53

1724 Kata

Rose mendobrak pintu kamar mandi itu dengan kencang. Bola matanya membulat sempurna ketika tidak mendapati Naja di dalam sana. Ia mendongak ke atas, fentilasi udaranya jebol. Rose sangat yakin seseorang yang membawa Naja pasti lewat sana. Rose berlari, ia melapor kepada Elrad. Ada perasaan cemas dan takut. Pastilah sang Tuan akan marah padanya karena tidak bisa menjaga sang Adik. “Tuan, Nona Naja hilang.” Rose berkata dengan nafas terengah-engah akibat berlari. “Apa?!” Elrad menggeram marah. Tangannya terkepal hingga buku-buku jarinya memutih. Wajahnya memerah padam dan otot leherrnya mengeras. “Bagaimana kau bisa lalai Rose?” Elrad bertanya dengan raut wajah yang dingin. “Maafkan saya Tuan,” ucap Rose dengan penuh sesal. Entah kenapa saat menemani Naja kekamar mandi ia sangat mengant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN