Bab 53

1510 Kata
Sarah Roni dan dimas pun saat ini masih terus menjaga Kayla yang masih tak kunjung sadarkan diri padahal udah lebih dari 15 menit mereka menunggunya namun Kayla belum ada tanda tanya untuk sadarkan diri pada dokter tadi bilang kalau kayla mungkin sebentar lagi bakalan sadarkan diri namun nyatanya sampai sekarang belum siuman juga. "Eh dimas Roni kok gue jadi khawatir ya sampai saat ini Keyla belum sadarkan diri juga padahal tadi dokternya bilang kalau semisal mungkin sebentar lagi kayla nya bakal sadarkan diri," ucap Sarah yang sangat khawatir dengan kondisi Kayla. "Eh iya juga sih padahal ini udah lebih dari 15 menit tapi kenapa Kayla juga tak kunjung sadarkan diri," seru Dimas sembari melihat jam yang menempel di tangan nya itu. "Udah kalian nggak usah khawatir seperti itu, mungkin sebentar lagi kayla bakal bangun kok kita percaya aja sama apa yang dikatakan oleh dokter tadi, kan dia yang lebih tahu dari kita, dan alangkah baiknya kalau kita tunggu kayla Sampai sadarkan diri," bales Roni mencoba menenangkan di Medan cara agar tidak terlalu khawatir mengenai kondisinya ya walaupun aslinya dirinya juga sangat khawatir tapi kalau mereka semua jadinya khawatir dan kuku nanti yang ada malah pada ribut. "Iya sih tapi kita kan juga harus waspada toh dokter nya tadi kan bilang kalau sebentar lagi Kayla bakal sadarkan diri tapi nyatanya sampai sekarang belum ada tanda-tanda sedikitpun Kalau kayla bakal sadar, kalau gini kita juga khawatir kan, kalau terjadi sesuatu sama kayla gimana?" ucap Dimas. "Kita tunggu sampai 10 menit lagi aja kalau semisal belum ada tanda-tanda Kayla sadarkan diri baru nanti kita manggil dokternya lagi tuh sebaiknya lebih baik kita sekarang berdoa semoga Kayla bisa secepatnya untuk sadarkan diri," ujar Roni. "Ya udah kalau begitu kita tunggu sampai 10 menit lagi kalau semisal Kayla masih belum ada tanda-tanda untuk sadarkan diri nanti baru kita lapor sama dokternya, dan Sarah lu nggak perlu khawatir ya kita berdoa aja yang terbaik untuk Kayla," balas Dimas. Lalu mereka pun berdoa dalam hatinya agar Kayla bisa secepatnya sadarkan diri karena mereka berarti kau juga udah sangat khawatir karena muka Kayla sampai saat ini juga masih pucat dan tangannya pun juga sedikit dingin, Sarah yang ada di samping Kayla pun sudah ditagih terus-menerus memegang tangan Kayla karena dia saking khawatirnya. Dan benar saja belum sampai 10 menit jari-jemari Kayla pun mulai bergerak sedikit demi sedikit Sarah yang mengetahui hal itu sontak ia pun sedikit lega dan senang karena mungkin ini pertanda kalau semisal Kayla sudah mau sadarkan diri lalu dia pun buru-buru memberitahu Dimas dan Roni tentang hal ini. "Eh dimas Roni jari-jari Kayla tadi bergerak," ucap Sarah yang sudah sangat senang sekali. Roni dan Dimas yang berada di sofa sontak mereka pun terbangun dan mendekat ke arah ranjang yang ditempati kalau untuk memastikan kebenaran yang diucapkan oleh Sarah tadi. "Oh iya benar jari-jemarinya karena sudah bergerak sedikit demi sedikit Alhamdulillah mungkin ini pertanda baik kalau semisal Kayla sebentar lagi udah mau sadarkan diri," ujar Rony yang juga sedikit lega melihat Kayla yang sebentar lagi sadarkan diri. "Syukurlah ternyata doa-doa kita tadi akhirnya terkabulkan juga sebentar lagi kayla sudah mau sadarkan diri Gue jadi lega melihatnya," tukas Dimas. Dan selang beberapa menit akhirnya mata Kayla pun sedikit demi sedikit mulai terbuka dan tak lama kemudian Alhamdulillah kayla pun sudah sadarkan diri. "Kay lo udah bangun?" tanya Sarah memastikan dan Kayla pun hanya bisa menganggukan kepalanya mungkin karena tenaga dia udah habis terkuras waktu di kamar mandi tadi. "Syukurlah kay akhirnya lu bangun juga kita tadi khawatir sama kondisi lho, soalnya muka lo juga sangat pucat sekali," ujar Dimas. "Udah aku nggak papa kok lagian tadi gue cuman agak pusing dan sesak nafas aja kalian nggak usah khawatir seperti ini," balas Kayla lirih sekali. "Gimana kita nggak khawatir kamu aja tadi tiba-tiba pingsan dan baru sadarkan diri sekarang tangan kamu juga dingin sekali loh kay," ujar Sarah. "Betul itu! oh ya kok gue masih heran kenapa lu bisa terkunci di dalam kamar mandi itu sih bukannya tadi lo itu pergi sama Aska ya tapi kenapa tiba-tiba lu ada di sana?" Tanya Roni yang sedari tadi masih penasaran kenapa Kayla bisa berada di selat tersebut dan dalam keadaan terkunci di dalam nya. "Gue pun tidak tahu jelasnya gimana tapi waktu tadi gue selesai bicara sama Aska aku pun memutuskan untuk pergi sebentar menenangkan diri, habis itu waktu gue ingin kembali ke kelas tiba-tiba gue ingin buang air kecil makanya gue tadi ke toilet itu tapi ketika gue sudah selesai dan ingin keluar tiba-tiba pintunya sudah tertutup begitu saja dan terkunci, gue pikir itu cuman ada masalah sedikit dan gue pun berusaha untuk tenang dan berusaha untuk membuka pintu itu namun ternyata masih nggak bisa dan selang beberapa menit tiba-tiba lampu kamar mandi juga mati gue pun terus berusaha untuk meminta bantuan orang yang ada di luar namun tidak ada sama sekali yang bantuin gue mungkin tida ada orang yang berlalu-lalang di sekitar situ alhasil gue pun semakin lama semakin ketakutan karena Kalau boleh jujur aku paling takut dengan kegelapan dan tadi juga sempat nafas gue tersengal-sengal dan sampai akhirnya kalian datang," jelas Kayla panjang lebar. "Kok bisa ya gue jadi curiga kalau ada seseorang yang mau berniat buruk Sama Lo, soalnya gak mungkin juga pintu toilet nya tiba-tiba terkunci begitu saja toh gue yakin kalau pintu toilet itu tidak rusak soalnya walaupun jarang digunakan pastinya tapi masih tetap berfungsi kan," ujar Roni. "Iya betul juga apa yang lo katakan itu, gue jadi curiga ada dalang dibalik semua yang menimpa Lo itu, soalnya gak mungkin juga kalau ini kebetulan saja, dan gue pun jadi curiga sama Yasmine dan teman-temannya itu, soalnya kan dulu Lo pernah disekap oleh Yasmin dan teman-temannya di rumah kosong itu jadi gue yakin kalau dalang dibalik kejadian itu adalah mereka mungkin mereka masih menyimpan dendam sama lu," tegas Dimas. "Kalian nggak usah berpikir negatif sama orang lain nanti kalau tidak benar yang ada malah jadi fitnah loh, tuh bisa jadi memang pintu nya itu tadi rusak sebaiknya kita berpikir positif aja," tutur kayla, ya nggak mau berprasangka buruk terhadap orang lain karena kalau itu tidak benar adanya yang ada nanti malah timbul fitnah. "Tapi kay kalau di logika nggak mungkin juga kalau semisal pintunya rusak tuh pasti kalau rusak juga ada peringatan nya kalau nggak ada tulisan yang mengatakan bahwa daerah tersebut pintunya rusak jadi Gue berharap semoga orang yang mau menyerah kalau itu nanti bakal kena imbasnya, oh iya gue baru tahu sekolah ini kan ada cctv-nya kita bisa lihat dari sana," ujar Sarah. "Eh bentar tapi kalau di area tadi itu kayaknya nggak ada cctv-nya di soalnya gue juga enggak melihat adanya CCTV tadi," balas Dimas yang baru di tempat itu tidak terdapat di CCTV yang terpasang. "Aduh gimana coba terusan cara agar kita bisa mengetahui siapa orang yang berniat buruk untuk menyelakai Lo?" Tanya sarah juga bingung. "Padahal kalau ada CCTV kita jadi bisa mengetahui siapa dalang dibalik kejadian lu itu tapi karena mungkin disana enggak pasang CCTV jadinya kita akan sulit mencari pelaku tersebut," balas Roni. "Ya udahlah lupakan saja lagian aku juga udah nggak kenapa-napa kan mungkin memang ini sebuah musibah yang menimpa gue," seru Kayla mencoba ikhlas karena dia pun juga tidak mau kalau harus diperpanjang masalah seperti ini. "Lu orangnya terlalu baik kay, sampai-sampai masalah kayak gini aja lu nyuruh kita untuk melupakan begitu saja padahal andai saja tadi kita nggak secepatnya datang ke sana Gue nggak tahu laki lu nanti akan gimana," tukas Sarah. "Bukannya gue mau sok baik tapi kita akan sulit mencari fakta-fakta ataupun bukti-bukti mengenai orang yang sudah menyala kayak gue tuh gue juga nggak mau ingin memperpanjang permasalahan ini," jelas Kayla. "Ya udahlah mungkin untuk saat ini memang kita harus ikhlas mengenai musibah yang menimpa Kayla ini tapi mungkin lain kali kalau sampai terjadi lagi sama lu baru kita akan bertindak bagaimanapun caranya itu," tegas Dimas. "Iya mungkin alangkah baiknya mengenai masalah ini sebaiknya jangan terlalu diperpanjang kita ikhlaskan aja dan kita sebaiknya ambil hikmah tentang kejadian ini," balas Kayla. "Oh iya Kay, berhubung Lo sudah sadarkan diri gue sama Dimas mau pamit dulu ya soalnya kita kan tadi juga Udah bolos pelajaran dan takutnya aja kalau kita nggak balik ke kelas nanti yang ada malah dimarahin sama guru," ujar Roni. "Iya nggak papa aku juga berterima kasih banget sama kalian karena udah mau nolongin gue kalau semisal nggak ada kalian gue juga nggak tahu lagi harus bagaimana, dan maaf kalau semisal gue udah ngerepotin kalian," balas Kayla. Dia sangat beruntung sekali bisa mengenal mereka karena mereka itu sangat baik baik orangnya walaupun terkadang suka bikin kesal tapi di balik itu semua mereka pada peduli satu sama lain. "Iya sama-sama nggak kok nggak ngerepotin kita kita sama lu kan juga udah menjadi teman baik dan harusnya saling tolong menolong," jelas Roni. "Ya udahlah kalau begitu kita cabut dulu ya! semoga lu cepet sembuh," ucap Roni, setelah itu Roni dan Dimas pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu karena mungkin saat ini kondisi Kayla juga lebih baik daripada tadi dan mereka berdua pun juga harus kembali ke kelas takut kalau kena marah sama guru.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN