Azka saat ini masih berusaha mencoba untuk membawa Kayla ke sebuah taman sekolah dirinya berniat membawa dia ke sana karna dia ingin meminta maaf kepada Kayla, sebenarnya bisa saja dia meminta maaf di kelas Kayla tapi karena suasana kelas Kayla yang ramai membuat dia segan alhasil dia pun memutuskan untuk membawa Kayla pergi dari kelas nya.
Dan kondisi koridor saat ini juga agak ramai mereka pun menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disitu ditambah lagi Azka yang menggandeng tangan kayla hal itu membuat semua orang menjadi panas dan merasa patah hati karena mengira kalau Azka udah ada pacar namun ada juga beberapa anak yang saling berbisik menghujat Kayla memfitnah dan lainnya, sontak hal itu membuat kayla menjadi risih terhadap ucapan-ucapan siswa lain itu.
"Lepasin tangan gue, malu dilihat anak-anak yang lain," tutur Kayla mencoba memberontak dari Aska namun ternyata tenaga Aska lebih kuat dari dia alhasil ia pun tidak bisa melepaskan tangannya dari cekalan tangan Azka.
"Udah diam aja lagian gue cuman ada urusan sama Lo sebentar saja habis itu gue akan lepaskan Lo," tegas Azka masih berjalan fokus kedepan.
"Dan gue minta sama lu untuk menghiraukan ucapan yang tak pantas lu dengar karena mereka bilang seperti itu karena mereka iri aja sama lu makanya mereka bilang seperti itu," tegas Azka lagi.
Namun ketika mereka sampai di pertigaan menuju ke teman mereka tanpa sengaja berpapasan dengan dan Jennifer temannya Yasmin dan mereka berdua pun sedikit terkejut karena mereka melihat Aska yang tengah menggandeng tangan kayla tapi untungnya di situ tidak ada yasmin kalau sampai ada pasti dirinya udah kebakar rasa cemburu dan pasti nanti kayla yang kena sasaran. Namun pasca pun tidak mempedulikan keberadaan mereka dia tetap fokus berjalan menuju ke taman sementara kayla hanya bisa memandangi kedua kakak kelasnya itu sembari membatin pasti dirinya akan kena masalah baru sama mereka dan pasti dua orang itu nantinya akan melaporkan kejadian ini sama Yasmin.
"What beneran apa yang habis gue lihat tadi? Aska menggandeng tangannya Kayla? Apa jangan-jangan mereka berdua itu sudah resmi berpacaran ya? Kalaupun iya bisa bisa berapa ini apalagi kalau Yasmin mendengar informasi ini bisa bisa dia mengamuk," ucap Jennifer yang terkejut.
"Gue juga masih enggak menyangka kenapa kak Isa sama Kayla dan kenapa dia menggandeng tangan Kela apa mereka memang benar udah pacaran? Kalaupun iya aku harus bilang sama Yasmin biar adik kelas itu mendapat pelajaran dari Yasmin, karena dia udah berani melanggar apa yang Yasmin katakan dan ternyata dia tidak takut dengan ancaman yang sudah diberikan oleh Yasmin," tegas Rere mengepalkan kedua tangannya.
"Eh tapi sebaiknya kita cari informasi dulu aja deh, gue takut kalau kita salah informasi nantinya enggak ada kita malah dimaki-maki sama Yasmin karena udah memberi informasi yang nggak akurat," tukas Jenifer.
"Nggak lihat apa! Mereka tadi udah ada berpegangan tangan jadi pasti mereka udah pacaran mana ada sih mesra kayak tadi itu nggak pacaran," balas Rere.
"Iya bener juga sih!" Seru Jenifer.
"Yaudah lebih sekarang kita pergi dari sini, gue udah gak sadar bilang sama Yasmin soal kejadian ini! Dan pasti nantinya Yasmine bakal marah banget sama tuh bocah," ujar Rere. Dan Jenifer pun hanya menganggukkan kepalanya karena kalau dia komen takut nya dia nanti malah jadi yang kena toh dia kan selalu salah dimata mereka.
Lalu keduanya pun memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu karena mereka akan segera ke kelas nya untuk mengambil ponselnya dan memberitahu tentang kejadian ini.
Disisi lain Azka sudah sampai di taman yang ada disekolah ini, diri nya membawa Kayla di bangku kosong yang ada tepat dibawah pohon.
"Issa apaan sih Lo! Main bawa-bawa gue kesini! Lagian kenapa sih Lo gak jelas banget deh," ujar Kayla setelah tangannya berhasil dilepaskan oleh Azka.
"Santai Napa! Jangan marah-marah kayak gitu gue ngajak Lo kesini juga bukan untuk mengelak Lo, tapi gue cuman mau minta maaf sama lu soal kemarin!" Jelas Azka.
"Oh soal itu gue udah maafin Lo sebelum Lo minta maaf sama gue jadi Lo sekarang gak perlu repot-repot untuk minta maaf karna gue udah memaafkan kesalahan Lo," balas Kayla dengan senyum yang dipaksakan.
"Oh gitu syukurlah dah kalau gitu," seru Azka sembari menaikkan satu alisnya.
"Udah kan! Gue mau balik lagi ke kelas! Lagian kalau cuman mau minta maaf doang kenapa Lo harus seret gue kesini sih! Kan jadi bikin semua murid jadi heboh, musuh gue jadi makin banyak jadi nya," tukas Kayla merasa sebal sekali.
Lalu dia pun ingin beranjak dari tempat itu namun tangannya kembali dicekal oleh Azka, hal itu membuat Kayla merasa geram dan kesal kepada Azka, karena dia gak jelas banget jadi orang.
"Apalagi sih ka, gue mau kembali ke kelas masalah lo sama gue udah selesai kan? dan gak ada urusan lagi jadi gue harap sama untuk melepaskan tangan Lo itu!" Tegas kayla penuh penekanan.
"Bentar dulu Napa sih! Lagian gue juga belum kelar bicara sama Lo! Jadi gue harap Lo tetap disini sampai gue selesai bicara, paham!" Tutur Azka yang masih memegang erat tangan Kayla agar tidak pergi.
"Lo kalau bicara makanya sekalian gak usah dipotong-potong buang-buang waktu saja! Cepetan to the point saja gak usah basa-basi gue mau ke kelas cepetan!" Tegas Kayla sudah tak bisa menahan emosi nya.
"Tungguin sebentar Napa sih! Gak sabaran banget jadi orang! Lagian Lo juga main pergi aja," ujar Azka.
"Yaudah cepetan Napa! To the point saja! Gak usah ber tele-tele," seru Kayla.
"Iya-iya, gue mau bilang kalau gue mau minta sama lo buat jadi tutor gue lagi, soal yang kemarin gue minta maaf dan gue harap lo mau memaafkan gue dan mau kembali jadi tutor gue," jelas Azka.
Kayla yang mendengar itu sontak kayla pun semakin marah dan geram terhadap azka karna dia merasa gak habis pikir sekali dengan pemikiran Azka bisa-bisanya dia berbicara dengan mudah tanpa memikirkan perasaan Kayla, kemarin aja dengan seenaknya dia nyuruh gue untuk berhenti jadi tutor dia tanpa memperdulikan nasib Nilai nya tapi sekarang dengan mudahnya dia minta gue jadi tutor dia! Yang benar saja.
"Miris sekali ya! Kemarin aja Lo yang nyuruh gue untuk berhenti jadi tutor Lo tanpa Lo memikirkan nasib nilai gue nanti dan sekarang dengan mudahnya Lo meminta gue untuk kembali jadi tutor Lo lagi! Gak punya otak apa Lo! Sebenarnya gue gak mau bilang gini sama Lo dan gue pun juga masih menghargai Lo sebagai kakak kelas gue tapi setelah gue pikir-pikir Lo itu orangnya keterlaluan dan seenaknya sama orang lain!" Tegas Kayla dengan emosi yang meluap-luap, walaupun disini sebenarnya Kayla masih ada rasa dengan azka tapi mengingat kelakuan azka yang sudah kelewatan sehingga rasa kecewa nya itu lebih besar dibandingkan rasa cinta nya.
Dan saat itu pun Azka hanya diam melihat Kayla bicara mengeluarkan semua yang dia rasakan, sebenarnya dia juga merasa bersalah karna kemarin dia memutuskan sepihak dan tanpa memikirkan efek nya nanti jadi wajar kalau kayla seperti ini, tapi yang dia lakukan itu karna dia udah kecewa dengan Kayla yang telah membohongi dirinya.
"Oke gue emang salah kemarin dan gue minta maaf sama Lo soal itu, gue pun juga gak sempat kepikiran efek yang terjadi sama lo nanti nya, gue seperti itu karna gue kecewa Lo udah bohongin gue, andai saja waktu itu Lo jujur kalau semisal lo mau pergi jalan-jalan sama temen-temen Lo pasti gue akan menerima nya dan memahami tapi Lo kan waktu itu ijin nya karna mau ada urusan," tutur Azka.
"Hahaha bisa-bisanya Lo itu malah menyalahkan gue ya! Dan dengan mudahnya Lo ngomong seperti itu! Gue itu juga manusia ka kadang ada khilaf nya juga jadi wajar gue salah, toh gue rasa kesalahan gue itu gak begitu fatal jadi seharusnya Lo gak usah seperti itu sama gue," tegas Kayla yang sudah mulai meneteskan air matanya.
Mungkin memang benar adanya kalau kesalahan Kayla itu juga tidak begitu fatal dan mungkin masih bisa dimaafkan, Azka juga gak seharusnya seperti itu walaupun Kayla salah tapi tak sepantasnya dia mengambil keputusan seperti itu yang bisa merugikan satu pihak.
Dan terkadang pun apa yang kita perbuat mungkin itu bagi kita biasa saja dan kita pun menganggap nya hal yang benar tapi itu tidak tentu berlaku untuk orang lain, jadi ketika kita bertindak harus nya kita berfikir terlebih dahulu apakah tindakan kita itu akan merugikan orang lain atau tidak, kalau iya sebaiknya jangan lakukan hal itu.
"Gue tau itu tapi gue paling benci kalau dibohongi seperti itu, kan Lo bisa Jujur aja tanpa harus berbohong, toh buat apa juga sih Lo bohong kayak gitu gak ada gunanya juga kan, toh itu juga akan merugikan diri Lo sendiri nantinya, dan gue pun bicara seperti ini bukan bermaksud apa-apa karna gue cuman mau minta Lo untuk kembali jadi tutor gue," seru Azka yang ternyata emosi ikut terpancing tapi dia masih berusaha untuk mengendalikan nya.
"Gue bohong sama Lo juga ada alasannya bukan gue main bohong saja! Lagian percuma kalau gue mau jelasin sama lu yang ada gue yang jadi emosi sendiri nantinya, dan mungkin alangkah baiknya Lo cari pembimbing baru aja pengganti gue karna gue rasa itu yang terbaik buat Lo dan gue, daripada gue harus terus berantem sama lu juga kan," jelas Kayla mengambil keputusan yang sudah ia pikirkan matang-matang, karna dia juga gak mau membimbing orang yang terlalu keras kepala dan tidak pernah memikirkan orang lain.
"Dan gue rasa masalah lo dan gue udah selesai jadi lepaskan tangan gue, karna gue mau pergi," tegas Kayla sembari mengusap air mata yang mengalir menggunakan tangan kanannya karna tangan kirinya masih dicekal oleh Azka.
Azka yang sudah tak tau harus bagaimana lagi dia pun sontak melepaskan tangan Kayla, karna dia pun juga gak bisa memaksakan kehendak dia, apalagi Kayla sudah seperti ini toh ini semua juga salah dia.
Setelah tangannya dilepaskan oleh Azka, Kayla pun lalu memutuskan untuk pergi dengan keadaan yang sudah tak menentu, air matanya yang sudah mengalir deras di pipinya dan perasaan yang sudah sangat amburadul sekali, hari ini bagi dia hari yang sangat benar-benar memprihatinkan untuk nya karena selain permasalahan nya dengan Azka dia tadi pagi juga sempat dimarahi ayah nya gara-gara terlalu sering bangun kesiangan.