Roni pun membawa tubuh Kayla ke UKS karena dia tidak tega melihat kondisi Kayla yang sudah seperti ini kelihatannya dia sangat membutuhkan oksigen mungkin karena dia terlalu lama di dalam toilet dalam keadaan gelap alhasil mungkin karena jadi sesak dan kehabisan oksigen, dari raut wajahnya juga kelihatannya dia banyak mengeluarkan air mata mungkin karena dia terlalu takut.
Sepanjang jalan menuju ke UKS roni pun beberapa kali menabrak siswa yang melintas di depannya karena dia itu tidak sengaja dan mereka juga menghalang-halangi jalannya roni, toh Roni juga dalam keadaan panik. Karena bagi Roni nyawa Kayla lebih penting dari semuanya dan Kayla saat ini sedang membutuhkan pertolongan.
"Oy minggir nggak lihat apa kalau gue lagi bawa orang sakit!" Tegas Roni kepada murid-murid yang menghalangi jalannya dia.
Sarah dan Dimas yang berada di di belakang Roni sontak mereka pun beralih ke depan Roni untuk mencarikan jalan agar Roni segera sampai ke UKS karena mereka berdua juga khawatir dengan kondisinya Kayla.
"Teman-teman aku mohon untuk pada minggir karena kayla sedang membutuhkan pertolongan," seru Sarah sembari mencari jalan untuk Roni, karena dalam keadaan seperti ini banyak siswa yang berkerumun karena mereka terhadap sesuatu bukannya memberikan jalan tapi mereka malah pada ngumpul.
"Lu pada denger nggak sih temen gue sedang membutuhkan pertolongan jadi gue mohon sama kalian untuk memberikan jalan bukan malah pada ngumpul kayak gini dan asal kalian tahu ini bukan tontonan," tegas Dimas yang juga ikut emosi.
Alhasil semua murid yang tadinya ingin tahu ada kejadian apa sontak mereka pada minggir Karena mereka takut dengan raut wajah Dimas dan Roni yang sudah sangat emosi mereka juga tidak ingin mengambil resiko berurusan dengan mereka berdua.
Dan mumpung jalannya sudah longgar dan semua murid pada bertepi Roni pun segera mempercepat langkahnya agar sampai di UKS. Dan selang beberapa menit akhirnya Roni pun sudah sampai di UKS dia segera masuk kedalam lalu meminta pertolongan kepada dokter yang sudah berjaga di dalam.
"Dokter tolongin temen saya tadi dia terkunci di toilet dan ketika kita sudah berhasil membuka pintunya tiba-tiba dia pingsan!" Jelas Roni kepada dokter yang berjaga.
"Baik saya periksa dulu tapi saya mohon sama kamu untuk tunggu di luar karena kalau kamu di sini nanti yang ada malah membuat suasananya semakin memanas," balas dokter itu.
"Oke saya bakal keluar tapi saya mohon sama dokter untuk bisa menyelamatkan teman saya," seru Roni.
"Iya dek saya akan memeriksa teman kamu terlebih dahulu jadi saya harap kamu segera keluar," tutur Dokter itu.
Roni pun akhirnya mau tak mau dia keluar dari UKS membiarkan dokter tadi memeriksa keadaan Kayla dan dia pun berharap semoga saja Kayla tidak kenapa-kenapa karena sebagai teman dia juga sangat khawatir dengan kondisi Kayla.
Setelah dia keluar dari UKS pun Dimas dan Sarah baru saja sampai.
"Kondisi kayla gimana Ron?" Tanya Sarah sangat khawatir.
"Belum tau juga gue, soalnya Kayla saat ini tengah diperiksa sama dokter, sebaiknya kita berdoa saja demi keselamatan dia," balas Roni.
"Aamiin aamiin ya Allah," seru Sarah.
"Tapi gue kok masih heran ya, kenapa Kayla bisa terjebak didalam toilet itu dan gue rasa kalau pun pintunya rusak itu gak mungkin kalaupun iya pasti ada keterangannya kalau pintu itu rusak dan pasti juga akan ditutup kan nggak digunakan, gue jadi curiga kalau ada orang yang mau menyelakai kayla," ujar Dimas tiba-tiba, karena dia berfikir kalau semisal kejadian ini bukan kebetulan saja tapi sudah ada seseorang yang merencanakan dibalik itu semua.
"Kali ini gue juga setuju sama lo nggak mungkin juga kalau tiba-tiba Kayla terjebak di dalam toilet karena pintunya bisa pasti ada seseorang yang berusaha ingin mencelakai Kayla tuh tadi waktu kita di sana kita tidak menemukan kunci toilet tersebut, padahal biasanya kunci itu ada di depan toilet tapi tadi kita tidak menemukan sama sekali," seru roni yang ternyata juga memiliki pemikiran sama dengan Dimas.
"Tapi siapa juga yang ingin menyelesaikan Kayla?" Tanya Sarah yang juga bingung.
"Apa jangan-jangan yasmine and the king mereka kan paling gak suka sama Kayla dulu aja mereka pernah menyekap Kayla di rumah kosong pasti kejadian ini juga ada sangkut-pautnya dengan mereka," ujar dimas menebak, karena menurut Dimas bisa jadi dalang dibalik ini semua adalah yasmine dan teman-temannya karena dulu aja mereka pernah nekat menyekap kalau di rumah kosong dan pasti saat ini juga mungkin karena ulah mereka.
"Tapi setahu aku Jasmine saat ini tidak berangkat sekolah karena dia sama bela juga kemarin kena skors karena mereka berdua berantem, jadi apa mungkin kalau dalang dibalik ini semua Yasmin dan teman-temannya," tutur Sarah ragu.
"Yang kena hukuman kan cuma yasmine sementara Jenifer dan rere kan masih berkeliaran di sekolah ini dan mereka berdua juga berangkat ku yakin kalau semisal mereka berdua itu dalang dibalik ini semua mereka melakukan ini atas suruhan dari Yasmin toh sekarang kan ada ada handphone, dan pastinya Jasmine memantau Kayla dari mereka berdua," jelas Roni.
"Ya wisata di itu apa yang dikatakan Roni mungkin yang melakukan ini semua kan Yasmin langsung melainkan anak buahnya itu Rere dan Jennifer gue yakin 100%," ujar Dimas.
Namun bersamaan dengan itu pintu UKS pun terbuka menampakkan sosok dokter tadi sempat menangani Kayla lalu mereka berdua pun mendekat kearah pintu untuk menanyakan bagaimana kondisi Kayla.
"Gimana kondisi Kayla apa dia baik-baik saja?" Tanya Sarah.
"Kayla tadi sempat kekurangan oksigen tapi untungnya saja kalian cepat membawa dia kesini dan Alhamdulillah dia tadi sempat ditangani dan sekarang dia masih tidak sadarkan diri, mungkin beberapa saat dia bakal siuman," jelas dokter itu.
"Syukurlah kalau begitu, oh iya dok bolehkah kita masuk ke dalam?" Tanya Dimas.
"Boleh tapi kalian jangan berisik ya! Dan jaga sopan santun," balas dokter itu.
"Baik dok," ujar Dimas. Setelah itu mereka bertiga pun bergegas masuk ke dalam untuk melihat kondisinya Kayla karena mereka memang benar-benar sangat hancur lagi setelah peraturan dari dokter tadi Kalau Kayla sempat kekurangan oksigen, tapi untungnya saja mereka tadi tempat waktunya menolong Kayla kalau nggak tidak bisa dibayangkan lagi nasib Kayla akan bagaimana.
Sesampainya mereka di dalam mereka pun melihat kondisi Kayla yang terbaring lemas di ranjang UKS hidungnya terdapat saluran oksigen dan matanya pun masih terpejam mereka jadi tidak tega melihatnya.
"Yaallah kay kok Lo bisa kayak gini sih!" Ujar Sarah tak tega melihat kayla yang terbaring seperti ini dengan wajah yang pucat.
"Udah sar Lo jangan bersedih kayak gini, lagian Kayla kan tadi udah ditangani sama dokter dan kata dokter kondisi dia baik-baik saja," seru dimas mencoba menenangkan Sarah agar tidak begitu panik.
"Tapi gue kasihan melihat kelas seperti ini, andai tadi gue tahu kalau kayla bakal seperti ini gue nggak bakal ngijinin azka untuk bawa kayla pergi, karna dia pun juga gak ada tanggung jawab sama sekali, dan bersikap cuek saja," ucap Sarah.
"Namanya juga musibah kita nggak ada yang tahu tuh alhamdulillahnya Kayla juga nggak kenapa-napa kan," balas Dimas.
"Tapi tetap saja gue benci sama temen Lo itu! Udah ngajak Kayla pergi secara paksa tapi sekarang dia malah gak ada niatan tanggung jawab sama sekali, dia malah sok-sokan cuek," seru Sarah merasa kesal dengan sikap Azka tadi yang sangat santai dan gak ada beban.
"Iya gue tau kok, kita bakalan bilangin Aska untuk dia tanggung jawab sama Kayla tuh walaupun dia temen kita tapi kalau dia salah kita bakalan Negor kok," jelas Roni.
"Iya-iya, gue percaya sama Lo kok," balas Sarah kemudian dia pun memilih untuk diam dan fokus dengan Kayla karena dia sangat khawatir sama kondisinya Kayla, mungkin kalau bela ada di sini pasti nasib Aska udah di ujung tanduk. Karena Sarah yakin kalau bela tidak akan membiarkan rela terbalik seperti ini.
Sementara Dimas dan Roni memutuskan untuk menunggu Keyla di kursi yang ada di UKS karena sebagai teman Aska dia juga ingin bertanggung jawab atas kayla tuh tadi yang mengajak kayla keluar dari kelas kan Aska jadi mereka ada tanggung jawab untuk itu karena mereka itu temannya Aska.