Dan tak lama kemudian akhirnya Abang Rival dan Keyla pun telah sampai di sekolahannya lalu bang rifal pun segera menurunkan Kayla di parkiran sekolah karena setelah itu bang Rival akan pergi ke kampusnya namun sebelum bang Rival menurunkan Kayla dan Rifa terlebih dahulu mengamati Kayla yang sedari tadi hanya diam saja tanpa mengeluarkan kata-kata apapun padahal biasanya kalau udah sampai di sekolah kayak gini pasti akan sangat cerewet sama abangnya itu tapi mungkin karena kayla masih memikirkan perkataan ayahnya tadi dia jadi agak pendiam.
"Dek udah sampai kamu mau turun enggak kok dari tadi malah diam aja?" Ujar bang Rival kepada kayla karena abang Rival tadi menunggu namun karena hanya diam saja sembari menatap kosong ke depan.
"Oh ternyata udah sampai bang? kenapa Abang nggak bilang dari tadi?" Balas Kayla terkejut karena dia tadi sedikit melamun makanya dia tidak mendengarkan perkataan abang nya itu.
"Iya adik kita udah sampai dari 5 menit yang lalu tapi kamu sudah dari tadi hanya diam bengong saja! Abang aja tadi bicara aja tapi adik malah diam dari tadi kenapa sih kamu masih memikirkan perkataan ayah tadi?" Tanya bang Rival sembari menatap kearah Kayla.
"Enggak kok bang ilang enggak apa-apa ya udah kalau begitu Keyla turun dulu ya, bay Abang," tutur kata yg lalu dia pun keluar dari mobil abangnya itu sementara Abang Rival pun masih enggan untuk meninggalkan sekolahan itu karena dia masih ingin melihat adiknya itu sampai di kelasnya.
"Sampai segitunya kamu dek padahal tadi ayah cuman menasehati kamu tapi kayaknya kamu jadi kepikiran terus kayak gitu, aktor jadi kasihan melihat kamu kayak gitu biasanya kamu selalu yang cerewet tapi tadi kamu jadi sosok yang sangat pendiam abang jadi enggak tega kalau semisal Abang harus ngekost nantinya Abang nggak bisa membayangkan kamu bagaimana," ujar bang rifal, setelah itu bang Rival pun memutuskan untuk meninggalkan halaman sekolah Kayla dan bagikan menuju kampusnya.
Sementara saat ini Kayla tengah berjalan di koridor sekolah untuk menuju ke kelasnya, namun suasana hatinya lagi tidak bersahabat hal itu membuat Kayla pun menjadi sangat pendiam dan sering sekali melamun. Dan sekarang ini Kayla tengah dipanggil oleh temannya Sarah namun dia hanya diam saja dan terus fokus berjalan ke depan tanpa sedikitpun menoleh kebelakang karena terlalu memikirkan hal itu dia sampai tidak mendengar Sarah memanggilnya. Kali ini Sarah hanya sendirian biasanya dia selalu dengan Bela dan dikarenakan beda tengah mendapatkan hukuman skors selama 1 hari maka nya bila hari ini tidak berangkat sekolah dan sarapan hanya sendirian.
"Kayla!" Sarah dari kejauhan namun Kayla masih tidak mendengar panggilan dari Sarah alhasil Sarah pun memutuskan untuk berlari mengejar Kayla yang sudah berjalan di depan.
"Lu itu denger enggak sih! gue dari tadi udah manggil lo terus tapi kenapa lo gak noleh sih bikin gue emosi aja!" Tegas Sarah merasa kesal pada karena dari tadi dia sudah banyak mengeluarkan tenaga nya hanya untuk memanggil kayla namun Kayla tidak mendengar ucapannya itu melainkan dia malah terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya.
"Hah Lu tadi manggil gue ya? Kok gue nggak denger sih mungkin lu manggil gue lirih makanya gue jadi nggak dengar maafin ya!" Ujar Kayla santai tanpa merasa salah sedikit pun.
"Lirih apaan gue dari tadi udah teriak-teriak sampai pita suara gue mau putus! lo nya aja yang gak dari tadi bikin emosi aja! Untung gue ini orangnya sabaran kalau nggak udah gue jadiin perkedel! Ucap Sarah saking kesalnya dengan Kayla.
"Masa sih tapi beneran gue nggak denger lo manggil gue makanya gue tadi nggak berhenti dan tidak menoleh kearah lo! Jangan marah-marah gitu juga napa nanti cepat tua lo maafin gue ya," balas Kayla.
"Lu sebenarnya kenapa sih? Enggak seperti biasanya! Apa lu sedang ada masalah ya? Soalnya kalau gue lihat lo itu sedang banyak pikiran dan kelihatannya juga nggak fokus pasti waktu gue panggil loh tadi mungkin lo lagi ngelamun makanya lu nggak dengar kalau gue panggil-panggil dari tadi," tukas Sarah.
"Nggak kok nggak lagi ada masalah mungkin karena terlalu banyak pikiran aja makanya jadi nggak denger tapi kalau panggil tadi udah lah sebaiknya kita segera ke kelas bentar lagi pasti bel masuk berbunyi," tutur kayla.
"Bentar napa lagian gue masih penasaran sama lo! Karena gue tahu kalau misalnya gitu cuman berbohong sama gue udah lah cepetan lu cerita aja sama gue lo ada apa tahu betul itu orangnya gimana dan kelihatannya hari ini lu juga enggak lagi bersemangat kayak gitu lho ada masalah kan?" Tutur Sarah yang tahu betul gimana sifat Kayla karena mereka bertiga itu sudah bersahabat lumayan lama juga makanya udah mengerti sifatnya satu sama lain.
"Apaan sih mau Beneran nggak lagi ada masalah apa-apa udahlah enggak penting juga sebaiknya kita ke kelas yuk udah siang ini loh," balas kayla masih mengelak bukannya tidak mau bercerita tapi kali ini Kayla lagi nggak mood untuk bicara panjang lebar.
"Pokoknya aku nggak mau tahu lo harus cerita sama aku sekarang karena aku tahu betul kalau semisal lo itu sekarang ini sedang ada masalah itu percuma juga kita masuk ke kelas karena tadi ada teman kita sekelas yang bilang sama gue kalau pelajaran pertama kita kosong karena guru yang mengajar sedang tidak masuk jadi lu nggak ada alasan lagi untuk tidak mau bercerita sama gue, dan kalaupun lu masih kakak nggak mau bercerita sama gue oke nggak papa fine! Tapi lu nggak usah panggil gue sahabat lu lagi karena aku udah nggak mau berbagi cerita sama gue lagi," tegas Sarah kepada Kayla dengan tatapannya yang sangat cantik sekali dia bicara itu bukan mau bercanda atau main-main saja karena sarah itu tipe orang yang tidak suka kalau semisal melihat sahabatnya itu bersedih apalagi kalau dirinya sampai tidak mengetahui penyebab dia jadi bersedih seperti ini pasti dia akan merasa tidak berguna sebagai sahabatnya Kayla karena bukankah seorang sahabat itu saling ada ketika kita susah maupun senang dan selalu berbagi cerita dan menguatkan satu sama lain?.
"Ih kok lo gitu sih! Lu sama Bella itu udah gue anggap seperti saudara gue sendiri bukan hanya sekedar sahabat jadi mana mungkin gue sama lu tiba-tiba jadi orang asing gue nggak terima lah, dan denger ya saat ini kalau kita mencari teman yang benar-benar mau menerima kita apa adanya itu sangat sulit sekali bahkan bisa dibilang jarang karena banyak dari mereka hanya bermuka dua ketika di depan kita dan mereka juga banyak yang tidak bisa menerima kekurangan kita," jelas Kayla.
"Ya udah sebaiknya lo itu cerita sama gue lo sedang ada masalah apa? Kalau semisal lu menganggap gue ini sahabat ataupun bahkan saudara sendiri pasti lu juga akan bercerita kepadaku Kalau sebentar lho itu ada masalah kalau nggak mau bercerita gue ngerasa nggak pantas disebut sahabat lu karena gue nggak ada ketik kalau itu susah gue nggak mau kayak gitu dan Lu tau sendiri kan itu orangnya gimana jadi plis gue mohon sama lu, lu nggak usah sembunyikan sesuatu dari gue maupun dari pihak karena itu percuma kan kita udah berteman juga udah lumayan lama jadi lu tahu betul itu gimana, apa ini masih ada sangkut-pautnya dengan si Aska itu?" ujar Sarah dengan raut wajah yang serius.
"Gue bukan nggak mau cerita sama lo tapi gue lagi enggak mood bercerita aja tuh gue masih menganggap Lo sama Bella itu sahabat gue jadi menangis aku ingin menjauhi kalian berdua termasuk lho dan ini semua nggak ada sangkut-pautnya dengan Aska jadi stop lo cepet lama itu di depan gue karena aku nggak mau ada masalah lagi sama dia," seru Kayla.
"Ya terus karena apa lu ternyata dong sama gue? Dan kalaupun Lo gak segera cerita sekarang ku yakin nanti lu nggak akan kita sama gue karena pasti lu itu akan mencari alasan lagi alhasil nggak jadi cerita sama gue, grip bisa bilang begitu karena aku udah mengalami itu beberapa kali dan gue pun selalu ketipu sama ucapan lu tapi untuk saat ini gue tidak akan biarkan itu sampai terjadi!" Seru Sarah.
"Ya udahlah kalau memang lu enggak mau cerita sama aku ya enggak papa toh percuma juga gua terlalu maksa sama lo nanti yang ada lho malah tertekan sama gue, terserah kamu juga mau ngapain gue juga nggak penting kan di hidup loh sampai-sampai lo juga nggak percaya kayak gitu sama gue, ya udahlah lo baik-baik saja ya di sini gue mau cabut," seru Sarah yang sudah merasa capek sekali karena sedari tadi Kayla tidak kunjung bercerita sama dia, dan dia pun juga sedikit merasa kecewa sama Nayla karena waktu dirinya ada masalah pasti dia selalu menyempatkan diri untuk bercerita kepada dua sahabatnya itu, tapi berbeda dengan Kayla dia terkadang sering sekali menyembunyikan permasalahan itu dan selalu memendam nya sendiri sehingga teman-temannya pun jadi tidak tahu masalah dia mungkin karena dia tidak ingin merepotkan sahabatnya tapi hal ini malah justru membuat bela dan Sarah merasa bersalah karena sebagai sahabat dia tidak tahu apa-apa tentang Kayla.