Sudah tiga minggu lamanya Naja berada di rumah sakit dan selama itu lah Iel selalu menemaninya. Keadaanya kini sudah muali membaik tidak perlu untuk takut lagi. Selama Naja di rumah sakit, Iel selalu menemaninya kemanapun ia pergi, contohnya ketaman rumah sakit, lalu membelikannya gula-gula. Iel yang melihat pancaran kebahagiaan di wajah Naja hatinya menghangat kembali. Sepertinya Naja sudah mulai melupakan puing-puing kejadian yang menyakitkan malam itu. sejauh ini Naja tidak pernah menanyakan hal apa pun mengenai Fahri seolah nama Fahri telah terkubur dalam-dalam. Iel memaklumi itu, biarkan Naja pada sifatnya yang sekarang untuk sementara waktu. “Mas Iel, kok itu kupu-kupunya punya sayap?” tanya Naja disertai ekspresi wajah polosnya. ‘ya allah pertanyaan apa lagi ini?’ Batin Iel menje

