Bab 41

1903 Kata
Setelah selesai mandi Kayla pun memutuskan untuk bersiap-siap dan menyisir rambutnya telah selesai dia pun mengambil tas ranselnya dan memutuskan untuk turun ke bawah karena pasti ayah dan bunda serta abangnya sudah menunggu dia untuk sarapan bareng dan pasti nantinya abangnya itu ngomel-ngomel karena terlalu menunggu dirinya namun Kayla merasa biasa aja tidak merasa bersalah kalau semisal dia udah bangun terlambat. "Selamat pagi semuanya," ujar kera dengan tarian tanpa ada beban sedikitpun padahal udah jelas-jelas mereka bertiga itu sedang menunggu dirinya tapi dirinya malah merasa tidak bersalah. "Selamat pagi ayah bunda Abang gimana pagi ini sangat ceria sekali bukan?" Tanya Kayla lalu dia pun memutuskan untuk duduk di kursi yang biasa ia duduki waktu ketika mereka sedang makan bareng seperti ini. "Ceria apaan dari tadi kita itu udah nungguin kamu tapi kamunya lama banget dari mana aja sih kamu ini udah siang dan kita terlambat sarapan gara-gara kamu tahu!" Tegas bang rival merasa kesal pasalnya adiknya itu kalau setiap pagi selalu aja molor padahal dia itu cewek harusnya dia lebih pagi daripada dirinya tapi ini malah sebaiknya aja selalu terlambat ketika rapan sarapan bareng. "Ya maaf bang lagian tadi adik bangunnya kesiangan makanya aku turunnya jadi agak telat lagian kenapa nggak sarapan duluan aja kalau abang kelamaan nunggu aku aku juga nggak meminta Abang untuk menunggu aku kan jadi gitu aja repot dan gak usah marah-marah juga lagi bang masih pagi kok udah marah marah ntar cepet tua loh," seru Keyla yang masih santai aja. "Sumpah kalau kamu kan adek aku udah aku usir dari rumah ini kita itu menunggu kamu karena kita menghargai kamu itu bagian dari keluarga ini makanya kita semua ingin sarapan secara bareng-bareng tapi ternyata yang ditungguin malah santai-santai kayak gitu dan nggak ada beban sama sekali yang lebih parahnya malah nyalahin Abang ya sumpah kamu itu benar-benar ada yang laknat sekali!" Ujar bang rifal. "Kok gitu sih bang kalau sama yang enggak boleh kayak gitu toh ini kan rumah ayah dan bunda jadi apa nggak berhak mengisi aku dari sini dan apa yang aku katakan tadi lewat kalau semisal Abang udah kelamaan nungguin aku Abang kan tadi bisa sarapan lebih dahulu dan nggak usah nungguin aku dan aku pun juga nggak menyuruh Abang untuk menunggu aku selalu sarapan bareng-bareng jadi kalau semisal Abang merasa kesal jangan salahkan aku ya bang karena Abang juga menunggu aku atas kemauan Abang sendiri bukan karena aku," tukas Kayla. "Ayah bunda sumpah itu adik bikin kesel aja lihat nih udah salah nggak minta maaf tapi malah bersikap seolah-olah Abang yang salah di sini! Bisa nggak sih yang kita tukerin si adek kita tukeran sama yang pendiam dan nurut tetangga bawel seperti dia kalau kelamaan kayak gini bisa bisa abang jadi darah tinggi," tutur bang rival yang sudah merasa kesal sekali dengan sikap adiknya itu. "Ih Abang tega bener sama adiknya! Toh aku yakin kalau ayah dan bunda pun tidak akan setuju dengan ucapan Abang itu! karena kan aku ini sebenarnya orang yang pendiam menurut dan mana ada coba orang yang mau nukerin adiknya sama orang lain jika ada apanya juga cuman abang doang!" Tegas Kayla. "Udah udah masih pagi juga udah pada berantem! dan adek kamu itu kan juga salah harusnya kamu itu minta maaf karena kan Abang itu udah bela-belain menunggu kamu untuk sarapan bareng harusnya kamu itu bisa menghargai Abang bukan malah menyalahkan abang ya walaupun kamu tidak meminta Abang untuk menunggu kamu setidaknya abang kan udah merelakan waktunya hanya untuk bisa sarapan bareng sama kamu harusnya kamu itu berterima kasih bukan malah bersikap seperti itu!" Ujar bunda menasehati Kayla. "Tuh dengerin apa yang bunda katakan makanya jadi orang itu harus bisa menghargai orang lain bukan malah seenaknya sendiri kalau udah ditungguin itu harusnya berterima kasih tapi ini kok malah ngegas dan merasa tidak bersalah lagi!" Balas bang rifal. "Badai ya aku minta maaf sama Abang kalau aku tadi udah seperti itu, dan terima kasih untuk abang terkaya dan bunda karena udah menunggu aku untuk sarapan bareng dan aku juga mau minta maaf karena udah terlambat turun ke sini dan gabung sama kalian karena tadi aku kesiangan dan susah dibangunin makanya aku jadi terlambat," ujar Kayla. "Nah gitu dong mau mengakui kesalahan yang sudah kamu perbuat kan nggak ngebales lagi kalau dibilangin! Dan lain kali kalau tidur itu jangan malam-malam biar paginya itu nggak kesiangan dan mudah untuk dibangunin kalau gini kan yang oke bukan kita doang tapi kamu juga nanti kamu bisa terlambat ke sekolah kalau kamu tiap hari harus bangun siang terus!" Tutur bang Rifal. "Iya betul itu sayang apa yang Abang dan enda kamu katakan lain kali kalau adik itu salah harusnya adek itu minta maaf bukan malah ngebales ucapan orang lain dan kalau dibilangin itu didengarkan kan menang masuk telinga kanan keluar telinga kiri adik juga udah besar kan harusnya adik itu bisa berpikir lebih dewasa lagi, ayah nggak ingin kalau adik itu terus masa dimanja ya walaupun adik ini anak terakhir tapi ada harus bisa mandiri ayah nggak pernah mengajarkan kepada kamu untuk bermalas-malasan dan manja karena besok kalau udah waktunya yang tepat pasti kamu akan menjadi seorang ibu di rumah tangga jadi kamu itu harus bisa hidup mandiri dan mendidik anak-anakmu kelak dan ayah juga berpesan kepada kamu kalau tidur jangan malam-malam biar kamu bangunnya itu tidak terlambat kamu itu kan seorang cewek dan besok jadi ibu rumah tangga harusnya kamu bisa ya bangun lebih pagi kalau bisa kamu malah membantu bunda untuk mempersiapkan sarapan bukan sekedar membersihkan kamar kamu biar kelak kalau kamu ke rumah tangga tidak terkejut," tutur ayah panjang lebar menasehati Putri kecilnya itu, warna Putri kecilnya itu semakin hari semakin dewasa harusnya pikiran kita pun juga ikut dewasa bukan malah kekanak-kanakan lagi. "Dan satu hal lagi pasti kamu tadi juga ikut terkejutkan karena ayah juga ikut membangunkan kamu padahal biasanya cuman bunda yang selalu membangunkan kamu, kamu tahu nggak itu karena apa sampai-sampai ayah juga ikut turun tangan? Ya karena udah mau itu sudah merasa lelah dan capek karena setiap hari kamu nggak ada perubahan sama sekali! ya walaupun sebenarnya bunda mu itu tidak ingin mengeluh karena memang itu sudah menjadi kodrat seorang ibu terhadap anaknya tapi kamu sebagai anak juga harus mengerti perasaan bundamu masa kamu nggak kasihan sama bundamu kalau setiap hari harus teriak-teriak bangunin kamu ditambah lagi kamu tidurnya terlalu nyenyak dan susah sekali dibangunkan tadi ayah pertama kali bangunin kamu aja ayah terkejut karena kamu susah sekali dibangunkan sampai-sampai ayah pun menyerah," ujar ayah lagi, dan Kayla pun hanya terdiam sembari berbicara pada hatinya berarti memang benar kalau semisal ayahnya tadi ikut turun tangan berarti memang dirinya udah keterlaluan karena dia sangat susah sekali untuk dibangunkan. "Maafin adik yang adik memang salah tidak seharusnya adek itu begadang alhasil adik bangunnya jadi kesiangan dan susah sekali dibangunin dan adik juga mau minta maaf sama bunda karena udah bikin bunda setiap pagi harus teriak-teriak untuk membangunkan adik," seru Kayla sembari menundukkan kepalanya karena dia mengakui kesalahannya itu. "Sebenarnya ayah nggak mau bicara ini sama kamu tapi kamu itu sudah besar dan kamu tidak ada perubahan sama sekali! makanya ayah sebagai kepala keluarga di rumah ini harus bisa memberi kamu nasihat biar kamu itu berubah! kamu kan udah besar dan bukan anak kecil lagi harusnya kamu juga bisa berpikir lebih dewasa dan tidak kekanak-kanakan! dan ayah minta sangat sama kamu untuk tidur lebih awal dan jangan begadang untuk hal yang tidak penting apalagi kamu begadang cuman untuk nonton film kalau semisal kamu begadang itu untuk belajar ayah masih bisa mengerti tapi kamu kan tiap malam begadang cuman untuk menonton film kan? Dan itu menurut ayah bukan waktu yang tepat untuk menonton film sana malam hari itu waktunya kita untuk beristirahat biar pikiran dan tenaga kita besoknya segar kembali! Ayah tidak melarang kalau semisal kamu mau menonton film tapi kamu harus bisa mencari waktu yang tepat untuk menonton film bukan malam hari apalagi sampai begadang kayak gitu alhasil paginya kamu sangat susah untuk dibangunin loh dek," ujar ayah yang masih menasehati Putri kecilnya itu dirinya bukannya marah tapi ingin putrinya menjadi orang yang sukses di kemudian hari dan tidak bermalas-malasan. "Iya maaf ya sekali lagi Kayla merasa bersalah dan tidak akan mengulangi lagi Kayla juga akan berusaha untuk berubah seperti apa yang diinginkan ayah biar ayah tidak marah lagi sama aku," balas Kayla. "Ayah tidak mau kamu itu berubah hanya karena ayah bicara ini sama kamu! Tapi ayah ingin kamu berubah itu karena kesadaran diri kamu sendiri bukan karena ayah bilang begini, kalau kamu berubah cuman karena omongan ayah seperti ini pasti lambat laut tidak akan pernah ada perubahan di diri kamu tapi kalau kamu niat berubah karena kesadaran diri kamu dan ingin menjadi lebih baik lagi pasti ayah yakin lambat laut kamu akan bisa menjadi orang yang lebih baik," tegas ayah. Sementara bunda dan bang rival dari tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan antara ayah dan Kayla bukannya mereka tidak ingin ikut urusan ayah dan Kayla tapi mereka sengaja membiarkan ayah menasehati Kayla karena memang Kayla itu semakin hari semakin dewasa tapi tidak ada perubahan sedikitpun. "Dan ayah juga nggak mau kalau kamu cuman minta maaf kalau kamu salah lah itu kamu nggak ada perubahan sama sekali karena meminta maaf itu sama saja kamu bilang kalau semisal kamu nggak akan mengulangi itu dan akan berubah menjadi lebih baik, dan ayah juga udah sering sekali mendengar kamu mengucapkan maaf kepada ayah tapi sejauh ini ayah rasa kamu masih belum ada perubahan sama sekali kemarin-kemarin ayah masih diam ketika kamu suka terlambat dan susah dibangunin serta selalu begadang karena mana ayah ingin menunggu kamu berubah atas kesadaran diri kamu tapi semakin lama ayah perhatikan bukannya kamu berubah tapi malah sama saja," tegas ayah. "Iya yah adek tahu kok untuk saat ini adik tidak akan mengulangi lagi dan adek akan berusaha berubah atas kesadaran adik lagi sekali lagi adek minta maaf karena udah membuat ayah marah sama adik," balas Kayla dengan kepala yang masih menunduk kebawah. "Oke ayah maafkan kamu! Dan ayah akan lihat beberapa hari kedepan perubahan kamu itu kalau semisal kamu masih belum ada perubahan sama sekali berarti ayah ini sudah gagal mendidik kamu dan ayah akan membiarkan kamu sesuka hati karena ayah juga udah menasehati kamu tapi kamunya masih belum ada perubahan maka dari itu ayah tidak bisa memaksa," ujar ayah. Dan Kayla pun tanpa di sadari air matanya pun menetes begitu saja setelah mendengar ucapan ayahnya itu karena sama saja ayahnya itu akan lolos sama dirinya dan tidak akan peduli lagi sama dirinya. "Ayah udah dong kasihan Kayla, sayang kamu jangan nangis gitu! ayah bukan mau memarahi kamu tapi ayah cuman ingin yang terbaik buat kamu kok," seru bunda. "Ya udah sebaiknya sekarang kita sarapan aja udah siang juga nanti pada terlambat," tegas ayah setelah itu Abang rival yang tadinya diam dia pun lalu mengambil nasi dan beberapa laut serta sayuran sementara bunda pun juga mengambilkan nasi untuk suaminya itu namun Kela masih menundukkan kepalanya sembari berusaha mengusap air matanya. "Adik nggak usah nangis ayo cepetan sarapan udah siang nanti kamu terlambat, dan jadi anak nggak boleh cengeng harus bisa kuat karena dunia ini keras, dan jangan jadi orang yang lemah karena kalau kita ada masalah kita harus bisa menghadapi nya," tutur ayah, dan kalaupun hanya menganggukan kepalanya ditekan itu dia pun mengambil nasi dan sayuran selain itu dia pun mulai memasukkannya ke dalam mulut sebenarnya Kayla tidak mood untuk sarapan tapi karena takut kalau ayahnya itu jadi marah lagi sama dia lalu Kayla pun memutuskan untuk tetap memaksakan sarapan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN