Bab 55

1505 Kata
Mereka bertiga masih terus berjalan melewati koridor sekolah, Dimas dan Roni pun sampai saat ini dia gak tau Azka akan mengajak mereka kemana! Karna sedari tadi mereka hanya mengikuti kemana arah Azka berjalan dan tanpa ada niatan untuk Bertanya, karna kalau mereka bertanya nanti yang ada malah mereka kena marah sama Azka. "Sebenarnya Aska membawa kita ke Mana sih! Kok dari tadi cuman jalan terus gue capek tahu!" Bisik Dimas kepada Roni. "Kok tanya sama gue sih! tanya aja sama Aska lagian gue juga nggak tahu kita mau ke mana," balas Roni. "Ya kali kayak lu gak tau azka aja, nanti kalau semisal gue tanya sama Aska yang ada gua malah kena marah sama dia!" Tegas Dimas. "Nah itu Lu tahu, sebaiknya lu diam aja kita ikutin ke mana Aska pergi toh kita kan nggak tahu juga rencana Aska kayak gimana," ujar Roni. "Nyesel gue tanya sama lu! Yang ada bukannya gue tahu jawabannya tapi malah bikin gue emosi aja," tukas Dimas, namun Roni hanya memilih diam dan tidak lagi menanggapi ucapan Dimas karena bagi dia itu tidak penting. Mereka pun terus berjalan sampai akhirnya tiba-tiba Aska berhenti kontak membuat limas dan Roni pun terkejut alhasil mereka pun menabrak tubuh Aska yang ada di depannya. Brugg.. "Eh maaf ka nggak sengaja lagian lo sih berhenti jalan mendadak alhasil kita yang ada di belakang lu kan jadi kaget dan malah jadi nabrak Lo kan!" Tutur Dimas meminta maaf lebih dulu sebelum dia kena semprot oleh Azka. "Sebenarnya gue tadi tahu kok kalau Aska itu udah berhenti makanya gue juga ikut berhenti namun karena lo dari belakang tiba-tiba menabrak gue alhasil gue pun juga ikutan menabrak Aska, padahal kalau gak nabrak gue pasti gak bakal seperti ini," balas Roni. "Eh apaan nggak ya Lu tadi juga nggak tahu kalau semisal Aska itu tiba-tiba berhenti gue yang ada di belakang lu jadi gue yang tahu lu itu tadi gimana, jadi lo jangan memutarbalikkan fakta seakan-akan di sini gue yang salah! Hobi banget sih cari kesalahan gue, emang Lo mau apa gue dimarahin sama Azka!" Jelas dimas merasa kesal. "Gue nggak lagi memutar balikan fakta kali! Lagian buat apa aku bohong nggak ada manfaatnya juga kan! Lu nya aja tadi yang nggak lihat-lihat makanya lu nabrak kita dan sekarang lu mau menyalahkan gue juga, padahal di sini gue juga sebenarnya udah berhenti tapi karena lu pada alhasil gue juga ikut menabrak Aska kan! Dan kalau pun Lo dimarahin sama Azka itu Karan kesalahan Lo sendiri bukan Karena gue!" Tutur Roni masih mencari pembelaan. Aska yang sedari tadi diam dan menahan emosinya karena melihat dua sahabatnya itu sedang berantem sontak dia pun menjadi geram kepada mereka karena mereka tiap hari ada ada yang bikin berantem. Bikin kepala nya jadi pusing saja! Tapi kalau tidak ada mereka pasti hari-hari nya juga akan merasakan sepi. "Bisa diam enggak sih kalian berdua! Kalau kalian nggak bisa diem sebaiknya kalian balik ke kelas aja, biar gue sendirian yang cari penyebab Kayla bisa terkunci di kamar mandi itu! Kalau kalian berantem terus itu hanya bikin gue emosi saja," Tegas Azka dingin. Karna dia sudah sangat emosi, kalau mereka berisik bisa-bisa Rere dan Jenifer bakal mengetahui keberadaan mereka. "Eh jangan gitu dong kita kan juga temennya Kayla masa kita nggak ikut turun tangan untuk mencari penyebab terkuncinya kayla, nanti kita dikira lupa sama temen lagi, toh gue juga udah terlanjur kesal sama pelakunya," ujar Dimas tanpa ada rasa sedikit pun. "Ya udah makanya kalian itu diam nggak usah pada ribut kalau kalian ribut nanti yang ada malah ketahuan! Dan misi kita untuk mencari penyebab terkuncinya kayla nanti bakal hancur," Jelas Azka. "Iya kita minta maaf kalau kita tadi salah! Oh iya lagian kenapa sih lo kok tiba-tiba berhenti mendadak emang ada apaan?" Seru Dimas penasaran. "Kalian coba lihat ke arah situ, disitu sedang ada Jennifer dan Rere yang sedang kelihatannya membicarakan sesuatu, dan gue pun yakin kalau semisal mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting terkait kayla," jelas Azka sembari menunjuk ke arah Jenifer dan Rere. "Oh ya itu mereka berdua dan gue sekarang paham apa maksud yang lu katakan tadi!" Ujar Roni. "Oke sekarang belum ada udah paham kan apa yang gue maksud jadi sekarang kita diam di sini kita dengarkan pembicaraan mereka kalau perlu siapkan HP kalian untuk merekam pembicaraan mereka biar itu bisa menjadi barang bukti nanti," tegas Azka, lalu mereka berdua pun menganggukkan kepalanya dan mengeluarkan ponselnya. Sebenarnya niat aska tadi dia ingin mengajak teman-temannya itu untuk melabrak Jennifer dan Rere serta memaksa mereka untuk mengakui jika mereka orang yang sudah kunciin Kayla di toilet, namun karena tadi dia melihat mereka berdua telah berbicara dan kelihatannya sangat mencurigakan hal itu membuat aku menjadi merubah strateginya untuk memecahkan permasalahan Kayla. Dan mereka pun saat ini tengah melebarkan telinganya untuk mendengar topik pembicaraan yang sedang di Jennifer dan Rere tanpa ada sedikitpun suara yang mereka keluarkan Karena untuk sedikit pun mereka sampai kelewatan momen seperti ini dan mereka pun nantinya juga tidak akan bisa mendapatkan barang bukti. "Eh gimana dong kok gue jadi takut sih, takut kalau semisal Kayla jadi kenapa-napa dan dia adalah yang menolong alhasil nanti dia berhasil lolos terus kalau dia bersama kepala sekolah gimana nggak mau kalau dapat hukuman seperti Yasmin," ucap Jenifer. "Udah lu diem aja makannya jangan banyak omong kalau lu bicara seperti ini gue juga ikutan takut!" Tegas Rere. "Ya terus kita sekarang mau gimana?" Tanya Jenifer yang sudah merasa ketakutan. "Ya udah lu diem di sini gue mau telepon Yasmin dan kabarin dia kalau semisal kita udah melaksanakan apa yang dia perintahkan!" Balas Rere. "Oke yaudah cepetan sana!" Seru Jenifer, setelah itu mereka pun mencoba untuk menghubungi nomor Yasmin untuk melaporkan bahwa mereka sudah berhasil menyelakai Kayla. Panggilan pertama pun tidak terjawab sontak Rere pun akhirnya menelpon kembali dia juga tidak menyerah untuk terus menelpon Yasmin meskipun nantinya dirinya harus dimarahin Yasmine karena spam telepon. Dan tak selang beberapa menit akhirnya telepon rere pun diangkat oleh Yasmin. "Ha lo apa lagi sih! Ganggu gue tidur aja sih lo! Lagian kalau mau bilang sesuatu kenapa nggak dari tadi sekalian aja sih," Tutur Yasmine Mereka kesal karena sedari tadi tidurnya terganggu terus. "Iya maaf kalau semisal gue spam telepon Lo, Gue cuman mau ngasih tahu kalau semisal gue dan Jennifer sudah melaksanakan tugas yang lo diberikan tadi, kita berdua tadi ngunciin kayla di kamar mandi Sampai akhirnya dia masuk ke UKS, dan kelihatannya juga kondisi kayla saat ini sudah melemah," jelas Rere secara terperinci. "Wow bagus-bagus kalian memang patut diandalkan! Gue juga jadi sedikit lega karena lo pada udah bisa membalaskan dendam gue terhadap kayla, Sebagai bentuk terima kasih sama Lu besok kalau gue udah berangkat ke sekolah gue traktir kalian berdua sepuasnya!" Tutur Yasmine bahagia, karena dendamnya terbalaskan. "Beneran Lo nggak lagi bohong kan? Apa jangan-jangan Lu bicara gini cuman ingin membuat gue jadi senang aja?" Tanya Rere, dia tanya seperti ini karena untuk memastikan jika apa yang dikatakannya Yasmine itu memang benar adanya soalnya biasanya Yasmin suka membohongi mereka. "Iya gue beneran sejak kapan sih gue selalu ingkar janji sama kalian nggak pernah kan! Lagian kalau besok udah berangkat sekolah gue langsung aja kalian ke sini biar kalian bisa makan sepuasnya!" Balas Yasmine meyakinkan. "Iya-iya, ya udah kalau gitu gue tutup teleponnya lu kan mau lanjut tidurnya, toh bentar lagi gue juga mau balik ke kelas, soalnya dari tadi gue dan Jennifer bolos kelas demi menjalankan amanat dari lu!" tukas Rere. "Iyah gue masih ngantuk sekali, lagian Lo dari tadi ganggu Mulu bikin tidur gue gak nyenyak saja!, yaudah bay" ucap Yasmine setelah itu dia mematikan teleponnya. "Gimana? Apa respon Yasmine? Senang kan?" Tanya Jenifer penasaran. "Dia sangat senang sekali dan dia juga bakal traktir kita berdua sepuasnya," balas Rere. "Yes makan gratis ini, Mayan uang jajan gue gak berkurang," ujar Jenifer bahagia. Sedangkan di satu sisi Aska dan teman-temannya masih setia berada di tempat itu memantau Jennifer dan Rere, mereka juga udah berhasil merekam pembicaraan Jennifer dan dari tadi, dan benar saja apa yang Aska pikirkan kalau mereka memang dalang dibalik Kayla terjebak di dalam kamar mandi. Dan kenapa sih mereka gak ada Kapok-kapok nya sama sekali. "Benar dugaan kita kalau memang mereka dalang dibalik ini semua! Oh ya kalian udah berhasil merekam pembicaraan mereka tadi kan!" Tegas Azka. "Udah kok ka, dan Dimas pun juga ikut merekam jadi sebagai cadangan aja kalau semisal mereka mau berbuat curang sama kita, oh ya aku juga masih enggak menyangka sama sekali kalau ini semua ulah mereka padahal waktu itu mereka udah mau dilaporkan sama polisi tapi nggak jadi, bukannya bertobat tapi malah makin menjadi-jadi," balas Roni. "Betul itu, oh iya langkah lo selanjutnya gimana ini? Apa kita berikan rekaman ini kepada kepala sekolah?" Tanya Dimas. "Ntar dulu kita nggak usah langsung lapor ke kepala sekolah gue ingin main-main sama Jennifer dan Rere," balas Azka. "Maksud lo apaan? Main-main gimana?" Tanya Roni yang gak tahu jalan pemikirannya Aska. "Udah pokoknya Lu ikut gue aja nanti lu juga bakal paham kok," balas Azka. Dimas dan Roni pun hanya menganggukkan kepalanya meskipun mereka sebenarnya memang nggak tahu apa maksud perkataan Aska.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN