Setelah selesai sarapan kayla pun ingin ber pamit kepada ayah bundanya untuk berangkat ke sekolah karena waktu jika udah lumayan siang makanya dia ingin segera berangkat sekolah karena takut kalau nantinya dia terlambat.
"Bunda ayah kayla mau berangkat sekarang ya?" Seru Kayla namun dengan suara yang masih lirik mungkin efek dari dia menangis dan dia pun beranjak dari tempat duduknya menuju ke ayah bundanya untuk bersalaman.
"Kamu mau berangkat sendirian sayang? Atau mau diantar sopir aja?" Tanya bunda kepada Kayla yang hendak mencium tangannya.
"Kayla naik motor aja pun lagian biar lebih cepat kalau naik mobil takutnya nanti jalanan macet alhasil nanti Kayla malah jadi terlambat," banyak sepeda lalu dia pun mencium tangan bundanya itu. Setelah itu pelaku berjalan menuju ke ayahnya untuk berpamitan dan bersalaman.
"Ayah aku mau berangkat sekolah dulu ya!" Udah selalu siap tangan ayahnya, dan ayahnya pun hanya diam alhasil membuat hati Keyla sedikit karena biasanya kalau punya berpamitan dengan ayam ya pasti ayahnya akan berpesan untuk selalu fokus dengan pelajaran dan tidak boleh nakal di sekolahan tapi entah kenapa saat ini ayah cuman diam saja mungkin karena ayah masih marah pada dirinya karena hal tadi itu. Namun ketika kita hendak berbalik tiba-tiba ayahnya bicara dan ia sedikit menjadi lega ternyata ayahnya itu mau bicara lagi sama dia.
"Kamu berangkatnya bareng abang aja nggak usah pakai motor sendirian itu sebagai hukuman kamu karena tadi kamu kesiangan dan mulai sekarang sampai minggu depan kamu diantar dan dijemput oleh Abang kalaupun nanti apa enggak bisa ayah akan mengirim sopir untuk mengantar dan menjemput kamu," tegas ayah, dan sontak kayla pun hanya terdiam dia nggak bisa protes dengan ayahnya yang lagi seperti ini nanti kalau semisal dirinya protes yang ada malah ayahnya makin marah sama dia.
"Lho kok jadi abang sih yah! abang kan sibuk kuliah kenapa harus Abang yang ada antar jemput dia lagian dia kan juga ada mobil sama motor biarkan dia yang bawa sendiri," tutur bang Rifal.
"Udah Abang nurut aja apa yang ayah bilang tadi! kalau Abang nggak mau nggak papa nanti Abang juga enggak usah pakai mobil sama motor Abang biar sekalian Abang diantar jemput sama sopir, lagian ayah nyuruh Abang antar sama jemput Kayla kan kalau Abang itu ada waktu luang kalaupun tidak nanti biar sopir yang antar jemput dia," tutur ayah.
"Kok gitu sih ya kan di sini yang salah adek kenapa Abang harus kena juga, lagian nggak mungkin juga kalau Abang pergi sama pulangnya dijemput sama diantar sopir toh pasti Abang kalau kuliah juga ada belajar kelompok sama meeting diadakan di luar," ucap bang rifal mencoba protes kepada ayahnya karena kalau selesai dirinya harus mengantarkan pasti akan jadi ribet.
"Itu mah masalah yang kecil kalau semisal Abang mau kemana-mana nanti Abang tinggal telepon pak sopir dia akan tempe 24 jam buat abang, itu berlaku kalau semisal apa nggak mau antar jemput adik kamu! Abang sekarang mau pilih yang mana keputusan ada di tangan Abang dan nggak bisa diganggu gugat apa yang ayah bilang tadi!" Tegas ayah, dan abang pun dibuat pusing dengan ucapan ayah itu dia bingung harus memutuskan yang mana.
"Ya udah lebih baik Abang yang antar jemput adik tuh itu kan kalau semisal Abang lagi ada waktu luang Kan yah? Daripada nanti abang enggak boleh bawa motor atau mobil Abang nanti abang malah yang jadi repot sendiri," balas bang Rival. Dan bunda pun saat ini ingin bicara kepada suaminya itu mengenai keputusan yang iya tetap kan tadi.
"Ayah yakin dengan yang diucapkan ayah tadi itu? Emang ayah nggak kasian apa sama mereka kan jadinya mereka jadi ribet karena Abang harus antar jemput adik sebentar adik juga harus menunggu Abang untuk mengantarkan menjemput dia," tutur bunda merasa kasian Kepada kedua anaknya itu.
"Enggak kok bun itu keputusan sudah bulat menurut ayah karena dengan adik nanti diantar jemput oleh Abang pasti adikku akan jauh lebih tertib lagi dan dia akan bangun lebih pagi karena kalau tidak nanti nanti abangnya juga akan terlambat kan," ujar ayah, dan kalaupun sedari tadi hanya diam saja dia tidak bisa bicara apapun.
"Ya udah sebaiknya kalian berdua segera berangkat ini juga udah siang nanti kalian berdua marah terlambat dan abang sebelum berangkat ke kuliah Abang entar dulu adeknya sampai ke depan pintu gerbang sekolahan dan nanti kalau abang udah pulang lebih awal Abang nggak lupa untuk menjemput adik," ujar ayah.
"Ya udah kalau begitu Abang mau pamit dulu, assalamualaikum," tutur bang Rifal lalu mencium tangan ayah bundanya setelah itu dia pun bergegas keluar rumah dan disusul oleh Kayla yang sedari tadi hanya diam saja. Dan sesampainya di halaman depan sang rival kung lalu masuk kedalam mobilnya setelah itu Keyla pun segera masuk ke dalam tapi dia dari tadi hanya diam saja karena dia hari ini sedang tidak mood selain tadi dimarahin ayahnya dia harus menerima peraturan baru sama ayahnya kalau dia nggak diperbolehkan membawa mobil ataupun motornya untuk ke sekolahan dan dia harus dijemput dan diantar oleh abangnya ataupun sopir pribadi ayahnya itu.
Dan selama perjalanan menuju ke sekolahannya Kayla bang rival dan kalaupun hanya saling diam sebenarnya Abang rival itu merasa kesal dengan adiknya itu karena gara-gara dia dirinya harus mengantar dan menjemput dia di sekolahan dan itu akan membuat waktu dia menjadi ribet namun di sisi lain dia juga merasa kasihan dengan adiknya itu karena semenjak tadi dia dimarahin sama ayahnya telah menjadi pendiam ditambah lagi dia tidak boleh membawa motor serta mobilnya ke sekolahan.
"Kenapa diam aja dari tadi dek?" tanya abang rival mencoba mencairkan suasana dan biar adik nya itu tidak merung lagi, karena kesal kesal nya seorang Abang kepada adiknya pasti ada rasa kasihan juga ketika melihat adiknya bersedih seperti ini.
"Nggak papa kok," balas Kayla lirih dan mencoba untuk memaksakan senyumnya namun bang rival tahu kalau semisal adiknya itu sebenarnya sangat sedih karena kejadian tadi pagi dan dia juga memaksakan untuk terus biar dirinya tidak khawatir sama kayla.
"Udah kamu Jangan pikirkan apa yang ayah katakan tadi! soalnya menurut Abang ayah itu tadi nggak marah kok sama kamu, tapi beliau cuman ingin kamu itu menjadi lebih baik lagi dan mau berubah karena kamu kan juga udah besar juga biar kamu itu bisa mandiri dan kekanak-kanakan lagi," jelas bang Rival.
"Iya adik tahu kok bang makanya adik menerima konsekuensi apa yang ayah berikan kepada adek tadi," balas Kayla singkat. Dan sontak membuat bang rival jadi tak tega melihatnya biasanya adiknya itu selalu ceria jerawat kepada dirinya tapi saat ini dia jadi sering melamun dan menjadi seorang yang sangat pendiam dan irit bicara tapi mau bagaimana lagi itu semua juga demi kebaikan dia ayahnya melakukan itu karena ingin berubah menjadi lebih baik dan bisa berpikir lebih dewasa serta tidak kekanak-kanakan lagi karena semakin lama juga semakin bertambah.
"Kamu jangan jadi diem gitu dong! kan Abang jadi gimana biasanya juga kamu selalu cerewet dan cicilan tapi kenapa sekarang malah jadi gini kayak gini!" Seru bang rifal sembari fokus mengemudi mobil nya.
"Gak papa kok bang cuman lagi malas aja bicara," balas Kayla.
"Yakin kamu? Bukan gara-gara ayah tadi kan?" Tanya bang rifal memastikan.
"Enggak kok bang, lagian disini adek yang salah jadi wajar kalau semisal ayah seperti itu sama adek," balas adek.
"Kamu gak usah terlalu dipikirkan ucapan ayah tadi ya, karena Abang yakin ayah gak marah kok sama kamu kan kamu itu putri kesayangannya ayah mana bisa ayah marah sama kamu," tutur bang rifal mencoba membuat Kayla tersenyum.
"Iya bang, Kayla gak papa kok Abang tenang saja" seru kayla menyakinkan abangnya itu bahwa dia baik-baik saja yang sebenarnya dia masih sedih karena udah ayahnya tadi tapi bagaimana lagi ini semua juga salah dia.
"Okelah kalau begitu, tapi pesan Abang sama kamu kamu harus bisa menjaga kepercayaan dari ayah tadi dan buktikan kepada ayah kalau kamu itu bisa berubah biar ayah tidak marah sama kamu dan biar ayah tetap peduli sama kamu lagi karena Abang juga yakin kamu pasti bisa kok berubah menjadi lebih baik tetap semangat adikku sayang!" Tegas bang Rival menyemangati adiknya itu biar bangkit dan tidak bersedih lagi karena dia tidak tega jika melihat adik satu-satunya itu bersedih seperti ini.