"Ayah!" Terjangan itu membuat Seno terdorong mundur. Nyaris saja terjengkang, andai tak bisa menyeimbangkan diri. Sembari mengeratkan pelukan pada sosok mungil dalam dekapannya. Seno berdecak jengkel. Tapi tak bisa memuntahkan amarah pada putri sulungnya yang tiba-tiba datang bersama Ranum. "Eh! Aduh ... hati-hati, jangan asal sergap begitu. Cucuku bisa jatuh," teguran keras yang Ratih lontarkan membuat gadis kecil yang masih memeluk kaki Seno mengkeret ketakutan. "Kamila juga cucu Ibu. Apa yang salah dengan gadis kecil yang tengah merindukan ayahnya?" pertanyaan Ranum membuat wanita paruh baya itu beralih menatap sengit kearahnya. Tapi hal tersebut tak memengaruhi Ranum yang berusaha membela tindakan putrinya. Bagaimana pun, apa yang Kamila lakukan, itu sebagai tindakan refleks karena m

