Kayla dan bang Rival berjalan keluar rumah menuju garasi untuk mengambil sepeda motor nya karena mereka pergi ke Indomaret akan menggunakan sepeda motor.
"Eh dek janji ya sama Abang nanti jajan nya jangan banyak-banyak ini kan tanggal tua Abang belum dikasih uang sama ayah dan bunda," tutur bang rifal kepada Kayla.
"Gimana Abang ih, masak gak punya uang kok ngajakin ke Indomaret pakai acara mau menjajakan aku lagi," Gerutu Kayla, padahal niatnya dia itu ingin memeras Abang nya soalnya jarang-jarang dia itu dijajakan oleh Abang nya itu.
"Habisnya kamu kalau merajuk susah dibujuknya satu-satunya cara ya cuman diajak jajan," jelas bang rifal.
"Tapi kan kalau Abang gak ada uang lebih gak usah ngajakin jajan juga, toh kan Abang tau sendiri kalau aku itu jajannya suka banyak nanti kalau uang habis gimana? Pasti abang akan menyalahkan aku," ujar Kayla.
"Lebih baik gak.usah jadi aja deh bang lagian aku juga udah gak mood jajan, aku mau ke kamar aja istirahat capek soalnya," ujar Kayla lagi lalu dia pun hendak berbalik badan namun dicegah oleh bang rifal karena bang rifal kan udah janji sama dia untuk menjajakan dia masak tiba-tiba gak jadi itu sama saja dirinya gak menepati janji dong.
"Weh dek bentar dong gitu aja ngambek lagi, yaudah deh nanti kamu boleh Jajan sepuasnya Abang gak akan membatasi kamu," ucap bang rifal.
"Udahlah bang nggak usah lagian aku juga udah nggak mood lagi untuk jajan lebih baik kita cancel ke Indomaret nya," tutur Kayla.
"Kok gitu sih dek lagian kan tadi Abang cuman bilang kayak gitu masa kamu ngambek lagi nanti kalau Abang nggak menepati janji Abang untuk menjajakan kamu yang ada Abang pasti dimarahin sama bunda, emang kamu mau kalau abang dimarahin sama bunda," tegas bang rifal.
"Ya udah nanti tinggal bilang kalau Indomaret nya sedang tutup gitu aja kok repot sih bang ya udah lah lebih baik kita masuk ke dalam lagi aja," balas kayla.
"Kok gitu sih dek tadi bunda juga nggak akan percaya tuh bukannya Indomaret itu selalu buka 24 jam ya kamu jangan gitu ayolah dek kenapa sih akhir-akhir ini kamu sering ngambek apa kamu sedang ada masalah?" Tutur bang rival yang merasa aneh terhadap sikap adiknya karena entah kenapa biasanya adiknya itu jarang ngambek pada dirinya kalau dirinya bercandaan dia.
"Aku sedang baik-baik aja jadi jangan sangkut pautkan kalau aku ada masalah ya bang," ucap kayla, dan tak lama kemudian terdengar suara mobil yang masuk ke halaman rumah dan ternyata itu ayah mereka yang baru saja pulang dari kantor.
"Ayah," panggil Kayla kepada ayahnya yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Eh Abang adik kalian ngapain kok di luar atau kalian mau pergi ya?" tanya ayah.
"Sebenarnya tadi aku sama Abang mau ke Indomaret soalnya Abang udah berjanji sama adek mau menjajakan adik di Indomaret tapi tiba-tiba Abang bilang kalau nanti adik nggak boleh jajan yang banyak-banyak padahal kan Abang dan sekali menjajakan adik tapi bisa-bisanya dia membatasi adik jajannya sama saja itu adik tidak jajan kan adik juga jarang jajan ya," jelas Kayla.
"Bukan gitu ya tapi kan ini juga masih tanggal tua dan uang abang juga tinggal dikit takutnya kalau nggak cukup sampai akhir bulan nanti ya walaupun Abang tahu apa sudah berjanji sama adik untuk menjajakan dia tapi kan cuman nggak seberapa kalau banyak-banyak nanti apa nggak bisa jajan untuk bulan terakhir nanti," tutur bang rifal, yang menjelaskan dari sisinya takutnya ayahnya jadi salah paham karena dirinya nggak mau menepati janji dan menjajakan adiknya.
"Oalah karena permasalahan itu ya, kalau menurut saya kamu juga jangan begitu dek kamu itu harus bisa melihat kondisi Abang kamu kan dia udah ada niatan baik mau menjajakan kamu harusnya kamu itu bersyukur jangan malah ingin jajan yang banyak toh mungkin kan uang abang juga tinggal dikit takutnya apa nggak bisa menggunakan sisa uangnya sampai akhir bulan nanti, dan untuk Abang kalau semisal apa nggak ada uang lebih gampang jangan menjadikan sesuatu kepada orang lain takutnya gini orang itu udah berharap banget sama abang tapi Abang nya malah nggak bisa menepati kan," tutur ayah yang mencoba menasehati kedua anaknya dia berusaha netral dan tidak memihak satu sama lain karena kalau dilihat memang keduanya itu salah.
"Tuh dengerin bang lain kali kalau semisal apa nggak punya uang lebih jangan menjadikan sesuatu pada adik tahu gini kan ada nggak perlu repot-repot untuk dan dan dan dan bersiap ke Indomaret," seru Kayla.
"Kamu juga dengerin tadi kata ayah kamu itu nggak boleh memaksakan kehendak kamu dan kamu harus bisa melihat kondisi orang lain ini bisa jadi pembelajaran buat kamu untuk tidak terlalu egois dan memikirkan diri kamu sendiri karena kita nggak tahu keadaan orang lain itu gimana," ujar bang rifal.
"Udah udah jangan berdebat lagi di sini intinya kalian itu sama-sama salah dan ayah harap adik sama abang tidak saling menyalahkan karena kalian itu saudara harus saling menghargai dan menyayangi bukan malah berantem kayak gini apalagi kalian itu udah besar harusnya bisa berpikir lebih dewasa lagi dan tidak ke Kanak-kanakan," tutur ayah.
"Iya iya maafin Abang yah karena abang menyadari kalau tadi Abang itu salah," ucap bang rival meminta maaf kepada ayahnya mereka itu sengaja dibikin seperti itu sama ayah bundanya karena biar mereka itu kelak tumbuh menjadi pribadi yang baik dan bisa menghargai orang lain dan tidak semena-mena.
"Ada juga minta maaf yah karena adik juga di sini salah," seru Kayla yang menyadari dirinya juga salah karena dia terlalu memaksakan kehendaknya padahal abangnya itu uangnya sedang pas-pasan.
"Nah gitu dong tapi kalian juga harus saling meminta maaf bukan malah minta maaf sama ayah doang kan yang ada masalah itu kalian bukan ayah, ayah di sini cuman menasehati kalian," jelas ayah kepada kedua anaknya.
"Abang aku minta maaf kalau tadi aku salah," tutor Kayla meminta maaf kepada akhirnya dia menyadari kalau mulutnya itu sedang tidak baik-baik saja jadinya dia mudah emosi dan banyak orang yang menjadi sasaran emosi nya termasuk Abang nya itu.
"Apa juga mau minta maaf sama dek soalnya udah membuat adik jadi emosi terus sama abang tapi Abang enggak tahu kalau semisal adik itu memang benar-benar lagi sensi soalnya biasanya adik nggak terlalu menanggapi kejahilannya Abang," seru bang rival.
"Ya udah nih ayah kasih kalian uang silakan kalian kalau mau jajan ke Indomaret," tegas ayah lalu dia pun mengeluarkan beberapa uang ratusan ribu dari dompetnya lalu memberikan kepada Kayla.
"Ini beneran yah? nggak kebanyakan apa?," Seru Kayla menerima uang nya itu.
"Nggak sekali-kali kan ayah ngasih uang kalian lebih kalau adek nggak mau ayah ambil lagi loh uangnya," seru ayah bercanda.
"Ih nggak boleh ya orang udah dikasih masa di minta lagi nggak ikhlas itu namanya," jelas Kayla.
"Makanya kalian buruan perginya dan nanti jangan kelamaan ntar kalian jadi kemalaman pulangnya," pinta ayah.
"Oh ya Abang juga jagain adeknya walaupun adiknya udah besar tapi kan terkadang sifatnya suka kekanak-kanakan maklum aja jadi anak bontot," ucap ayah.
"Siap yah ya udah yuk kita berangkat sekarang aja," ujar bang Rifa lalu dia pun menaiki motornya setelah itu kayla pun naik dan duduk di jok belakang. Setelah itu sang rival pun melajukan motornya meninggalkan halaman rumahnya dan menuju ke Indomaret ayah pun hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah anaknya itu mungkin usianya udah pada dewasa tapi sikapnya masih kekanak-kanakan, dan bagi dia mereka tetap menjadi malaikat kecilnya.
Dan ayah pun lalu masuk ke dalam rumah karena dirinya ingin bersih-bersih lalu istirahat sejenak hari ini pekerjaannya membuat dirinya sedikit capek.
"Assalamualaikum bun!" sapa ayah lalu mendekat kearah bunda yang masih menonton televisi.
"Eh ayah waalaikumsalam," seru bunda lalu bunda pun beranjak dari tempat duduknya untuk menyambut kepulangan suaminya itu dan mencium tangannya karena sebagai istri yang berbakti kepada suaminya dia harus bisa melayani dan menghormati suaminya itu.
"Baru pulang ya yah?" Tanya bunda lalu mengambil tas dan jas yang digunakan ayah tadi.
"Enggak Bun sebenarnya ayah udah pulang dari beberapa menit yang lalu tapi tadi di depan ayah ketemu sama anak-anak katanya mereka mau pergi ke Indomaret tapi mereka sedikit berantem biasalah," jelas ayah.
"Mama pikir mereka udah pergi dari tadi soalnya mereka pamit sama Mama juga udah dari tadi lupa berantem masalah apa emangnya apa yah?" tanya bunda.
"Itu adik merajuk gara-gara dia ingin jajan banyak tapi si abang uangnya udah menipis takut kalau semisal enggak sampai akhir bulan nanti kalau semisal harus buat menjajakan adik semua tapi ayah udah nasehatin mereka kok Bun tadi dan mereka pun mengerti lalu mereka saling meminta maaf dan ayah tadi juga memberikan mereka beberapa uang untuk jajan biar mereka nggak pada berantem lagi soalnya ayah pusing kalau mendengar mereka berantem terus," tutur ayah.
"Oh gitu ya tapi seharusnya ayah nggak usah kasih mereka uang yang anti yang ada mereka malah jadi manja sama ayah dan dikit-dikit minta uang terus sama ayah lho bukannya pelit tapi mereka itu harus bisa menghemat dan lebih prihatin sama diri sendiri dan bisa mengelola uang dengan baik akan mereka udah dapat uang bulanan dari ayah cukup nggak cukup mereka harus bisa menghabiskan selama sebulan," ujar bunda, karena walaupun mereka itu termasuk keluarga yang berada tapi bunda dan ayah selalu menerapkan untuk mereka selalu berhemat dan tidak menghambur-hambur kan uang untuk keperluan yang tidak penting karena daripada menghambur-hambur kan uang yang tidak penting lebih baik kita sedekahkan ke orang yang lebih membutuhkan.
"Ayah tahu itu kok bun tapi kan ini cuman sekali aja lagian enggak setiap hari kok dan ayah tahu kalau semisal ayah juga udah menjatah mereka uang bulanan jadi nggak papa kalau cuman sekali kali doang," jelas ayah.
"Ya udahlah nggak apa-apa lagian udah terlanjur juga, oh iya ya ayah mau makan sekarang atau nanti? Kalau sekarang bunda mau menyiapkan makanannya sembari menunggu ayah mandi dan bersih-bersih," tutur bunda.
"Nanti aja Bun bareng sama anak ayah mau mandi dulu aja oh ya kalau boleh bunda tolong buatin ayah kopi aja," seru ayah.
"Ya udah kalau begitu habis ini bunda buatan ayah kopi," ujar bunda lalu mereka berdua pun berjalan menuju ke kamar mereka hanya untuk sekedar bersih-bersih Dan meletakkan tas dan jas nya.