Lima tahun kemudian… Seorang bocah berusia empat tahun tengah bersembunyi di bawah kolong meja. Bocah itu membekap mulutnya sendiri agar kikikan kecil tidak terdengar oleh Mamannya. “Mala, kamu dimana sayang?” Seorang wanita cantik muncul dari balik pintu. Matanya menyusuri seluruh ruangan. Bibirnya terangkat membentuk bulan sabit, ketika melihat bocah mungil dengan kuncir dua tengah bersembunyi di bawah kolong meja. “Mala, Mama capek ahh. Mama nyerah nggak bisa nemuin Mala.” “Mama, Mala cini.” Mala keluar dari persembunyiannya dengan tawa kemenangan, giginya yang ompong membuat sang Mama tertawa. Dia adalah Kamala. bocah yang periang dan sangat hiperaktif. Kehadirannya membuat hidup Naja bagaikan pelangi. Indah dan penuh warna. Walau ia tak tahu dimana ayah biologisnya berada. Sete

