Bab 49

1434 Kata
Saat ini Kayla memutuskan untuk beranjak dari tempat itu karena hati dia sekarang sudah sedikit tenang dan lega karena kalau dia terlalu lama di sini nanti yang ada Sarah malah menjadi khawatir dengan dirinya dan dia pun tidak mau kalau membuat sarah sampai mengawatirkan dirinya. Kayla pun lalu berjalan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa seperti tadi karena kali ini dirinya udah agak tenang dari pada tadi, dirinya pun juga berusaha untuk tidak menangis lagi biar matanya tidak terlalu sembab dan meninggalkan jejak kalau dirinya itu habis menangis. Karena kalau Sarah nanti tau dirinya habis menangis bisa-bisa dirinya nanti akan diwawancarai macam-macam sama Sarah dan dia gak mau Kalau itu sampai terjadi selain karena dia malas dia juga gak mau kalau nanti nya Sarah malah ada masalah sama Azka karena dia tau sifat Sarah itu gimana. Makanya dia lebih baik mencegah sebelum semua nya terjadi. "Gue gak boleh sampai terlihat nangis didepan Sarah nanti bisa-bisa gue jadi artis dadakan karna diwawancarai banyak sama dia," tutur Kayla menghapus jejak air matanya sembari berjalan menuju ke kelas nya. "Apa sebaiknya gue ke toilet dulu ya untuk memastikan kalau mata gue gak sembab biar nanti Tidak ketahuan sama Sarah!" Seru Kayla. "Emm iya aja deh, dari pada nanti malah jadi panjang urusannya sebaiknya gue ke toilet dulu aja," ujar nya lagi lalu dia pun mempercepat langkah kakinya untuk menuju ke toilet terlebih dahulu. Di satu sisi Jenifer dan Rere masih terus mencari keberadaan Kayla, mereka saat ini tengah berada di koridor tempat dimana mereka bertemu dengan Kayla tadi. "Dimana sih tuh anak! Kalau lagi dicari gak ada tapi giliran kita gak nyariin dia, dia nya muncul terus," ujar Rere kesal karena sedari tadi mereka sudah mencari nya tapi gak ketemu-temu. "Iya bener tuh mana sih tuh anak gak kelihatan batang hidungnya, lagian Yasmine kalau nyuruh suka aneh-aneh sih," balas Jenifer yang juga merasa kesal dan lelah karna mencari keberadaan Kayla. "Tahu dah! Lebih baik sekarang kita kesana aja siapa tau dia ada disana," tukas Rere mengajak Jenifer untuk berjalan kearah barat. "Ih capek gue dari tadi nyariin itu bocah!" Seru Jenifer yang sudah capek dari tadi, mungkin itu karena dia memiliki badan yang besar alhasil dia pun mudah capek dan kelelahan. "Makanya kalau punya badan jangan besar-besar jadi gini kan efeknya! Baru jalan muter-muter doang udah capek Lo! Dasar lemah," ujar Rere. "Yee biarin gini-gini gue sehat tau! Lagian dari pada Lo cuman tulang doang gak ada daging sama lemak nya," seru Jenifer tak mau kalah. "Yee dibilangin malah ngelunjak ya Lo! Walaupun gue kurus kayak gini tapi gue juga sehat kok Wee, emang Lo doang," tegas Rere. "Yaudah makanya jangan bawa-bawa fisik, karena Allah SWT sudah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya jadi Lo gak usah menghina fisik gue oke!" Tegas Jenifer, dia merupakan salah satu orang yang gak suka jika bercanda menggunakan fisik karena bagi dia semua manusia itu sama dihadapan Allah SWT yang membedakan hanya amal dan ibadah kita. "Iya-iya maap gitu aja baperan sih!" Balas Rere. "Yaudah ayok cepetan kita harus mencari keberadaan Kayla sebelum dikelas ada guru," ujar Rere. "Tapi jangan cepet-cepet jalannya! Gue capek!" Tegas Jenifer. "Iya-iya bawel banget sih Lo," seru Rere, setelah itu dia pun berusaha menarik tubuh Jenifer agar mau mengikuti nya meskipun berat. Namun baru saja mereka mau belok arah tiba-tiba mereka tanpa sengaja melihat Kayla yang sedang masuk disalah satu toilet, mereka berdua pun lalu bertatapan satu sama lain. "Itu kan kayla!" Tegas Rere. "Nah iya kenapa kita diam saja disini? Harusnya kita kesana Dong nanti keburu ilang lagi dia," ujar Jenifer. "Ih bentar-bentar gue ada rencana ini, sebaiknya kita jangan kesana dulu," seru Rere. "Rencana apaan sih Lo?" Tanya Jenifer penasaran. "Udah sini telinga Lo, gue bisikin sesuatu," ujar Rere setelah itu Jeniffer pun menurutinya dia lalu mendekatkan telinganya kearah Rere dan Rere pun mulai merencanakan sesuatu untuk membalas dendam kan Yasmine terhadap Kayla. "Gimana? Ide gue bagus kan?" Tanya Rere setelah dia membisikkan sesuatu ditelinga Jenifer. "Hmm bagus sih! Tapi kalau dia kenapa-napa gimana? Terus kalau kita ketahuan gimana? Gue takut kalau harus kena hukum, kalau semisal diskors kayak Yasmine sih gak papa tapi kalau dikeluarkan dari sekolah? Bisa-bisanya nyokap bokap gue marah-marah nanti," balas Jenifer jadi ragu. "Ih Lo kok gitu sih! Emang kalau Lo gak mau Lo nanti mau kena semprot sama Yasmine? Kalau gue mah ogah! Makanya kita melakukan itu secara hati-hati biar nanti tidak ketahuan sama orang lain dan kesehatan juga disini gak ada cctv-nya jadi kita aman," jelas Rere meyakinkan. Dan Jenifer pun bingung harus bagaimana dia saat ini memang takut kalau aksinya nanti diketahui oleh orang lain dan diri nya dihukum kalau cuman diskors atau suruh bersih-bersih mah gak papa tapi kalau sampai dikeluarkan dari sekolah gimana?. Tapi kalau dia gak melakukan hal itu nanti dia akan kena semprot oleh Yasmin. "Udah ayok kebanyakan mikir sekali sih Lo!" Tegas Rere lalu dia pun menyeret Jenifer agar mengikuti nya dan mau tak mau Jenifer pun ikut Rere. Mereka berjalan secara pelan-pelan dengan tanpa adanya suara sedikitpun karna saat ini mereka tengah melakukan rencana itu dan tak lupa mereka pun melihat situasi kanan kiri untuk memastikan bahwa semua baik-baik saja dan tidak ada orang yang melihat mereka. Karna kalau sampai ada bisa-bisa bahaya dan mereka pun nantinya yang akan kena imbasnya. Dan saat ini kayla udah masuk kedalam kamar mandi kini saat nya mereka menjalankan rencana nya yaitu dengan mengunci Kayla di kamar mandi kebetulan letak kamar mandi ini disebelah dalam sekolah dan ini jaga sangat jarang dipakai mungkin karena letak nya yang jarang dilalui orang membuat kamar mandi ini jadi sedikit menakutkan dan banyak siswa memilih kamar mandi yang lain dari pada kamar mandi ini, kalaupun ada yang memakai pasti hanya 1 atau 2 orang saja dan itu pun mungkin karena udah terdesak saja. Kalaupun enggak pasti mana mereka mau. Dan kebetulan juga kunci kamar mandi itu ada di dekat pintu, alhasil itu mempermudah Jenifer dan Rere untuk menjalankan aksi jahatnya itu kepada Kayla. "Cepetan kunciin dia sebelum ada orang yang tau," ujar Rere menyuruh Jenifer untuk mengunci pintu kamar mandi nya sementara dia yang memantau keadaan apakah aman atau tidak. "Bentar napa sih! Ini juga udah berusaha tapi susah," balas Jenifer masih berusaha untuk mengunci tapi sangat sulit sekali, mungkin sebenarnya itu perbuatan yang mudah tapi dikarenakan dari tadi didesak Rere untuk cepat-cepat alhasil dirinya jadi ikut cemas dan kurang fokus. "Ih mana kuncinya! Lambat sekali Lo!" Jelas Rere mengambil alih kunci itu, dan dirinya pun yang mengunci pintu kamar mandinya. "Cuman gini doang lama banget sih Lo!" Ujar Rere setelah berhasil mengunci Kayla didalam kamar mandi. "Ya kan tadi Lo nyuruh gue cepet-cepet jadinya gue kan bingung dan cemas makanya gue lama ngunciin nya," balas Jenifer mencari pembelaan untuk dirinya sendiri. "Alasan! Yaudah lebih baik sekarang kita cepat sembunyi sebelum ada orang lain yang tau," seru Rere. "Yaudah yok," balas Jenifer, dan mereka pun segera beranjak dari tempat itu sebelum ada orang lain yang mengetahui aksinya itu, namun tak lupa mereka mengambil kunci tersebut dan mematikan lampu yang ada didalam kamar mandi. Mereka lalu berjalan ke tempat yang menurut mereka aman dari penglihatan orang lain, serta mereka bisa memantau sebentar Kayla dari jarak jauh. "Akhirnya kita bisa juga membalas kan dendam Yasmine kepada Kayla, habis ini kalau Yasmine tau pasti dia akan berterima kasih sama kita," ucap Rere dengan senyum sangat licik. "Iya benar itu, tapi gue takut kalau dia nanti kenapa-napa didalam toh didalam juga pastinya sangat gelap kan!" Seru Jenifer. Diantara Yasmine Rere dan Jenifer yang masih mempunyai rasa kemanusiaan yaitu Jenifer, karna sebenarnya dia itu baik orangnya mungkin karena dia itu polos dan mudah dipengaruhi makanya dia jadi ikut-ikutan jahat, coba aja kalau dia berteman sama orang-orang baik pasti dia juga akan jadi orang baik bukan seperti sekarang ini. Apalagi kalau dia habis disuruh berbuat jahat sama Yasmine pasti dia akan merasa sangat bersalah sekali dan dia juga pasti merasa kasian sama orang itu. "Lo itu gimana sih jadi orang! Kalau mau jahat, jahat aja sekalian jangan setengah-setengah kayak gini," ucap Rere merasa kesal dengan Jenifer, sebenarnya dia itu mau jahat atau mau baik sih, selalu aja kayak gini setengah-setengah. "Hmm bukannya gitu tapi gue juga takut sama resiko yang terjadi nanti, toh Kayla kan juga manusia nanti kalau kenapa-napa gimana?" Balas Jenifer. "Udahlah capek gue kalau ngomong sama Lo yang gak jelas ini bikin emosi Mulu yang ada, semoga saja Yasmine segera masuk sekolah biar gue gak stress sendirian," jelas Rere, lalu dia pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu daripada darah tinggi nya naik karena Jenifer. "Mau kemana Lo re! Tungguin gue! Hobi banget sih ninggalin orang," teriak Jenifer sembari mengejar perginya Rere.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN