Bab 44

1491 Kata
Setelah itu Sarah memutuskan untuk mulai berjalan meninggalkan Kayla sendirian di situ bukan karena apa tapi Sarah merasa kecewa aja dengan sikap Kayla yang tidak mau terbuka dengan sahabatnya itu padahal niat salah itu baik dia tidak ingin kalau semisal Kayla merasakan kesedihan nya itu sendiri padahal di sini ada sahabatnya yang selalu ada untuk dia dan Sarah ingin kalau semisal Kayla itu selalu berbagi masalah juga dengan dia bukan hanya waktu Kayla bahagia dirinya selalu ada untuk dia karena dia merasa gagal jadi seorang sahabat Kalau dia sampai membiarkan sahabatnya itu bersedih yang lebih parahnya dirinya tidak tahu hal itu karena apa. "Sarah tungguin gue dong kok lu jadi ngambek begini sih!," Ujar Kayla sembari mengejar Sarah yang mulai berjalan menjauh dari dia. "Ada apa lagi sih kay? Lagian nggak ada gunanya juga kan gue ada di situ tadi tuh gue juga enggak menganggap gue sebagai sahabat lu kan yang tanya gue cuman menyuruh untuk bercerita mengenai masalah yang sedang lu alami tapi lu nggak mau jadi buat apa gue ada disitu buang-buang waktu aja!" Tegas Sarah. "Ih bukannya gue nggak mau bercerita sama lo tapi gue itu terkadang merasa nggak enak kalau harus merepotkan lu sama Bella panah kan gue nggak mau kalau kalian juga jadi ikut sedih karena memikirkan masalah gue ini," balas Kayla. Dan sontak Sarah pun menjadi semakin kesal dengan jawaban yang dilontarkan oleh Kayla padahal yang namanya sahabat itu harus selalu ada di saat senang maupun susah tapi kenapa dia bisa bisanya bilang seperti itu. "Lu sadar nggak sih apa yang lo ucapkan tadi! Kita udah temenan itu juga udah lumayan lama dan arti dari sebuah persahabatan itu bukan hanya sekedar kata-kata atau sebuah kalimat yang mudah di lontarkan di mulut tapi kalau kita memaknai arti persahabatan pasti lu tahu maksudnya apa! Gini aja deh biar makin paham gue jelasin kalau menurut gue persahabatan itu sebuah pertemanan yang selalu ada ketika kita susah maupun senang dan selalu mensupport kita dimana pun kita berada dan dalam keadaan apapun selagi itu masih berada di jalan yang benar dan selain itu persahabatan itu harus menerima kekurangan dan kelebihan teman kita sendiri dan dia harus rela direpotkan apalagi ketika seperti lo saat ini ketika lo ada masalah harus nyala itu selalu berbagi cerita masalah itu sama sahabat lu bukan hanya dipendam sendiri kalau selalu memendam masalah sendiri sahabat itu nggak tahu apa yang sedang loh alami alhasil mereka merasa bersalah karena gagal menjadi sahabat lo karena mereka nggak tahu apa-apa tentang lo sama sekali," jelas Sarah panjang lebar penuh penekanan. "Iya gue minta maaf sama lu tapi maksud gue begini itu bukan berarti gue nggak mau bercerita sama lu mengenai permasalahan gue tapi gue rasa setiap orang itu juga pasti punya masalah tersendiri dan gue nggak mau membebankan masalah gue sama kalian karena gue nggak mau kalian itu ikut pusing juga karena ikut mikirin masalah gue jadi gue harap lu bisa ngertiin apa yang gue maksud itu dan Jangan berpikir seperti itu kalau semisal gue itu nggak nyangka plus seperti sahabat gue karena itu salah lo sama bela itu udah gue anggap seperti saudara gue sendiri," tutur Kayla. "Berarti egois dong lu memikirkan sesuatu itu cuman dari sisi lo sendiri tapi tidak dengan sisi orang lain lu beli aja bicara seperti itu mungkin maksud lo baik tapi enggak dengan pemikiran kita, kita nggak akan pernah merasa di merepotkan sama lu karena lu aja kalau gue sama bela ada masalah lo pasti selalu ada buat kita masak sekarang lo yang ada masalah tapi kita nggak tahu apa-apa," tegas Sarah. "Bukan begitu sar harus ngertiin gue dong! Lagian masa gara-gara hal sepele seperti ini gue jadi marah sama gue sih lagian kita jarang sekali lho sampai marahan kayak gini sebaiknya udahlah lupakan saja kita kakak saja yuk gue lagi enggak mau berdebat sama lo karna gue nggak mau kalau nanti kita malah jadi berantem alhasil kita malah saling marahan," ujar Kayla, dia bilang begitu karena memang saat ini kepalanya terasa pusing memikirkan permasalahan yang sudah terjadi dengan dia baru aja kemarin di ada masalah sama Aska ditambah lagi tadi pagi dia dimarahin sama ayahnya masa sekarang dia harus berantem sama sahabatnya sendiri sih. "Ah lu bilang cuman masalah sepele? Lu tahu maksud gue nggak sih Kay? Oke gue udah berusaha untuk ngertiin ucapan lu tadi tapi coba sekarang lu bisa nggak ngertiin ucapan yang gue dari tadi katakan itu atau kalau nggak berada di posisi gue ini yang selalu tidak tahu apa-apa saat Lo sedih ada masalah seperti ini," ucap Sarah semakin dibuat kesal dengan ucapan Kayla yang menyepelekan dirinya itu. "Iya udah kalau gitu gue minta maaf sama lo kalau gue tadi ada salah, udah ya jangan diperpanjang lagi gue nggak mau harus berantem sama sahabatku sendiri sebaiknya kita masuk ke dalam kelas yuk bagian koridor sekolah juga udah sepi semua murid udah pada masuk kedalam kelasnya," seru Kayla dengan nada yang masih biasa saja karena memang saat ini dia tidak sedang emosi mungkin karena terlalu banyak masalah Alhasil yang membuat dia nggak bisa emosi. "Udahlah enggak perlu kan aku bisa masuk ke dalam kelas sendiri," Inneke Sarah lalu dia pun meninggalkan kelas sendirian di situ dengan perasaan sangat kecewa dengan Kayla yang masih keras kepala tidak mau bercerita mengenai masalahnya mungkin Sarah itu dibilang egois emang iya karena dia egois juga demi kebaikan Kayla, dia nggak mau kalau kayak lebih sedih sendirian seperti ini jadi tanya kalau semisal dia mau berbagi cerita kan Sarah bisa menghibur dia biar dia tidak berlarut-larut dalam masalahnya itu. "Sarah tungguin gue dong kok lu jadi kan begini sih gue kan udah minta maaf sama lo!" Ujar Kayla lalu dia pun memutuskan untuk menyusul karena dia nggak mau kalau hubungan persahabatannya dengan Sarah bubar begitu saja apalagi cuman gara-gara hal sepele seperti tadi itu. "Apa aku emang salah ya karena gue nggak mau bercerita sama Sarah mengenai masalah gue? Padahal niat gue di sini gue nggak mau kalau semisal Sarah jadi ikut sedih karena memikirkan masalah gue," seru kelas sembari berjalan menuju kelasnya mengejar Sarah yang duluan meninggalkan dia. Dan setelah sampai di kelas Sarah pun memutuskan untuk langsung duduk di bangkunya kebetulan dia itu satu bangku dengan pakailah alhasil mau gimana lagi mau tak mau dia harus duduk di situ ya walaupun ada bangku kosong milik bila tapi saat ini tengah diduduki oleh teman cowoknya itu yang sangat menyebalkan makannya Sarah jarang sekali mau bicara sama dia karena kalau dia berinteraksi sama cowok itu yang ada dirinya malah jadi tekanan darah tinggi karena terlalu emosi menghadapi dia, terkadang dia juga lebih memilih untuk menghindar daripada harus berhadapan langsung dengan dia bukan karena takut tapi malas saja berdebat dengan orang seperti dia itu. "Sumpah gue nggak habis pikir sama pemikirannya Kayla bisa-bisanya dia berpikir seperti itu padahal kan katanya dia udah menganggap gue sama Bella itu saudaranya sendiri harusnya dia itu berbagi cerita dong kalau dia sedang ada masalah kayak gini bukan malah diam saja kan kalau kayak gini yang ada gue merasa gagal sebagai sahabatnya karena tidak tahu apa-apa ketika dia sedang bersedih seperti ini dan gue juga tidak bisa menghibur dia karena gue sendiri juga nggak tahu masalah dia itu apa," ujar Sarah dengan rasa masih kecewa dengan kayla, dan tak lama kemudian telepon masuk ke dalam kelas dan dia pun langsung duduk di samping Sarah di bangkunya itu. Sementara Sarah memilih untuk menyibukkan diri dengan ponselnya. "Halo kok main pergi aja sih nggak nungguin gue? Dan lu kenapa mau malah jadi ngambek sama gue kan maksudku itu juga baik sama lo gue juga sangat berterima kasih karena mau mendengarkan keluh kesah gue tapi gue cuman enggak mau merepotkan lu aja karena gue nggak mau menambah beban pikiran lo," tutur kayla namun tidak digagas sama sekali dengan Sarah. "Sarah gue lagi bicara lu sama lu kenapa lu malah diam saja dan enggak mendengarkan seperti itu, itu namanya enggak sopan tahu oke gue di sini salah makanya gue mau minta maaf sama lo dan harusnya lu juga memaafkan gue kan bukan kah Kalau ada orang yang meminta maaf itu kita harus bisa memaafkan Allah SWT sang pencipta aja mau memaafkan umatnya masa kita sebagai umatnya tidak mau memaafkan kesalahan sesama umat," ujar Kayla panjang lebar tapi kali ini masih sama seperti tadi Sarah malah semakin fokus dengan ponselnya dia tidak menggubris sama sekali ucapan Kayla. Alhasil membuat Kayla yang menjadi setengah sedih dan kesal dengan reaksi sahabatnya itu padahal jarang sekali lu mereka bertengkar tapi kenapa malah jadi seperti ini pada menurut dia itu cuman masalah sepele aja dan nggak perlu di besar-besarkan seperti ini kalau pun juga merasa masalahnya semakin bertambah satu aja belum selesai tapi ada masalah baru hal itu membuat kepalanya ingin pecah. "Please dong sar jangan kayak gini itu nggak mau kalau semisal lu sama gue jadi berantem kayak gini apalagi sampai marahan karena aku paling nggak suka kalau di diemin sama orang lain apalagi sama sahabat gue sendiri," tegas Kayla menahan air matanya agar tidak jatuh di pipinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN