur Kayla yang bodo amat.
"Eh seenak-enaknya ya kamu bicara seperti itu coba kamu lihat ke abang-abang itu dari tadi ngikutin kamu cuman kamu suruh untuk membawakan belanjaan kamu yang ke banyak ini bisa-bisanya kamu bilang apa nggak beli apa-apa kalau gini mana bisa Abang bisa beli sesuatu tangan Abang banyak membawa barang belanjaan kamu," bales bang rival tak mengerti dengan adik satu-satunya itu bisa-bisanya dia bilang begitu padahal udah jelas-jelas dari tadi dirinya itu disuruh dia untuk membawakan barang belanjaannya yang segunung.
"Oh iya sampai lupa kan tadi aku menyuruh Abang membawakan belanjaan aku lagian nggak mungkin juga kan kalau aku bawa sendiri ya udah kalau begitu Abang nunggu aku keluar belanjanya dulu nanti baru Abang yang beli," ujar Kayla dengan santai.
"Emangnya kamu mau beli apaan lagi sih udah banyak sekali lho jajaran kamu nanti yang ada uangnya cuma cukup buat jajan kamu doang dan abang yang ada nanti nggak jadi jajan padahal kan itu uang untuk kita berdua," jelas bang rival.
"Ya nggak apa-apa sekali-kali ngalah napa sama adiknya tuh kan tadi sebenarnya ayah itu kayaknya ngasih uang cuman buat adik doang deh bukan sama abang," seru Kayla.
"Kata siapa? Jangan ngada-ngada deh dek tadi ayah itu ngasih uang untuk kita berdua jajan bukan buat kamu doang karena di sini Abang itu juga anaknya ayah jadi bukan cuman kamu doang," ucapkan rival tak terima pasalnya masak apa-apa harus Kayla terus padahal setiap harinya Kayla udah sering dimainkan oleh ayah bundanya ya walaupun rival itu terkadang merasa bodo amat tapi kalau lama kelamaan dalam hatinya pasti ada rasa cemburu walaupun itu dengan adiknya sendiri.
"Iya iya ya udah aku udahan aja belanjanya sekarang giliran Abang yang belanja tapi sebelum itu tolong bawakan semua barang belanjaan aku ke kasir ya soalnya berat kan biar kali adek harus mengangkat semua barang-barang itu apa-apa mentega sama adek," tugas Kayla dengan memasang wajah memelas agar abangnya itu menuruti apa yang tadi ia katakan.
"Iya ya untung kamu itu adek Abang kalau nggak mana mau Abang disuruh suruh sama kamu dari tadi dan untungnya saja Abang itu orangnya penyabar kalau nggak udah Abang tinggalin dari tadi kamu di sini," ujar bang rival setelah itu pun berjalan menuju ke pasir untuk meletakkan semua barang belanjaannya milik kayla setelah itu baru dirinya yang belanja barang keperluan dia sama mencari cemilan.
"Sebaiknya gue beli barang belanjaan yang intinya aja deh daripada nanti uangnya kurang dan gue yang tombok lagian kayaknya barang belanjaan milik Kayla banyak sekali dan pasti uangnya hanya tersisa sedikit," seru bang rival yang hanya dia mau tak mau harus mengalah demi adiknya itu karena memang kodrat seorang kakak itu harus bisa mengalah demi adiknya yang walaupun terkadang kita merasa lelah karena harus mengalah tapi apa boleh buat. Sementara Kayla sembari menunggu abangnya dia pun memilih untuk menunggu di kasir sembari menjumlahkan semua barang belanjaannya