Bab 51

1466 Kata
Kayla saat ini di dalam kamar mandi tengah menangis sesegukan karena dirinya sangat takut sekali dengan kegelapan dan dirinya pun juga udah berusaha semaksimal mungkin untuk keluar dan meminta tolong orang lain namun tidak ada satu pun yang menolongnya alhasil Kayla pun menjadi takut dan yang bisa dilakukan saat ini hanya lah menangis sendirian di tengah kegelapan kamar mandi ya meskipun ada cahaya masuk namun hal itu tidak menjadikan ruangan itu menjadi terang sepenuhnya. Karna cahaya yang masuk itu tidak seberapa. "Ayah bunda Abang tolongin Kayla, Kayla takut sendirian disini," seru Kayla dengan posisi tubuh yang menyandar di pintu kamar mandi sembari menangis ketakutan. "Siapapun yang ada di luar tolongin aku! Aku ada didalam," ujar Kayla lagi dengan sisa-sisa tenaganya karena dia terkurung disini juga udah lumayan lama dan itu banyak menguras tenaga nya. Di satu sisi saat ini ini Sarah Dimas dan Roni masih terus mencari keberadaannya Kayla yang mereka sama sekali tidak tahu di mana Kayla berada, tadi sarah juga udah sempet mencoba menghubungi ponsel milik Kayla namun tidak diangkat sama sekali Sarah curiga kalau ponsel milik Kayla berada di dalam tasnya dan Kayla pun tidak membawanya sekarang makannya dia tidak mengangkat teleponnya. Dan kebetulan saat ini mereka memutuskan untuk bolos pelajaran karena mereka memutuskan untuk mencari keberadaannya Kayla, karena saat ini juga kalau juga masih belum ada kabar sama sekali makanya mereka semua pada khawatir Aska yang tadi ngajak Kayla pergi pun dia tanpa merasa bersalah hanya bersikap biasa saja. "Gimana sih lukai gue jadi khawatir sama lu kalau lu nggak ada kabar kayak gini!" Tegas Sarah sangat cemas sekali dan udah ingin rasanya dia menangis. "Gue jangan nangis ya gue sama Roni bakal bantuin lo untuk mencari keberadaan Kayla sampai dapat kok lu tenang aja," tutur Dimas. "Tapi di mana kita udah hampir keliling-keliling seluruh penjuru sekolahan tapi kita belum sama sekali menemukan jejak keberadaannya Kayla gue takut kalau Kayla itu diapa-apakan sama orang jahat!" Ujar Sarah. "Iya kita tahu kok kalau semisal itu khawatir dengan keadaan Kayla tapi nggak boleh cemas dan nangis kayak gini nanti kita nggak bakalan nemu Kayla," balas Dimas. "La terus gue harus bagaimana dong! Gue bingung mau ngapain lagi," ucap Sarah hampir menyerah dan air matanya pun tak bisa dibendung lagi. Dimas yang mengetahui hal itu sontak dia merasa kasihan dia pun lalu berusaha untuk menenangkan Sarah namun tanpa disadari ternyata Sarah memeluk tubuh dia dan dia pun sontak juga terkejut padahal tadi dia tidak termasuk ingin memeluk tubuh Sarah tapi entah kenapa Sarah sendiri yang tiba-tiba mulai memeluk dirinya, mungkin karena dia sudah lelah dan khawatir serta pasrah mengenai keberadaan Kayla makannya dirinya bingung harus bagaimana lagi dan Dimas pun juga merasa kasihan melihat Sarah seperti ini padahal biasanya dia itu cerewet dan lagi dia, Sarah itu cewek tapi tingkah nya seperti cowok tapi cantik ini entah kenapa sarah menjadi sosok yang lemah mungkin karena dia terlalu sayang sama Kayla makanya dia sampai seperti ini. Sementara Roni disitu hanya diam saja melihat mereka seperti layaknya orang pacaran karena kelihatannya saat ini situasinya sedang serius jadi dia lebih baik memilih untuk diam daripada nanti malah timbul masalah baru kalau dia berbicara. "Dimas gue takut Kayla kenapa-napa soalnya enggak biasanya dia menghilang seperti ini apalagi tadi kan dia cuman pergi sama Aska tapi kenapa sekarang tidak ada, gue takut dia kenapa-napa," ujar sarah sesegukan sembari masih memeluk tubuh Dimas dan Dimas pun dia berusaha untuk menenangkan Sarah. "Iya Gue tahu kok khawatir sama dia gue pun juga baiknya kita tetap mencari dia, dan gue harap lo jangan bersedih pasti kita bisa menemukan Dia kok," bales Dimas lembut sembari mengelus punggung Sarah. "Tapi kita harus mencari kemana lagi Dimas, gue udah putus asa!" Balas Sarah. "Coba kita cari keladi sebelah belakang sekolah ini tadi kan kita belum sempat ke sana siapa tahu Kayla sedang berada di sana," jelas Dimas dan sontak Sarah pun melepaskan pelukannya itu dan benar saja mereka tadi belum sempat ke belakang sekolah bisa aja Keyla sedang berada di sana soalnya tempat itu juga jarang sekali di lalui oleh orang yang dan tempatnya juga nyaman untuk menyendiri. "Oh iya bener juga ya udah yuk kita coba cari ke sana," seru Sarah sembari mengusap air mata. "Tapi jangan nangis lagi masak kita cari sekolah tapi maunya masih harus kayak gitu nanti dikira kita ngapa-ngapain elu lagi," balas Dimas. "Iya enggak, nih udah gak nangis lagi," ucap Sarah menghapus kembali air matanya tanpa tersisa. "Ya udah sekarang aja yuk kita kesana mungkin di sana kita bisa mendapat petunjuk mengenai keberadaannya kayla," tutur Dimas, Roni dan Sarah pun menganggukkan kepalanya sebagai respon atas ucapan Dimas. Mereka bertiga pun lalu berjalan cepat menuju ke tempat yang berada di pojok belakang sekolahan tempat itu biasanya jarang sekali di lewati oleh murid-murid karena bagi mereka tanpa tidur lumayan sedikit horor karena tempat itu cuman digunakan Kan sebagai gudang dan ada 1 kamar mandi yang biasa digunakan oleh orang-orang tertentu yang mungkin kepepet saja. Mereka pun terus berjalan sampai akhirnya mereka sampai di di tempat tersebut dan benar saja tempat tersebut memang sangat sunyi namun ketika kita ingin sendirian atau sedang ada masalah tempat ini cocok untuk menenangkan pikiran karena di tempat ini juga ada 1 taman kecil yang mungkin terdapat 1 pohon rindang dan pohon ini bisa dibilang yang menyebabkan tempat ini jarang di lewati murid-murid dan karena pohon ini juga tempat ini jadi sedikit menyeramkan. "Kok gue takutnya ada di tempat ini hawanya mengerikan sekali," ucap Sarah. "Udah ngapain takut lagian siang-siang mana ada hantu tuh ada gue sama Dimas juga kan," balas Roni. "Iya betul itu buat apa takut lagian jangan-jangan mana ada hantu tuh ada kita berdua jadi kalau semisal ada apa apa sama kamu pasti kita bakal nolongin kok Santai aja kan ya kita ke sini mau mencari keberadaannya Kayla," tegas Dimas. Lalu mereka pun mulai berjalan pelan-pelan melihat kanan kiri untuk mencari keberadaannya sampai akhirnya mereka pun sampai di salah satu toilet yang ada di sekolahan namun tiba-tiba terdengar suara seseorang menangis hal itu sontak membuat Sarah menjadi ketakutan dan berlindung di balik punggung Dimas. "Itu suara apaan Dim kok kayaknya ada orang yang menangis gue jadi takut," tutur Sarah berlindung di punggung Dimas. "Mana sih kok nggak denger," balas dimas sembari mempertajam pendengarannya. "Masa lu gak dengar ada suara nangis gua gak denger kuping lu gak denger atau gimana sih!" Ucap Roni kesal padahal sudah sangat jelas sekali kalau ada suara rintihan orang yang sedang menangis tapi Dimas nggak mendengarnya sama sekali. "Oh iya gue sekarang baru dengar kalau ada ada suara orang yang menangis," balas Dimas setelah mempertajam pendengarannya dia pun akhirnya mendengar suara tersebut. "Eh tapi menurut gue itu bukan suara hantu deh nggak mungkin juga kan hantu siang-siang kayak gini, kayaknya itu suara orang apa jangan-jangan itu Kayla," ucap Roni menebak-nebak. "Eh bisa jadi lebih baik sekarang kita mendekat ke situ aja takut kalau itu benar-benar Kayla," seru dimas. Lalu Dimas Sarah dan Ron pun jalan pelan-pelan mendekat ke arah pintu kamar mandi tempat di mana terdengar suara tangisan tersebut. "Hiks hiks hiks," "Eh benar itu kayak suaranya Kayla, kay Lo ada di dalam kah?" Ujar Sarah, Kayla yang tengah duduk bersimpuh di bawah mendengar suara Sarah sontak dia pun berdiri. "Iya Sarah, tolongin gue, gue terkunci di dalam gue takut di sini gelap!" Balas Kayla masih menangis. "Bentar-bentar, lu tenang di dalam nggak usah panik sebentar lagi kita bakal nolongin lo!" Ujar Dimas. "Tolongin Kayla! Kasian dia di dalam ketakutan," seru Sarah khawatir. "Bentar bentar gue mau cari kuncinya dulu," balas Roni sembari melihat kanan kiri namun dia tidak menemukan keberadaan kunci itu. "Kuncinya nggak ada gimana!" Tegas Roni lagi. "Yaudah sebaiknya kita dobrak pintu ini kasihan Kayla kalau kelamaan di dalam," jelas Dimas. "Yaudah yok," balas Roni. "Oh iya Kay gue minta sama lu untuk menjauh dari pintu karena pintunya sebentar lagi bakal kita dobrak! Dan untuk lu juga agak mundur dikit nanti ndak kena," ucap Dimas kepada Kayla dan Sarah, dan contoh keduanya pun menjauh dari arah pintu lalu Dimas dan Roni bersiap mendobrak pintu itu. "1 2 3 brakk," pintu pun sudah terbuka dan Keyla pun ternyata benar ada di dalam, Sarah yang melihat itu pun sontak dia langsung berlari kearah Kayla dan memeluk tubuh Kayla yang mungkin sudah sangat ketakutan namun ketika Sarah baru saja memeluk tubuh Kayla tiba-tiba Kayla pingsan begitu saja. "Dimas Roni tolongin gue Kayla pingsan," teriak Sarah khawatir. Dimas dan Adit yang masih di luar pun mereka langsung bergegas ke dalam untuk melihat kondisi Kayla, setelah itu Roni pun memutuskan untuk mengangkat tubuh Kayla keluar dari kamar mandi tersebut. Kemudian disusul sama Sarah dan Dimas. "Sebaiknya kita Sarah ke UKS," seru dimas, dan Rani pun menganggukkan kepalanya lalu dia pun berjalan cepat dengan posisi masih membopong Kayla dia pun ingin segera sampai di UKS karena kalau dilihat-lihat kak dan Kayla sudah sangat memperihatinkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN