Saat ini kayla berjalan gontai dengan langkah yang sangat berat untuk mencari tempat yang menurut dia nyaman karna dia saat ini sedang membutuhkan ketenangan, masalah satu belum selesai tapi udah timbul masalah yang baru membuat dia menjadi stress dan bingung harus bagaimana lagi, karna harus dituntut kuat oleh keadaan yang mungkin bagi dirinya sangat berat sekali, tapi dia yakin bahwa Allah SWT tidak akan menguji hambanya dibatas kemampuannya jadi dia yakin setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan dia pun bisa menghadapi nya dan dia juga percaya dibalik kejadian ini pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya.
Kayla pun terus berjalan tanpa arah mungkin saat ini dia bisa dibilang menjadi pusat perhatian karena di pipinya udah mengalir deras air matanya yang sudah ia berusaha tahan dari tadi, tapi ternyata sia-sia air mata itu lolos begitu saja di pipinya walaupun dia udah sekuat tenaga untuk menahannya. Dan banyak dari mereka yang menggosipkan kayla karna keadaan dia yang seperti itu tapi kayla Cuek dan tidak mempedulikan itu.
"Eh lihat itu dia kenapa? Kok nangis kayak gini bukannya tadi dia juga habis lewat sini sama Azka ya?" Bisik salah satu murid.
"Mungkin dia habis diputuskan oleh Azka makanya dia nangis seperti itu," balas temen murid tadi.
"Bisa jadi itu, tapi syukurlah kalau memang dia diputuskan sama Azka secara kita bisa deketin Azka lagi tanpa harus bersaing sama dia" tutur murid itu. Dan kayla pun masih sama seperti tadi dia hanya terus fokus berjalan ke depan tanpa memikirkan kanan kiri nya yang terus menerus membicarakan tentang dirinya itu karna dia udah merasa kebal sama kayak gituan.
Kayla terus mempercepat langkah kakinya karna tangis nya semakin lama malah semakin menjadi-jadi padahal dari tadi dia udah berusaha untuk tidak menangis namun ternyata tidak bisa, karna dia tipe orang yang kalau udah menangis pasti sulit untuk reda, kalau bisa pasti masih sesegukan.
"Kenapa gue jadi cengeng kayak gini sih! lagian buat apa gue nangis cuman gara-gara cowok seperti Azka gitu, gak ada gunanya juga! Toh dia kan gak punya hati jadi wajar kalau dia gak bisa menghargai orang lain," ucap kayla lalu dia memutuskan untuk duduk di bangku yang ada di bawah pohon didekat lapangan.
Cuman di teman ini kayla menenangkan pikiran nya karena dia bingung harus kemana lagi, kalau dirinya memutuskan untuk ke kelas nanti yang ada Sarah malah jadi khawatir dengan kondisi dia yang seperti ini dan dirinya pun juga nggak mau membuat Sarah jadi salah paham sama Azka dan nanti nya malah akan timbul masalah baru.
"Pokoknya gue gak boleh lemah seperti ini! Walaupun gue itu perempuan tapi gua harus kuat dan tegas tidak boleh lembek! Karna ayah juga udah pernah bilang jadi orang harus kuat jangan cengeng apalagi cuman masalah laki-laki kita harus bisa buktikan kalau kita bisa, dan kalau kita lemah kita nanti bisa diinjak-injak sama orang lain," ucap kayla lalu berusaha untuk menghapus air matanya itu dengan tangannya.
Disisi lain Jenifer dan Rere saat ini sedang ada dikelas untuk mengambil ponselnya karena mereka mau melaporkan kejadian tadi kepada Yasmine yang sedang dirumah karena mendapat skors dari sekolah sekolah karena dia kemarin berantem sama bela.
"Cepetan Lo telpon Yasmine gue jadi gak sabar mau ngasih tahu dia Soal kejadian tadi! Dan gue rasa kalau dia sampai denger kejadian itu dia bakal marah banget, dan coba aja tadi dia itu ada disini udah gue jamin pasti si Kayla mampus ditangan Yasmine," ujar Jenifer yang sedari tadi udah menggegerkan Rere, alhasil Rere pun menjadi geram dengan Jenifer itu.
"Bisa diam gak sih Lo! Berisik banget dari tadi! Kalau Lo berisik terus gue telpon nya Yasmine terus kapan!" Tegas Rere.
"Iya maaf gak sengaja juga! Lagian gue kan cuman buat tau respon Yasmine gimana, gak usah marah-marah juga seperti itu," balas Jenifer yang merasa kalau dirinya selalu salah dimata Rere dan Yasmine, padahal dirinya gak pernah berbuat apa-apa sama mereka berdua.
Rere pun mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas dia pun memutuskan untuk keluar dari kelas, karna kelas dia saat ini sedang ramai dan pastinya nanti akan sangat terganggu sekali kalau dirinya sedang telepon Yasmine.
"He re mau kemana Lo? Kok main pergi aja!" Tukas Jenifer yang melihat Rere berjalan keluar dari kelas. Alhasil dia pun lalu memutuskan untuk mengikuti nya saja.
"Lo mau kemana sih? Pergi kok gak ngajak-ajak, lupa Lo ya kalau punya teman!" Seru Jenifer merasa kesal.
"Lo bisa diem nggak sih gue pusing dengerin Lo ngomong terus dari tadi, kalau gue setiap hari cuman sama Lo doang bisa-bisa gue jadi stress mendadak," ujar Rere menahan emosi nya.
"Kok Lo gitu sih! Tega bener," balas Jenifer.
"Makanya diam, gue ke sini itu karena didalam berisik dan mana mungkin juga Gue telepon Yasmine dengan suasana seperti itu nanti yang ada Yasmine malah ngomel-ngomel gak jelas," seru Rere.
"Oh soal itu to Lo kesini itu! Gue kira kalau Lo itu lagi menjauh dari gue," tutur Jenifer dengan pedenya.
"Makanya jadi orang jangan kepedean dulu! Udah lah gue mau nelpon Yasmine bentar, Lo diam aja awas aja kalau bicara," ucap Rere sembari melototkan kedua matanya.
"Iya-iya, gitu aja garang bener jadi orang cepet tua baru tau rasa lo!," bisik Jenifer tetapi masih bisa didengar oleh Rere, dan Rere pun melototkan kedua matanya kearah Jenifer.
Daripada terus menanggapi Jenifer yang gak jelas dan hanya membuat dirinya emosi, Rere pun memutuskan untuk menelpon Yasmine saja, lalu dia mencoba mencari kontak Yasmine setelah ketemu dia pun langsung menelpon nya, dan beruntungnya no Yasmine tengah aktif.
"Hallo apaan? Ganggu gue tidur saja!" Ujar Yasmine diseberang sana.
"Yee maaf-maaf gue telpon Lo karna gue mau ngasih informasi Sama Lo dan ini sangat penting," balas Rere.
"Udah cepetan informasi apa yang lo mau berikan sama gue! Gak usah basa-basi, gue ngantuk! Dan awas aja kalau sampai itu gak penting awas aja Lo nanti," tegas Yasmine ya g merasa kesal karena tidurnya udah ke ganggu karena telpon dari Rere itu.
"Iya-iya sabar napa, gue jamin ini informasi yang sangat penting kok," balas Rere.
"Yaudah cepetan kasih tau gue apaan!" Tegas Yasmine yang gak sabaran.
"Jadi gini tadi gue sama Jenifer melihat Kayla dan Azka ke taman sekolah, dan Azka pun menggandeng tangan milik Kayla gue rasa kayaknya mereka berdua udah jadian deh, mereka juga kelihatannya mesra gitu," teras Rere, Yasmine yang masih dalam keadaan mengantuk sontak emosi nya pun jadi meluap-luap bisa-bisanya adek kelas nya itu berbuat seperti itu gak ada Kapok-kapok nya! Padahal dirinya pernah memberikan pelajaran buat dia tapi dia nya malah menantang Yasmine.
"Hah! bisa-bisanya dia kayak gitu! Gak kapok apa sama pelajaran yang udah gue kasih sama dia! Andaikan gue ada disitu udah gue pastikan dia gak bakal baik-baik saja," tutur Yasmine dengan nada tinggi, alhasil Rere pun sontak menjauhkan handphone nya itu dari telinga nya karena bisa-bisa telinga nya jadi sakit kalau mendengar Yasmine yang bicara dengan nada seperti itu.
"Gue pun juga greget sama dia, gak ada Kapok-kapok nya tuh bocah! Harus bagaimana lagi sih kita kasih dia pelajaran biar dia kapok dan menjauhi Azka, padahal kan Azka itu milik Lo tapi kenapa adek kelas itu mau merebut Azka dari Lo," balas Rere seakan-akan memanasi Yasmine.
Harusnya disini itu Rere gak usah bercerita dengan Yasmine apalagi sampai memperkeruh suasana seperti itu hal itu akan membuat permasalahan baru yang akan timbul! Toh apa yang mereka lihat kan belum tentu yang sudah terjadi sebenarnya, apalagi mereka hanya melihat dari sekilas saja tanpa ada keterangan dari pihak yang terkait.
Dan mungkin karena dalam diri mereka udah tertanam sikap jahat dan dengki terhadap orang lain jadinya mereka suka akan hal-hal seperti itu! Memancing keributan dengan orang lain dan mungkin karena mereka iri dengan orang itu makanya mereka ingin bersaing.
"Yaudah kalau begitu gue perintah kan Lo sama Rere untuk ngasih dia pelajaran biar dia tau rasa! Toh gue mau lihat dia itu menderita biar dia tau kalau dia sedang berurusan sama siapa," ujar Yasmine dengan suara psikopat nya.
"Tapi kalau ketahuan sama guru gimana? Gue gak mau kena hukum seperti Lo, nanti yang ada gue malah dimarahin sama nyokap bokap gue," balas Rere yang gak mau ambil resiko, karna dia tau sekolah nya dia itu sangat ketat apalagi dengan Bu Rina guru BK yang terkenal sangat garang sekali.
"Oh Lo nolak perintah gue ya! Oke gak papa gue bisa balas dendam sendiri kok," seru Yasmine.
"Yaudah iya gue habis ini balas dendam dan kasih dia pelajaran sama Jenifer," balas Rere akhirnya mau walaupun dia harus siap sama resiko yang akan dia dapat nanti, Karena kalau dia gak mau melakukan apa yang dikatakan oleh Yasmin pasti nanti dia juga akan kena imbasnya.
"Nah good yaudah gue mau tidur dulu nanti kalau Lo udah berhasil melakukan apa yang gue suruh lo bisa telpon gue nanti," ujar Yasmine dengan terdengar suara menguap.
"Iya-iya," balas Rere, setelah itu pun dia mematikan teleponnya.
Sebenarnya dia malas banget kalau disuruh seperti itu apalagi nanti imbasnya pada diri dia toh yang punya masalah kan Yasmine kenapa dia yang juga jadi ikut campur. Jadi nyesel dia bilang sama Yasmin tau gini tadi diam saja kan gak usah ngasih tau ini sama dia.
"Gimana reaksi Yasmine soal kejadian tadi?" tanya Jenifer yang sudah sangat penasaran.
"Yasmine nyuruh kita untuk bales dendam sama dia dan ngasih pelajaran buat dia biar dia tau rasa," jelas Rere dengan ekspresi wajah yang tidak bersahabat.
"Lah gue ogah! Gue gak mau nanti jadi ikut kena hukuman apalagi ini masih dilingkungan sekolah! Enggak lah toh gue takut kalau di laporkan sama polisi," ujar Jenifer yang ternyata tidak ingin mengambil resiko nantinya. Karena dia juga masih trauma dengan kasus yang waktu itu Yasmine menyekap Kayla dirumah kosong itu tapi untungnya mereka tidak dilaporkan ke polisi.
"Gue pun juga ogah tapi Lo tau sendiri Yasmine itu orangnya gimana! Kalau kita gak melakukan apa yang dia katakan pasti kita akan kena imbasnya nanti! Apa Lo mau?" Ucap Rere.
"Iya juga sih! Terus gimana dong?" Tanya Jenifer yang juga Bingung.
"Yaudah kalau begitu kita lakukan keinginan Yasmine dari pada kita kena imbasnya! Tapi kalau bisa kita jangan sampai ketahuan sama orang biar kita nanti gak diamuk sama mereka," jelas Rere.
"Yaudah Yok gue ikut Lo aja," balas Jenifer.
Setelah itu mereka pun memutuskan untuk mencari keberadaan Kayla untuk mereka membalas dendam nya Yasmine dan ngasih dia pelajaran, meskipun mereka nanti nya akan kena hukuman. Dan saat ini Rere pun belum tau hal apa yang akan dia lakukan terhadap Kayla yang terpenting saat ini dirinya harus mencari keberadaan Kayla itu.