Bab 56

1547 Kata
Aska pun berjalan menghampiri Jennifer dan Rere yang masih berada di situ kemudian Roni dan Dimas pun mengikuti langkah nya Azka. Setelah sampai di sana tiba-tiba Aska pun bertepuk tangan sontak Rere dan Jennifer pun terkejut dan bingung kenapa mereka ada mereka, apa jangan-jangan sedari tadi mereka menguping pembicaraan antara mereka sama Yasmin. "Bagus-bagus ternyata lo semua dalang dibalik Kayla yang terkunci di kamar mandi, hebat sekali ya ternyata nyali kalian terlalu tinggi! Apa Lu pada nggak ingat waktu kejadian di rumah kosong itu Lo pada menyekap Kayla, dan Lo pada hampir masuk polisi loh! Tapi ayahnya Kayla masih bisa memaafkan perbuatan kalian itu," tegas Azka. "Iya gue pun juga heran sama lu pada bisa-bisanya kalian berbuat seperti itu nggak ada kapok-kapok nya sama sekali! Apa kalian nunggu ditangkap sama polisi atau dikeluarkan dari sekolah ini dulu baru kalian kapok?" Seru Dimas. "Kalau menurut gue lebih baik kita laporkan aja sama kepala sekolah karena ini sudah sangat kelewatan mereka semua nggak ada kata ampun lagi tuh percuma saja kalau kita memaafkan mereka nanti yang ada mereka malah semakin menjadi-jadi makanya tobat tapi malah semakin sesat," tukas Roni yang sudah merasa Gedeg sekali. "Eh tolong jangan laporin gue dong gue kan cuman menjalankan perintah Yasmin saja, dan gue pun juga nggak mau kalau sampai dikeluarkan dari sekolah ini apalagi sampai dilaporkan ke polisi tolong maafin gue dong," balas Jennifer yang sudah sangat takut sekali, apalagi tadi mereka sempat mengancam dirinya ingin dibawa ke kantor polisi ataupun sampai dilaporkan ke kepala sekolah. "Itu bukan urusan gue siapa suruh lo mau diperintah kayak gitu sama Yasmin udah tahu itu salah dan resikonya pun juga bakalan fatal tapi kenapa lu pada malah mau-mau aja disuruh sama Yasmin, emang apa sih yang udah Yasmin berikan sama lu pada sampai-sampai lu pada ngikut yang diperintah Yasmin," tegas Dimas heran. Sementara disitu Rere pun hanya diam di satu sisi sangat takut sekali kalau mereka bertiga sampai melaporkan dirinya ke kepala sekolah bahkan kalau sampai dilaporkan ke kantor polisi dirinya juga nggak ingin kalau harus dipenjara apalagi dirinya melakukan ini hanya karena suruhan Yasmin saja. "Iya sebenarnya gue tadi udah nggak mau tapi karena Rere dan Yasmin yang terus memaksa akhirnya gue mau enggak mau ikutin apa kata mereka kalau nggak nanti yang ada gue malah kena imbas sama mereka," balas Jennifer jujur karena memang benar tadi sebenarnya dia sudah tidak mau melakukan hal itu namun karena ucapan dari tadi membuat dirinya mau tak mau melakukan hal itu. "Eh kok lu jadi nyalahin gue, di sini yang berbuat itu gue sama lu loh bukan gue doang, jadi jangan bertingkah seolah-olah di sini yang salah cuman gue ya dan gue harap lho jangan cari muka di depan mereka," tukas Rere. "Tapi kan memang bener begitu kalau semisal tadi gue udah enggak mau melakukan hal itu gue bilang sama lo kalau gue takut kalau Kayla nanti kenapa-napa dan kita bakal kena imbasnya tapi lu bilang aman soalnya di sana nggak ada di CCTV dan kondisinya juga lagi sepi ya udah gue ikut aja lagian kalau pun gue menolak pasti lo yang ada ngadu sama Yasmin dan gue pun nanti bakal kena imbasnya kan," jelas Jenifer. "Tapi kan lu tadi sama aja tetep ikutan buat ngunciin Kayla di kamar mandi jadi nggak ada alasan lagi dong kalo lo mau ngeles," balas Rere. "Lu berdua kenapa malah pada berantem sih seharusnya disini kita yang marah sana lo berdua ada niatan untuk menyelakai Kayla! Kenapa kalian tidak memikirkan resiko atas perbuatan kalian tadi! Gara-gara lu pada tadi Kayla hampir saja nyawanya tak tertolong karena dia kehabisan oksigen di dalam coba saja tadi gue sama Dimas dan Sarah nggak ke sana pasti mungkin nyawa Kayla saat ini sudah tidak tertolong," tutur Roni. "Dan gue juga heran sama kalian Sebenarnya kalian ini manusia bukan sih kok nggak ada rasa kemanusiaan sama sekali tuh kalian juga sama-sama seorang perempuan harusnya saling mengerti dan bukan malah ingin menjatuhkan satu sama lain dan kalaupun orang tua kalian pada tahu kelakuan kalian selama ini di sekolahan ku yakin orang tua kalian bakal menyesal telah melahirkan anak seperti kalian," tukas Dimas yang sudah sangat geram. Rere pun sebenarnya sudah mengakui dalam hatinya kalau dirinya memang salah karena walau bagaimanapun dia juga ada sisi baiknya juga meskipun terkadang setiap harinya dia selalu berbuat jahat sama orang lain, tapi untuk kali ini dia merasa sangat tidak terima karena Dimas sudah berani membawa orangtuanya untuk permasalahan ini karena dia pun tidak suka kalau orang tuanya sampai dibawa-bawa seperti ini. "Maksud lo apaan bawa-bawa orang tua gue di sini! Mereka tidak ada sangkut-pautnya sama kelakuan gue jadi gue harap dan gue tekan kan sama lo jangan pernah lagi bawa-bawa nama orang tua gue di permasalahan ini karena gue nggak suka," tegas Rere penuh penekaan. "Sebenarnya gue enggak ada maksud untuk bawa-bawa orang tua lo di permasalahan ini karena gue udah merasa gedek sekali sama kalian sifat dan perilaku kalian yang dari dulu tidak pernah berubah dan selalu ingin mencelakai orang lain padahal udah berulang kali kalian itu kena hukuman dan peringatan tapi kalian tidak ada kapoknya sama sekali," tukas Dimas. Rere pun ingin sekali menjawab perkataan Dimas itu namun sebelum dia berhasil mengeluarkan ucapannya terlebih dahulu Jennifer udah berkata. "Udahlah re disini emang kita yang salah kok sebaiknya kita minta maaf aja sama mereka daripada kita kena imbasnya dan malah dilaporkan ke kepala sekolah ataupun sampai ke polisi nanti yang ada kita kena dampaknya lagi tuh sebenarnya ini kan juga bukan niat kita untuk menyelakai Kayla kan kita cuman disuruh dan gue pun juga nggak mau kena imbasnya," tegas Jenifer mencegah agar tidak berulah kembali. "Dengerin apa kata temen lo itu jadi orang jangan banyak ulah Kalau nantinya nggak ingin kena dampaknya sebaiknya kalian berdua nggak usah banyak tingkah lagi tuh kita juga sudah mempunyai bukti rekaman pembicaraan kalian tadi, dan kalau kalian masih nekat gue bisa kasih rekaman ini ke kepala sekolah kalau perlu ke kantor polisi," tegas Azka yang baru saja angkat bicara. Rere yang tadinya sangat emosi mendengar penuturan Aska sontak dia pun terdiam dia kira tadi mereka hanya menguping pembicaraan dia tadi saja tapi ternyata mereka juga merekam nya. "Iya gue mewakili Rere juga mau minta maaf kita mengakui kesalahan kita kok dan gue mohon jangan berikan rekaman suara itu kepada kepala sekolah karena aku nggak mau kena hukuman," tukas Jenifer memohon. "Oke gue bakal turutin apa kata mau lho tapi dengan satu syarat," ujar Azka menantang. "Apaan syarat nya cepat katakan biar kita lakukan persyaratan yang lu itu dan biar lo nggak berikan rekaman suara itu kepada kepala sekolah, nggak mau kalau harus kena hukuman apalagi kalau sampai dikeluarkan dari sekolahan ini," balas Jenifer. "Ka apa sebaiknya kita laporkan mereka saja ke kepala sekolah biar mereka itu mendapatkan hukuman yang setimpal dan jera serta tidak berbuat nekat seperti tadi lagi, soalnya ini sudah kedua kalinya lho mereka hampir membuat Keyla meninggal," tukas Dimas. "Bener tuh apa yang dikatakan sama Dimas apa sebaiknya kita laporkan saja mereka ke kepala sekolah kalau perlu kita laporkan ke polisi sekalian biar mereka itu mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang mereka udah perbuat sama Kayla, soalnya gue udah gede sekali sama mereka itu nggak ada capek-capeknya dan nggak ada kapok-kapok nya sama sekali padahal udah berulang kali mereka kena peringatan dan mendapatkan hukuman tapi mereka masih aja melakukan hal itu," tegas Roni. "Eh jangan gitu dong gue kan udah minta maaf sama kalian lagian gue melakukan hal ini juga bukan murni dari niat hati gue melainkan disuruh sama Yasmin dan kalian tahu sendiri kan Yasmin orangnya gimana kalau dia nggak diturutin pasti nanti dia bakal menyelakai gue," tegas Jenifer. "Udah berapa kali juga gue bilang sama lo kalau kita nggak peduli tuh itu urusan lu juga siapa suruh lo mau berteman sama Yasmin orang seperti dia, kalaupun Kun lo mau berteman sama dia harusnya lo juga udah mau menanggung resiko yang akan terjadi nanti," tukas Dimas. "Udah lu pada diem aja biar gue di sini yang menyelesaikan semuanya karena gue udah ada rencana untuk mereka," jelas Azka. "Rencana apaan ka? Kok lu demen banget sih main rahasia sama kita kalau gini kan kita nggak tahu apa yang sedang lo akan lakuin nanti," ucap Dimas. "Udah lu diem saja bisa nggak sih lagian nanti lo tinggal ngikutin apa yang akan diperbuat sama mereka," seru Azka. Rere dan Jennifer nampaknya kelihatan mereka agak takut dengan Aska karena Aska kan terkenal orangnya yang mungkin dingin dan cuek tapi sekali marah bisa sangat berbahaya bahkan dia pun tidak akan memandang dengan siapa orang yang dihadapinya itu. "Gue mau kalian sekarang ikut gue, nanti kalian minta maaf sama Kayla dan mengakui kesalahan yang sudah kalian lakukan tadi," jelas Azka. "Hah? Yang benar saja nanti kalau Kayla malah sama kita gimana?" Seru Jenifer takut. "Itu derita lo sendiri siapa suruh lo main kunciin kayla di kamar mandi! Kalau kalian nggak mau ya nggak apa-apa biar kita kirim perekam suara ini ke kepala sekolah," balas Azka. "Iya iya gue bakal lakuin apa yang lo katakan tadi tapi jangan kirim rekaman suara tadi ke kepala sekolah gue mohon!" Tegas Jenifer. "Oke! Sekarang kalian berdua ikut gue," tukas Azka lalu dia pun berjalan meninggalkan mereka, setelah itu Rere dan Jennifer pun mau tak mau mengikuti kemana Azka pergi. "Ikutin dia yuk," tukas Dimas dan Roni pun hanya menganggukkan kepalanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN