Di satu sisi saat ini dimas Roni dan Aska tengah berada di kantin mereka bertiga sedang nongkrong sembari pesan sarapan karena tadi pagi mereka bertiga tidak tempat sarapan di rumahnya masing-masing makanya dia pagi mereka harus ke kantin dulu untuk mengisi perut mereka yang kosong dan berbunyi itu.
"Eh iya ka lu jadi apa mau bilang sama kepala sekolah kalau semisal mau ganti tutor yang baru?" Tanya Dimas tiba-tiba.
"Iya gue nanti rencana mau bilang sama kepala sekolah kalau semisal gue mau ganti tutor," jelas Azka.
"Lah kenapa? Bukannya lo itu udah sama Kayla ya? Toh menurut gue semenjak Kayla jadi tutor Lo, Lo banyak perubahan kok ya walaupun cuman gak 100% tapi itu sudah Alhamdulillah toh nilai Lo juga udah lumayan bagus kan daripada yang kemarin," ujar Roni.
"Betul itu yang dikatakan oleh Roni, kenapa Lo harus ganti tutor sih lagian kalau Lo ganti yang baru gue rasa lo nanti belum tentu cocok sama orang itu loh, toh kalau sama Kayla kan lo juga udah lumayan dekat kan," jelas Azka.
"Iya gue tahu tapi gue udah merasa kecewa sama dia karena dia udah bohongin gue kayaknya kalau dia bohong gitu kan secara tidak langsung dia itu terpaksa jadi tutor gue! ya walaupun awalnya memang dia terpaksa tapi ya Jangan begitulah, toh kalian berdua kan tahu gue itu paling gak suka dibohongi," ucap Azka kepada Roni dan Dimas.
"Masa gara-gara kesalahan satu orang doang lo melupakan seribu kebaikan orang itu, mungkin dia bersikap seperti itu karena dia itu khilaf dan gak sengaja," tegas Dimas.
"Nah betul itu, jangan karna satu kesalahan Lo melupakan seribu kebaikan yang udah dia perbuat sama Lo, toh manusia juga gak ada yang sempurna kan! Pasti kadang ada khilaf nya juga," balas Roni.
"Kok Lo berdua kayaknya malah belain adek kelas itu sih! Yang jadi temen Lo pada itu sebenarnya gue atau dia," ucap Azka yang tidak mengerti pemikiran mereka berdua.
"Bukannya kita mau membela dia atau gimana-gimana tapi kita itu cuman ingin yang terbaik buat Lo, masak kita malah mau menjerumuskan Lo ke hal yang tidak baik! Gak mungkin juga kan!" Seru Roni.
Dan Azka pun nampak terdiam sejenak memikirkan ucapan dari teman-temannya nya itu dia bingung harus bagaimana, disisi lain dia masih kecewa dan kesal dengan Kayla karna udah membohongi dia tapi disisi lain apa yang teman-temannya katakan itu memang benar adanya kalau dirinya mencari tutor yang baru dia takut kalau nantinya gak cocok sama dia dan dia pun juga akan sulit menerima pelajaran.
"Kenapa diam? Pasti Lo setuju kan apa yang kita katakan tadi! Toh gak ada salahnya Lo memaafkan dia kan, lagian disini yang butuh itu Lo bukan dia! Jadi sebaiknya sekarang gue rasa lo menemui Kayla dan meminta maaf atas kesalahan kemarin itu," jelas Dimas.
"Kenapa jadi ruwet kayak gini sih! Lagian kepala sekolah juga kenapa pakai acara ada tutor-tutor segala! Bikin ribet aja," ujar Azka kesal.
"Lah Lo kok malah jadi nyalahin kepala sekolah sih! Lagian dia mencarikan Lo tutor Lo karna dia tau kalau Lo masih gak mampu dalam hal pelajaran tapi Lo itu hanya unggul di bidang olahraga jadi dia itu peduli sama Lo dan biar Lo itu nantinya nilai nya bagus dan bisa mendapatkan nilai yang terbaik! Dan harusnya Lo itu berterima kasih sama dia tapi bukan malah menyalahkan!" Ucap Roni gak habis pikir dengan jalan pikiran Azka, padahal apa yang dilakukan kepala sekolah untuk dia itu semata-mata hanya untuk kebaikan dia Tapi kenapa dia malah bilang begitu sih!.
"Udah lah gak usah terlalu banyak berfikir lagi! Sebaiknya Lo sekarang ke kelasnya Kayla meminta maaf kepada dia atas kesalahan Lo kemarin dan lo minta sama dia agar dia mau menjadi tutor lagi," tegas Dimas yang juga gregetan dengan Azka yang terlalu gengsi untuk melakukan hal itu.
"Dan gak usah gengsi- gengsian Lo, ini semua juga untuk kebaikan Lo kan bukan untuk kebaikan kita!" Seru Roni lalu dia pun bangkit dari tempat duduknya dan menyeret Azka agar bangun dan mengikuti dia untuk ke kelas nya Kayla untuk meminta maaf.
"Mau bawa gue kemana sih Lo!" Seru Adit mencoba memberontak.
"Udah diam aja! Nurut Napa gak usah memberontak, gue akan bawa Lo ke kelasnya Kayla agar Lo mau minta maaf sama dia dan meminta lagi dia untuk menjadi tutor Lo!" Jelas Roni.
"Gue bisa sendiri tanpa harus Lo seret-seret seperti ini! Emang gue kambing apa!" Tegas Azka.
"Gue itu dari tadi udah geregetan sama Lo yang sangat lamban sekali! Terlalu banyak mikir nanti Kayla keburu marah sama Lo baru tau rasa!" Seru dimas yang ternyata mendukung tindakan yang dilakukan Roni itu.
Dan Azka pun hanya diam kembali dia dibuat pusing oleh mereka berdua, padahal disini teman mereka itu dia bukan Kayla tapi kenapa mereka berdua seakan-akan malah belain Kayla. Sungguh teman yang gak bisa diandalkan!.
"Yaudah Lo pada gak usah seret-seret gue kayak tadi! Karna gue bisa melakukan itu semua sendiri," ujar Azka setelah itu dia pun memutuskan untuk pergi dari sini dan berjalan menuju ke kelasnya Kayla.
"Gue heran sama dia kenapa sikap dia yang gengsian dari dulu gak pernah berubah! Padahal gue rasa dia itu juga udah berumur!" Jelas Dimas.
"Lo kan juga gitu! Sok-sokan bicarain azka padahal diri Lo sendiri juga seperti itu!" Seru Roni setelah itu dia pun meninggalkan Dimas dan menyusul Azka.
"Kenapa gak bisa diajak bercanda tuh orang," gerutu Dimas kesal dengan Roni yang gak bisa diajak bercanda. Lalu dia pun menyusul mereka berusaha yang udah lebih dulu pergi meninggalkan dia.
Disisi lain saat ini Kayla dan Sarah masih asik mengobrol dikelasnya mereka biasa melakukan hal itu ketika ada waktu luang seperti ini, dan mereka juga akan saling tukar pikiran bahkan mereka terkadang juga sering sekali membicarakan orang-orang yang menurut mereka agak sok.
"Kay sepi ya gak ada bela, gak ada yang ngusulin dan gak ada yang cerewet," ucap Sarah seketika. Karna biasanya mereka selalu bertiga tapi sekarang hanya berdua saja karna bela yang baru menjalankan hukuman dia akibat berantem sama Yasmine si kakak kelas yang sombong.
"Betul sar! sepi kalau gak ada dia kalau cuman kita berdua rasanya hampa sekali, biasanya yang suka cerewet gak jelas kan dia," balas Kayla yang juga merasa kesepian karna tidak ada bela.
"Andaikan kemarin kakak kelas yang sombong itu gak berulah pasti gak akan seperti ini dan bela juga gak akan kena skors," ujar Sarah.
"Makanya lain kali kalau dia bikin ulah lagi sebaiknya jangan di ladenin biarkan saja toh pasti lama-lama dia bakalan capek! Aku aja kemarin menyesal karna udah ladenin dia, toh kalau kita ladenin dia yang ada hanya buang-buang waktu dan tenaga saja! Orang seperti mereka gak pantas kita ladenin biarkan saja," balas Kayla.
"Tapi dia itu terkadang bikin greget orang kay, kalau gak ditanggapi nanti kita dikira takut sama dia dan dia akan lebih semena-mena lagi sama kita dan dia juga akan semakin menindas kita," jelas Sarah yang sangat kesal dengan Yasmine dan kawan-kawan nya itu yang selalu semena-mena sama orang lain.
"Biarkan saja toh lambat laut mereka juga akan merasa kesal sendiri dan pasti akan berhenti gangguin kita kok gue yakin itu!" Ucap Kayla.
Dan tak lama kemudian tiba-tiba diluar kelas Kayla terdengar suara rusuh Kayla dan Sarah pun sontak terkejut takut kalau ada sesuatu yang udah terjadi.
"Eh itu kenapa kok pada ramai-ramai apa udah terjadi sesuatu?" Tanya Sarah bingung sembari melihat kearah pintu.
"Gak tau juga gue, apa ada yang berkelahi ya?" Seru Kayla.
"Entah! Sebaiknya kita kedepan yuk gue penasaran soalnya," jelas Sarah.
"Yaudah yuk, "balas Kayla lalu mereka berdua pun beranjak dari tempat duduknya namun baru saja mereka sampai di depan papan tulis tiba-tiba muncullah Aska dan teman-temannya kontak kayla dan sarah pun terkejut.
Ternyata keributan tadi itu terjadi karena kita dan teman-temannya mungkin banyak murid di sini yang sangat terkagum-kagum dengan mereka bertiga sasaran mereka bertiga itu merupakan most wanted sekolah mereka dan mereka juga terkenal karena ketampanannya azka yang memiliki paras tampan hidung mancung dan bibir yang seksi sementara Dimas memiliki tampang yang manis dan memiliki senyum manis sementara Roni memiliki postur tubuh yang ideal dan berotot wajahnya juga sangat tampan tapi dibanding aska Roni masih di bawah dia tapi itu tidak menjadikan dirinya tidak dikagumi banyak kaum hawa.
"Lu ngapain ke sini?" Tanya Kayla kepada mereka.
"Gue mau ngomong sesuatu sama lo! Jadi gue mohon lo ikut sama gue!" Tegas Azka.
"Nggak gue nggak mau ikut sama lu! jangan paksa gue," seru kayla.
"Gue nggak menerima penolakan gue harap lu tetap ikut sama gue," jelas Aska setelah itu pun mencekal tangan Kayla dan membawanya pergi dari situ sementara Sarah ingin mengejar mereka tapi dicegah oleh roni dan Dimas.
"Udah lu di sini aja! Aska nggak bakal ngapa-ngapain Kayla kok dia cuman mau bilang sesuatu sama Kayla soalnya dia mau minta maaf tentang kejadian kemarin," tutur Roni menjelaskan kepada Sarah agar mengerti.
"Beneran kan yang lu katakan? Kalau lo pada bohong awas aja!" Tegas Sarah.
"Iya gue berani jamin itu!" Balas Roni. Lalu akhirnya seorangpun mengerti dan dia pun mengijinkan Kayla dibawa oleh Aska meskipun dalam hatinya dia juga khawatir kalau nanti Aska menyakiti Kayla.