Dor! Dor! Dor Suara tembakan menggema di penjuru ruangan. Sudah hampir satu jam aksi tembak menembak itu. darah segar sudah bercucuran, bau anyir mulai menyeruak diindera penciuman. “Awas ROSE!” Dor! Satu peluru meleset dari sasaran. “Kau tak apa Rose?” Rose menggeleng, “Saya baik-baik aja Tuan, Tuan lengen anda—?” Rose menyentuh lengan Elrad. “Tak apa Rose.” Elrad mencoba menjauhkan tangan Rose. Elrad menyentuh lengannya yang sudah berdarah akibat peluru yang meleset. Prok! Prok! Prok! “Drama yang sungguh memukau!” “Sialan kau Brunch.” Elrad sudah mengangkat tembaknya, namun Rose mencoba untuk mencegahnya. “Tuan jangan,” Bisik Rose. Perlahan Elrad menurunkan tembaknya itu, Elrad menatap sengit Brunch. Ingn rasanya Elrad memenggal kepala Brunch sekarang juga. “Kenapa? Kok tida

