Bab 50

2042 Kata
Niat nya tadi Kayla ke toilet hanya untuk mencuci muka saja biar keliatan segar dan gak kelihatan kalau dia habis menangis, dan sekalian dia mau buang air kecil soalnya dia sedari tadi juga udah lumayan kebelet untuk buang air kecil. Namun ketika dia habis berkaca di cermin yang ada dikamar mandi dan ketika dia hendak keluar dari toilet tiba-tiba pintu toilet tidak bisa dibuka, kali indah Kayla berusaha untuk tenang dan tidak panik mungkin memang agak rusak pintunya, dia pun lalu membuang nafas nya setelah itu dia mencoba nya lagi siapa tau bisa namun masih saja pintu tidak bisa terbuka, sontak dia udah mulai khawatir dan panik ditambah lampu yang tiba-tiba mati membuat dia semakin takut dan panik, dia berusaha untuk meminta tolong dengan cara berteriak namun diluar tidak ada tanda-tanda akan keberadaan orang lain. "Ini gimana sih! Kok tiba-tiba pintunya gak bisa dibukak sama sekali mana gelap lagi kan gue jadi takut!" Seru Kayla masih berusaha untuk membuka pintunya namun hasilnya nihil. "Woy siapapun yang ada diluar tolongin gue, gue ada didalam dan terkunci ini," teriak Kayla sembari menggedor-gedor pintu toilet nya. "Perasaan tadi pintu nya gak rusak tapi kenapa tiba-tiba sekarang malah gak bisa dibukak sih! Apa jangan-jangan ada orang yang berusaha untuk menyelakai gue ya," ujar kayak bingung dan bertanya-tanya. Akhirnya Kayla pun memutuskan untuk diam sejenak dan merelaksasi kan pikiran agar tidak panik dan biar dia bisa mencari cara agar bisa keluar dari situ, karna kalau boleh jujur dia takut sekali dengan kegelapan seperti ini, dan dia pun juga jadi teringat akan kejadian waktu itu di gudang. Dan dia juga jadi berfikir apa ini ulah Azka karena dia gak mau jadi tutor Azka makanya Azka berbuat seperti ini? Tapi masak mungkin dia bisa setega itu sama dirinya. Di satu sisi saat ini Sarah sedang menunggu Kayla karena sedari tadi dia gak balik-balik juga! Padahal Azka bilang cuman mau bilang kalau dia cuman mau bicara sebentar dengan kayla tapi sampai sekarang gak balik-balik sih, dia jadi khawatir takut kalau terjadi sesuatu sama Kayla. "Mana sih kayla lama amat dia! Gue udah nunggu dari tadi kenapa dia gak balik-balik! Katanya juga cuman sebentar tapi kenapa dia lama sekali, gue jadi khawatir sama kayla takut kalau dia kenapa-napa," tukas Sarah sembari mondar-mandir didepan kelas menunggu Kayla. Dimas dan Roni yang masih disitu sontak mereka pun berusaha untuk menenangkan Sarah dan meyakinkan kalau Kayla gak kenapa-kenapa. "Udah Lo gak usah khawatir! Kayla gak bakalan kenapa-napa kok, lagian Azka kan cuman mau minta maaf doang sama dia, jadi gue rasa dia gak bakal ngapa-ngapain Kayla," ujar Roni dengan mata yang fokus melihat handphone. "Iya bener itu sar, Kayla baik-baik saja pastinya Lo gak usah khawatir gitu, mungkin sebentar lagi mereka bakalan kesini kok, gue jamin itu," tegas Dimas sembari menepuk-nepuk pundak Sarah, mungkin sekalian dia mau cari perhatian sama Sarah. "Ehem gak usah cari kesempatan dalam kesempitan juga kali," sindir Roni sembari melirik ke tangan Dimas yang berada di pundak Sarah, namun Sarah sedari tadi gak ngeh karna mungkin karena saking fokus nya dengan Kayla. "Eh iya sejak kapan tangan Lo disini, cari kesempatan aja sih Lo!" Ujar Sarah sembari menepis tangan Dimas. "Bukannya gue mau cari kesempatan dalam kesempitan tapi gue itu cuman mau mensupport Lo biar gak sedih lagi! Lagian Lo gak usah dengerin apa yang Roni bilang karna gitu gak benar," seru dimas. "Alah alasan banget sih lu bilang aja kalau semisal mau cari kesempatan dalam kesempitan kan biar lo itu bisa deket sama Sarah! Gue tahu kok niat buruk loh itu," tegas Roni. "Logo bisa diam enggak sih! Jangan jadi kompor kayak gitu lagian gue tulus kok mau nenangin Sarah bukan mau ada niatan apa-apa ataupun mau modus jadi berharap sama lu untuk lo itu diam jangan ikut campur hal itu hanya akan memperkeruh suasana," balas Dimas. "Sok-sokan bilang begitu padahal emang benar faktanya kalau semisal lu itu lagi mau dekati Sarah kan lu pura-pura begitu biar bisa deket sama Sarah dan apa yang merencanakan bisa berhasil untuk mendapatkan hatinya Sarah," jelas Roni, yang masih ke ke dengan ucapannya itu karena dia bilang begitu dia itu tahu gimana sikapnya Dimas kalau sama perempuan pasti kalau menurut dia cantik orang itu akan menjadi mangsa Dimas selanjutnya. "Alah Gue tahu lo bilang seperti itu karena lu sirik sama gue kan gue bisa dekat dengan sarah, bilang aja nggak usah pakai mau menghasut sarah untuk jauh-jauh dari gue," balas dimas sedikit emosi. "PD banget sih jadi orang! Siapa juga yang iri sama lu lagian gue bisa melakukan lebih dari apa yang kau lakukan itu! Gue bilang begini sama aku itu merasa kasihan sama Sarah takut kalau semisal Sarah nantinya akan menjadi mangsa tuh selanjutnya kan Lo itu buaya," ujar Dimas. Sontak perdebatan antara dimas dan Roni membuat sarah menjadi kesal karena dirinya saat ini tengah khawatir dengan kondisi dan keadaannya tapi kenapa mereka berdua malah berantem seperti ini bukannya mereka membantu dia tapi malah bikin kepala sarah semakin pusing saja. "Kalian berdua kenapa sih kok malah pada ribut kayak gini! Bukan yang membantu gue buat cari Kayla tapi kenapa lu berdua malah jadi berantem kayak gini bikin kepala gue makin pusing aja Lo," Gerutu Sarah merasa kesal sekali dengan kedua kakak kelas nya itu. "Nah lu kan gara-gara lo Sarah jadi marah kayak gini! Lusi dibilangin ngeyel nggak usah cari ribut kenapa makanya kalau jadi cowok itu jangan pecicilan selalu aja memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan," ujar Roni. "Lu kok malah jadi nyalahin gue sih! Tadi yang mulai duluan siapa sekarang lo main nyalahin gue aja! Tuh tadi lho kan yang udah nuduh gue yang enggak-enggak," balas Dimas tak mau mengalah. "Gue kan tadi emang bilang fakta yang sebenarnya, dan gue pun juga nggak mau kalau kalau nantinya lo menjadikan dia mangsa lu selanjutnya, karena gue tahu lu saat ini sedang jomblo kan dan tidak ada mangsa yang lu deketin," jelas Roni. "Ya kali gue mau jadikan Sarah mangsa gue! Gue juga tahu kok habis bagaimana sikap gue sama dia karena Sarah kan temen gue juga jadi mana mungkin gue mau menyakiti dia," balas Dimas. Sarah pun makin dibuat pusing dengan kelakuan kakak kelasnya itu karena bukannya mereka diam tapi malah makin menjadi, sontak dia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka berdua untuk mencari keberadaannya Kayla namun ketika dia hendak pergi tiba-tiba tangannya di cekal oleh dimas. "Mau kemana lu? Kok malah main pergi aja!" Tutur Dimas. "Gue mau pergi nyariin Kayla daripada gue di sini cuman dengerin kalian debat hal itu hanya akan membuat kepala gue semakin pusing aja," balas Kayla. "Ya udah kalau begitu gue bantu loh untuk nyari Kayla ya," seru dimas. "Udah nggak usah repot-repot bisa sendiri kok lagian sebaiknya gue mau sendiri aja perginya kalau semisal sama lu yang ada nanti kepala gue tambah pusing aja," balas Sarah. "Lo kok gitu sih! Lagian gue kan cuman mau bantuin dulu untuk nyari Kayla emang salah ya? Loh gue nggak akan ngapa-ngapain lu kok," ujar Dimas. Namun Sarah namanya hanya diam tanpa ada niatan untuk membalas ucapan Dimas itu karena dia yakin kalau yang di dikatakan oleh orang itu ada benarnya kalau semisal Dimas itu sedang mendekati dirinya mungkin dirinya saat ini sedang dijadikan target oleh Dimas, dan dia pun harus hati-hati jangan sampai dirinya terjebak dalam perangkat Dimas alhasil dirinya malah jatuh cinta sama Dimas. "Lu diam berarti gue boleh ikut sama lu kan!" Ucap Dimas dengan pedenya. "Enggak lah lagian gue bisa sendiri kok sebaiknya lu juga cariin temen lo itu," tegas Sarah. "Iya kan Aska itu perginya sama Kayla otomatis Aska saat ini sedang bersama Kayla dong, pokoknya gue akan ikutin lu kemana aja walaupun lu nggak mengijinkan tapi gue akan tetap memaksa" balas Dimas. "Ih enggak jelas banget sih jadi orang! Serah lu deh," ujar Sarah lalu dia pun memutuskan untuk meninggalkan mereka. Dimas pun sontak langsung berlari mengejar Sarah dia pun menyamakan langkahnya untuk menemani Sarah mencari keberadaannya Kayla, Roni yang tengah sibuk bermain HP dirinya pun juga ikut mengejar perginya Sarah dan Dimas karena enggak mungkin juga dia sendirian di depan kelas seperti orang nggak punya teman. Mereka bertiga pun terus berjalan di sepanjang koridor untuk mencari keberadaannya kayla mereka tak lupa menanyakan kepada setiap siswa yang mereka jumpai mengenai keberadaan Kayla namun tidak ada satu pun yang tahu akan keberadaan Kayla hari itu sontak membuat Sarah menjadi khawatir dia takut kejadian waktu kaya disekap di rumah kosong itu akan terulang kembali. "Kayla di mana sih! Dari tadi udah muter-muter kok nggak nemu juga, gue kan jadi khawatir takut kalau semisal kejadian waktu itu terulang kembali," seru Sarah. "Udah lu tenang aja nggak usah gugup kayak gini bagian ku yakin kok kayak apa sih baik-baik saja," bales Dimas mencoba menenangkan Sarah yang tengah khawatir dengan keberadaannya Kayla. Mungkin karena Kayla sudah sangat bersahabat dengan Bella dan Sarah hal itu membuat ikatan batin mereka jadi kuat dan ketika salah satu dari mereka sedang terjadi sesuatu atau musibah pasti di antara mereka akan merasakan perasaan yang sangat aneh dan khawatir. "Temen lu itu bawa Kayla kemana sih lagian kalau semisal mau minta maaf atau mau bicara sesuatu kan bisa di kelas dan nggak usah bawa-bawa Kayla kayak gini! Toh nanti kalau semisal Kayla ada apa-apa emang dia mau tanggung jawab!," Tegas sarah sebaliknya masih berjalan melihat kanan kiri untuk mencari keberadaan nya Kayla, karena sudah hampir seluruh penjuru sekolahan mereka cari namun sampai saat ini mereka masih belum menemukan keberadaannya Kayla. "Mungkin tadi karena suasana di kelas lo yang lagi ramai hal itu membuat Aska memutuskan untuk mengajak kayla keluar dari kelas! Kan Azka itu tipe orang yang yang sangat dingin dan mungkin bisa dibilang kayak anti dengan keramaian," jelas Dimas. "Ya tapi kalau kayak gini gimana coba! Kita udah hampir mencari ke penjuru sekolahan tapi kita tidak menemukan Kayla loh," seru Sarah. Namun ketika mereka masih terus mencari keberadaan Kayla tiba-tiba mereka tanpa sengaja berpapasan dengan Aska yang sedang jalan sendirian hal itu sontak membuat mereka bertiga menjadi bertanya-tanya kenapa hanya sendirian padahal tadi dia pergi bersama Kayla. Dan dimanakah Kayla saat ini?. "Nah itu Aska kita samperin aja yuk," ucap roni menuju Aska yang sedang berjalan sendirian. Dan tanpa basa-basi mereka bertiga pun langsung menghampiri Aska. "Aska kayla dimana? Kok lu cuman sendirian bukannya tadi lo itu perginya sama Kayla?" Tanya Sarah dengan perasaan yang sudah tidak enak. "Gue nggak tahu dia ada di mana, soalnya waktu udah selesai bicara sama dia, dia lalu tiba-tiba pergi dan setelah itu gue pun nggak tahu," jelas Azka. "Loh kok lu gitu sih! Masa lu nggak tahu Kela di mana padahal tadi lo yang ngajak dia pergi dari kelas tapi sekarang lu malah cuek kayak gitu! Harusnya lu ada tanggung jawab atas kayla," ujar Sarah sudah mulai tersulut emosi. "Ya gue kan nggak tahu dia ada dimana ya kali gue harus membututi kemana perginya dia, nanti dikira gue ada niat jahat lagi sama dia," balas Azka. "Lu mah jadi orang selalu kayak gitu gak ada rasa tanggungjawab sedikitpun sedikit pun," tegas Sarah lalu akhirnya dia pun memutuskan untuk pergi dari situ dan mencari keberadaannya Kayla karena saat ini dia sudah sangat khawatir dengan Kayla takut kalau terjadi apa-apa. "Lu gimana sih ka! masa lu nggak tahu di mana Kayla! kan tadi dia perginya sama lo!" Ujar Dimas. "Lah kan tadi dia pergi sendiri ya kali gue harus membututi dia terus, emang kenapa sih lu pada lebay deh, mungkin dia itu sedang bongkar kamar mandi atau enggak ke mana gitu lagian siapa juga yang mau menculik dia," jelas Aska tanpa merasa bersalah sedikitpun. "Lu terlalu menyepelekan sesuatu ka, emang lu nggak ingat apa kejadian waktu itu yang sudah menimpa Kayla, waktu Kayla disekap di rumah kosong sama Yasmin, apa Lo lupa!" Tegas Roni yang juga ikut emosi. "Percuma lu bilang begitu ron! Toh Aska juga enggak akan peduli sama hal kayak gitu, dia kan es, lebih baik sekarang kita temani sarah untuk mencari Kayla juga takut terjadi apa-apa sama Kayla," jelas Dimas. "Oke yok," balas Roni, kali ini dia setuju dengan apa yang dikatakan Dimas alhasil mereka berdua pun lalu meninggalkan Aska sendirian di sana dan bergegas menyusul Sarah yang sedang mencari keberadaannya kayla. "Mereka pada kenapa sih lebay banget jadi orang padahal ini kan masih disekolah jadi buat apa juga ada yang macam-macam sama Kayla," tegas Azka cuek alhasil dia pun lebih memilih untuk menuju ke kelasnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN