Bab 54

1415 Kata
Setelah dari UKS Roni dan Dimas pun lalu berjalan menuju ke kelasnya karena sedari tadi mereka juga udah bolos dari pelajaran dan pastinya mungkin saat ini mereka tengah ditunggu oleh guru yang sedang mengajar di kelas nya, sebenarnya mereka nggak papa sih bolos di jam pelajaran tapi karena mereka nggak mau harus berurusan dengan guru tersebut makanya mereka memutuskan untuk masuk ke dalam kelas meskipun sudah terlambat. "Ron nanti lo yang bilang ya sama guru kalau kita terlambat! Soalnya gue males sekali kalau harus berdebat sama guru tersebut," ujar Dimas yang nggak mau ribut sama guru tersebut. "Kok gue sih! Gue pun juga ogah kalau harus ribut dulu sama guru itu," balas Roni yang ternyata dia juga nggak mau kalau harus berdebat dengan guru yang sedang mengajar di kelasnya. "Lah terus siapa yang bilang? Lagian gue menyuruh Lo untuk bilang sama guru itu soalnya lo kan paling jago akting tuh kalau lo yang bicara pastinya guru itu bakal percaya sama lo kok," ujar Dimas sembari fokus berjalan. "Siapa bilang lagian gue juga nggak ada alasan kenapa kita bisa terlambat masuk dan tidak mengikuti pelajaran guru itu, nanti kalau gue jujur pastinya guru itu juga nggak akan percaya kan sama gue," tukas Roni. "Udah nggak papa nanti lu coba aja, siapa tahu guru itu bakal percaya sama lu, tuh gue juga percaya sama lu 100% kok," seru Dimas sembari menepuk punggung milik Roni. "Lu jadi orang kebiasaan banget deh! Kalau ada masalah seperti ini gue yang disuruh maju tapi giliran yang enak-enak aja gue ditinggalin!" Tutur roni merasa kesal sama Dimas. Karena Kalau ada masalah seperti ini pasti dirinya yang suruh maju dan dia pun juga hanya bersembunyi di balik dirinya serta cari aman nya saja. "Nggak lah gue mana tega seperti itu sama lu lagian kalau gue pintar bersandiwara pasti gue yang akan maju menghadapi guru itu, tapi berhubung gue nggak bisa dan lu yang paling pintar makanya gue nyuruh lo biar guru itu percaya kalau gue yang bicara mana ada dia sampai percaya sama gue, yang ada nanti kita malah kena hukuman, emang lo mau kita di hukum?" tegas Dimas. "Bodo amat lah, oh ya Aska kemana ya kok gue nggak lihat dia sih habis kita ketemu tadi," seru Roni yang baru menyadari kalau semisal mereka itu nggak lagi sama Aska. "Gue juga nggak tahu tadi dia kan main pergi aja kita ajak untuk mencari Kayla aja dia nggak mau, padahal secara tidak langsung Kayla itu menjadi tanggungjawab dia soalnya kan tadi yang ngajak Kayla pergi dari kelas tapi kenapa dia malah lepas tanggung jawab begitu aja! Dan coba kalau semisal kita tadi gak bantuin sarah mencari kayla, Gue nggak tahu lagi kondisi Kayla nantinya akan seperti apa," jelas Dimas. "Iya bener juga sih apa yang lu katakan barusan, gue juga heran kenapa Aska bisa seperti itu padahal kan tadi dia yang ngajak Kayla pergi dari kelas, seharusnya dia juga punya tanggung jawab untuk mengembalikan Kayla kelasnya lagi tuh tadi kita juga udah meyakinkan Sarah kalau Kayla bakal baik baik saja tapi ternyata Kayla malah terluka kalau gini kan nanti yang ada Sarah tidak percaya lagi sama kita," tukas Roni. "Tapi percuma juga kalau kita mau bilangin Aska tuh dia kan orangnya keras kepala lagian kalau kita tetap nekat nasehatin dia yang ada kita malah kena imbasnya," tukas Dimas. "Betul itu tapi biarkanlah setidaknya kita udah kasih dia nasehat sekalipun dia nggak mau mendengarkan biarkan saja itu urusan dia juga kan," tegas Roni. Lalu mereka pun masih tetap berjalan santai menuju ke kelasnya sembari mengobrol kecil, namun ketika mereka sampai di pertigaan menuju ke kelas tiba-tiba mereka melihat Aska yang baru saja turun dari tangga menuju rooftop sekolahan, alhasil mereka pun memutuskan untuk menghampiri Aska mereka berniat untuk mengajak Azka masuk ke dalam kelas. "Ka Lo dari mana aja sih?" Tanya Dimas. "Biasa aku dari habis nongkrong di rooftop," balas Aska. "Oh ya lu tahu nggak kalau semisal ternyata Kayla itu tadi terkunci di kamar mandi belakang sekolah, dan lebih parahnya lagi tidak ada satupun orang yang menolong dia tapi untungnya kita tadi langsung datang ke sana dan menolong dia kalau nggak mungkin Kayla sudah kenapa-napa, soalnya waktu kita habis mendobrak pintu kamar mandi itu tiba-tiba Kayla pingsan begitu saja, dan dengan sigap gue pun membawa Kayla ke UKS karena gue juga khawatir muka dia juga udah sangat pucat sekali, dan ternyata setelah diperiksa oleh dokter kayla itu tadi sempat sesak nafas dan beruntungnya kita cepat membawa dia ke UKS kalau nggak mungkin nyawa Kayla sudah tidak bisa ditolong lagi, dan gue pun juga heran sama lo bisa bisanya lo itu lepas tanggung jawab sama Kayla secarakan tadi lo yang bawa kayla pergi dari kelas harus nya lu itu mempunyai tanggung jawab untuk mengembalikan dia ke kelasnya lagi bukan malah lepas tangan kayak gini," jelas Roni kepada Aska yang sedikit kesal. Aska yang mendengarkan penuturan dari Roni sontak dia pun sedikit terkejut, kenapa ini semua bisa terjadi dengan Kayla padahal waktu di taman tadi Kayla pergi masih baik-baik saja tapi kenapa dia bisa terkunci di kamar mandi itu apa ada orang yang mau berniat buruk sama dia?. "Oh ya bukan lu kan dalang dibalik kejadian Kayla yang terkunci di dalam kamar mandi itu?" Tanya Dimas hati-hati. "Eh ya kali ya! Walaupun gue dulu pernah menyekap Kayla di gudang tapi gue saat ini juga udah sadar kalau itu salah dan gue juga masih punya rasa kemanusiaan, lagian buat apa juga gue kunciin Kayla di kamar mandi nggak ada faedahnya juga kan bagi gue, tuh gua aja baru tahu kalau Kayla habis disekap di kamar mandi dari Roni barusan," balas Azka. "Lah terus siapa dalang dibalik ini semua? Masak Yasmine? Ya walaupun Sebenarnya emang gue curiga sama Yasmin dan teman-temannya tapi tadi Sarah bilang kalau semisal saat ini Yasmin tidak berangkat sekolah karena dia lagi kena hukuman dan diskors jadinya dia hari ini nggak berangkat sekolah," tukas Dimas. "Tapi menurut gue itu bisa saja toh Rere dan Jennifer kan berangkat sekolah bisa saja Yasmin itu menghubungi mereka berdua untuk ngasih pelajaran kepada Kayla secara kan dari dulu Yasmine itu juga sangat benci sekali sama Kayla dan dia ingin menyingkirkan Kayla," jelas Roni. Aska pun nampak terdiam sesaat dia pun jadi teringat momen dimana ketika dia membawa Kayla ke taman tadi mereka berdua tidak sengaja bertemu Rere dan Jennifer dan kelihatannya tatapan mereka juga sangat kesal, Aska jadi curiga kalau semisal mereka berdua itu melaporkan kejadian ini kepada Yasmin terus Yasmin meminta mereka berdua untuk ngasih pelajaran kepada Kayla ya walaupun sebenarnya tadi dirinya dan Keyla tidak ada apa-apa tapi mungkin Rere dan Jennifer salah tangkap. "Gue pun setuju sama Roni karena tadi waktu gue sama kayla mau ke taman gue tanpa sengaja berpapasan dengan Rere dan Jennifer mungkin mereka mengira kalau gue ada apa-apa sama Kayla makanya mereka langsung melaporkan itu semua kepada Yasmin alhasil Yasmine menjadi marah dan meminta mereka untuk kasih pelajaran sama Kayla," jelas Azka. "Nah itu dia bisa saja emang benar kalau tadi Rere sama Jenifer laporan sama Yasmine soal Azka sama Kayla tadi, ya walaupun mereka itu tidak tau fakta sesungguhnya yang terjadi, tapi kan Lo pada tau gimana sifat nya mereka, suka terhasut duluan kalau ada informasi bukannya cari tau dulu kebenaran nya tapi udah main koar-koar saja," tukas Roni. "Yaudah terus kita harus gimana? Kasian juga kan kayla kalau harus di sakiti terus sama Yasmine dan teman-temannya, lagian dia seperti ini secara langsung itu karena lo Ka, kan semenjak Kayla dekat dan menjadi tutor lu Yasmin jadi cemburu dan coba menyelakai Kayla, dan kalaupun kita mau laporkan mereka ke guru BK percuma juga tuh enggak ada buktinya nya," tukas Dimas. "Bener itu kalau kita mau lapor kan mereka ke BK pasti kalau nggak ada bukti yang kuat guru BK tidak bakal percaya sama kita, dan andaikan saja di situ ada CCTV yang terpasang pasti kita dengan mudah akan tahu siapa pelaku dibalik ini semua," balas Roni. "Ya udah lebih baik sekarang kalian ikut gue, karena gue ada satu cara agar mereka mau mengakui kesalahannya itu," tegas azka. "Emang lu ada rencana apa ka?" Tanya Dimas penasaran. "Udah kalian ikut aja gue nanti gue bakal ceritain sama kalian!" Tegas Aska. "Ya udah yuk," balas Dimas. Lalu mereka bertiga pun mulai berjalan meninggalkan tempat itu dan mengikuti arah di mana Aska pergi, karena Roni dan Dimas pun nggak tahu apa yang sedang direncanakan oleh Aska dan mereka pun hanya bisa mengikuti kemauan Aska itu. Dan karena mereka juga yakin kalau mungkin 90° rencana yang Aska bakal lakuin itu pasti berhasil.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN