57

3197 Kata

“Bon, bolehkan aku rindu?” Naja mematung di tempatnya, kakinya lemas seketika. Jantugnya terpacu dua kali lebih cepat. Apakah ini mimpi? Kalau iya tolong segera sadarkan! jujur, Naja belum siap untuk ketemu dengan Fahri. “Bon, Mas kembali buat kamu dan Dedek bayi.” Fahri mencoba untuk menggapai perut rata Naja namun Naja langsung menghindar. Hati Fahri sangat sakit ketika melihat Naja mulai menjauh darinya. “Mas mohon, jangan menghindar sayang,” ucapnya sembari terisak. Naja tetap saja menjauh, matanya memanas seketika, “Nggak mungkin,” gumamnya Naja sembari membekap mulutnya sendiri. “Mas minta maaf. maaf telah menghadirkan janin yang tidak berdosa.” “Kenapa Mas harus kembali?” tanya Naja. Dada Fahri kembali berdenyut nyeri, “Apa Mas salah telah kembali?” tanya Fahri sembari tertaw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN