Bab 12. Memerankan Peran

1119 Kata

"J—janda? ANAK TIGA?!" Mengukir senyum tipis, Ranum mengangguk tenang. Reaksi yang saat ini Sintia tunjukan adalah hal yang dia harapkan. Meski ada rasa sesak yang menjamah hatinya. Tapi di sisi lain, ada kelegaan yang Ranum rasakan. Saat meyakini jika restu yang sempat wanita paruh baya itu beri. Pasti akan kembali ditarik lagi. Mana mungkin Sintia tetap menerimanya? Di saat wanita paruh baya itu memiliki opsi lain dalam memilih sosok calon menantu idaman. Dan Nova akan kembali menjadi urutan teratas. Ranum tak peduli. Jika setelah ini, Damar kembali didesak menerima perjodohan yang sempat Sintia urungkan demi menyetujui pilihan putra semata wayangnya yang ternyata tak sesuai ekspektasi. Walau belum menengok ekspresi pria yang berada di sampingnya. Tapi Ranum sudah bisa merasakan a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN