Bab 45

1473 Kata
Sarah yang sedari tadi masih fokus dengan ponselnya ke itu dia sedikit melirik matanya kearah Kayla yang kelihatannya sedang menahan air matanya agar tidak jatuh sebenarnya Sarah tidak tega ketika melihat kelas seperti ini tapi kalau kalian nggak di diemin seperti ini maka dia enggak akan sadar dengan sikapnya itu dan pasti sampai kapanpun dia akan terus-menerus memendam masalahnya itu sendirian dan tidak mau bercerita kepada orang lain sebenarnya niat kelas juga baik enggak mau merepotkan orang lain tapi kita sebagai diri sendiri nggak boleh egois juga kalau kita terlalu banyak menyimpan masalah nanti kita bisa stress sendiri dan alangkah baiknya kalau kita itu menceritakan permasalahan kita kepada orang yang sudah kita percayai karena dengan kita bercerita kepada orang lain itu akan mengurangi rasa stress dan bisa jadi orang itu justru ngasih saran kepada kita untuk menyelesaikan permasalahan itu, Jangan cuman dilihat dari sisi negatifnya tapi kita bisa mengambil itu semua dari sisi positifnya. "Sebenarnya gue juga nggak mau berantem sama lo tapi lo kalo nggak diginiin terusnya lu bakal enggak mau cerita masalah lu sama gue Dan lo akan selalu menyembunyikan masalah itu sama gue, bahkan mungkin melihat lo itu bagus nggak ingin merepotkan orang lain tapi kan gue tadi juga udah beberapa kali bilang kalau semisal gue itu nggak pernah merasa direpotkan sama lu karena lo itu sahabat gue jadi buat apa sih gue merasa direpotkan sama lo kalau pun gue direpotkan sama lu gue pasti akan senang karena menurut gue itu berarti Lo masih membutuhkan gue dan menganggap gue sebagai sahabat Lo," tegas Sarah yang akhirnya tidak dikaji harus mendiamkan kayla terlalu lama karena lelah juga udah hampir menangis jadi dia tidak tega kalau harus melihat Kayla menangis di depan dia. "Iya gue mau minta maaf sama Lo! Ya udah deh sini aja daripada lu nantinya marah sama gue Dan lo malah diemin gue, gue akan cerita masalah gue sama lu yang sebenarnya," ujar Kayla akhirnya dia mau mengalah alhasil membuat Sarah pun dikit lega ternyata setelah perdebatan panjang akhirnya saya pun mau menceritakan masalahnya dia. "Nah gitu dong dari tadi jadinya kan gue sama lu nggak perlu berdebat panjang," balas Sarah lalu dia pun menaruh ponselnya dan merubah posisi duduknya menghadap ke Kayla karena sebentar lagi akan menceritakan permasalahan yang sama dia makanya dia ingin mendengarkan cerita secara seksama. "Jadi gini tadi pagi itu seperti biasanya gue susah dibangunin dan biasanya kan yang bangunin ku itu bunda tapi ternyata ayah gue juga ikut turun tangan bangunin gue dan ini pertama kalinya ayah itu bangunin gue juga terkejut waktu melihat ayah ada di kamar gue dan gue sedikit merasa was-was karena pasti ayah akan marah sama gue kalau dia tahu gue suka susah banget dibangunin dan kesialan dan benar saja waktu sarapan tadi pagi ayah marah sama gue karena sering susah banget dibangunin dan bikin bunda ya pagi harus teriak-teriak selain itu juga karena gue kamu malam suka begadang nonton film makanya ayah jadi marah sama gue gue dari tadi dimarahin sama ayah terus waktu dari awal sarapan sampai selesai dan gue pun juga dikasih tantangan sama ayah kalau semisal seminggu ke depan gue nggak ada perubahan dan nggak mau bangun pagi ayah nggak akan peduli sama gue lagi pun nggak mau kalau itu sampai terjadi karena aku nggak mau kalau ayah jadi dingin sama gue selain itu juga ayah menyita motornya mobil gue dan gue pun kalau setiap pergi dan pulang sekolah harus diantar dan dijemput oleh Abang Kalau aku nggak bisa baru diantar sama dijemput oleh sopir pribadinya ayah makanya dari tadi gue cuman diem karena baru pertama kali ini ayah segitunya sama gue biasanya juga ayah nggak pernah marah sampai segitunya," jelas kayla panjang lebar sembari mengingat kejadian tadi membuat dirinya menjadi semakin sedih lagi. "Oh ternyata gara-gara itu kamu dari tadi itu sedih dan jadi melamun terus, tapi kalau menurut gue tapi sebelumnya gue mau minta maaf sama lu bukannya gue mau membela ayah lu atau gimana gimana sama lo tapi di sini memang yang salah itu lu sendiri karena lu kan sudah sering sekali bangun kesiangan sampai-sampai bunda lu juga sering teriak gue kan waktu itu juga pernah menghampiri lu dan gue tahu gimana waktu bunda lu itu berusaha untuk bangunin lu ternyata selain bila yang sangat susah dibangunin lo juga kayak gitu dan menurut gue sebaiknya memang Lo itu harus mengurangi nonton film dulu anakan kalau lu udah nonton film pastilah akan lupa waktu, dan sampai sampai lu begadang juga bahkan sampai pagi dan menurut gue pantas saja kalau semisal lo jadi telat bangunnya dan itu pun menurut ayah Lu pasti enggak penting juga kan nonton filmnya karena menurut gue ayah lo itu tipe orang yang sangat disiplin dan tekun sekali," balas Sarah. "Iya gue tahu gue tadi juga udah minta maaf sama ayah dan bunda karena udah bikin mereka jadi kecewa tapi lu tau sendiri juga kan kalau gue tuh kalau udah nonton film harus sampai tamat dulu kalau nggak gue nanti lupa sama episode sebelumnya," seru Kayla. "Kalo mau nonton film itu sebaiknya lu dari waktu yang luang seperti waktu weekend atau libur sekolah atau gimana kek jangan malam, malam kan waktunya untuk lu istirahat harusnya lu bisa memanfaatkan waktu lo itu dengan sebaik mungkin jangan marah dibuat begadang hasil baginya lu susah dibangunin kan dan tadi lo dimarahin sama ayah lu juga kan," tegas Sarah. "Iya sih memang gue itu salah tapi gue harus gimana dong saat ini kelihatannya ayah juga marah sama gue tadi habis marahin gue ayah juga cenderung lebih diam sama gue biasanya ayah sering manjain gue tapi tadi pagi tidak," ucap Kayla. "Kalau menurut gue sih sebaiknya lu jalankan amanat yang kaya lu balikan sama lu itu dan buktikan kepada ayah lu kalo itu bisa berubah dan pesan kue untuk saat ini sebaiknya setiap malam harus tidur lebih awal dan jangan nonton film apa lagi sampai begadang biar paginya lu itu tidak kesiangan dan mudah untuk dibangunkan lain itu supaya bunda lu juga nggak usah teriak-teriak untuk bangunin lu kasian juga kan selalu kalau harus tiap pagi teriak-teriak untuk membangunkan lu yang super sangat susah dibangunin ini," seru Sarah. "Iya deh gue yang akan berusaha untuk berubah demi ayah biar ayah nggak marah lagi sama gue kan aku nggak mau kalau habis dimarahin ayah terus nggak enak tahu," balas kayla. "Kalau mau kerja itu niat dari sendiri dan untuk diri sendiri bukan karena orang lain kalau lu berubah untuk orang lain yang ada nanti nggak bisa cepet ada perubahan sama sekali tapi kalau dalam diri lo itu ada keinginan untuk berubah ku yakin pasti lambat laut ke pasti bisa," tegas Sarah. "Iya deh semoga saja aku bisa berubah dan semoga saja mulai malam nanti gue nggak nonton film lagi," tutur Kayla yang ingin merubah dirinya menjadi lebih baik agar tidak mengecewakan banyak orang dan membuat semua orang menjadi susah karena dirinya itu dan kelakuannya. "Sekarang aku mau tanya sama lo gimana rasanya setelah lu cerita sama gue?" Tanya Sarah mengetes Kayla. "Udah agak membaik sih rasanya sedikit lega aja dan selain itu gue juga bisa tahu apa yang harus dilakukan kedepannya karena saran lu tadi," balas Kayla. "Nah itu Lu tahu tadi gue bilang begitu karena gue cuman ingin lo itu tidak terlalu bersedih kepanjangan dan kalau kalau itu sering masalah sama gue setidaknya diri lo itu sedikit lega dan tidak terlalu banyak menahan beban karena sesuatu yang dipendam sendiri itu juga nggak baik tapi kalau terlalu dikeluarkan juga nggak baik jadi seperti takaran nya saja gak berlebihan dan gak kurang," tegas Sarah. "Iya ternyata tapi gue tadi enggak mau cerita sama lu yakin bukan karena aku itu nggak percaya sama lu ataupun itu tidak menganggap lo sahabat gue tapi gue cuman enggak mau membuat lu jadi nambah beban pikiran saja," tukas Kayla. "Iya gue tahu kok tapi lain kali lu jangan simpan masalah lu sendiri ya karena di sini itu ada sahabat gue Dan bela yang selalu ada buat lo ketika lu sedih maupun senang dan kalaupun lo ada masalah gue sama bela akan yang paling depan untuk membela lu," tutur Sarah. "Iya iya aku percaya itu kok, sayang banget deh sama kalian gue harap Lu jangan marah-marah kayak tadi lagi ya! Gue gak mau kalau kita harus berantem gara-gara hal seperti kita di apalagi sampai kita jadi bubar persahabatan," ujar Kayla lalu memeluk tubuh Sarah. "Iya-iya," balas Sarah sembari memeluk kembali tubuh kayla dan mengelus-elus punggung nya. "Udahlah jangan jadi lagi nanti dikira gue ngapa-ngapain lo malahan," tegas Sarah lalu mereka pelukannya. "Sekali lagi gue berterima kasih sama Lu karena lo udah mau mendengarkan cerita gue tadi dan selalu ada buat gue," jelas Kayla. "Udahlah jangan berterima kasih terus capek gue dengernya hahaha," balas Sarah lalu tertawa kemudian Kayla pun juga ikut tertawa padahal di sini enggak ada yang lucu tapi entah kenapa rasanya ingin tetap aja ketika melihat Sarah tertawa bukan karena gila ya!.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN