Tidak Menggairahkan

1040 Kata
“Bagaimana kau bisa pergi setelah melihat kaki Istrimu terluka, Sam?!” Samuel yang baru menginjakkan kaki di rumah langsung mendapat teguran dari Dayana, sang ibu. “Mom, sudah. Aku sungguh tidak apa-apa. Ini salahku karena tidak hati-hati membawa gelas. Samuel ada pekerjaan penting, jadi aku yang menyuruhnya untuk segera pergi.” Karangan cerita yang diucap Anna membuat Samuel menganggukkan kepala. Dalam hati dia sedikit lega karena Anna tidak mengadukan kejadian yang sebenarnya. Meski begitu pembelaan Anna tidak membuat rasa kesal Samuel hilang padanya. Dengan segera Samuel merengkuh pinggang Anna. Dari pandangan orang lain mungkin akan terlihat Samuel sedang menunjukan kemesraannya. Tapi, yang sebenarnya Anna rasakan adalah cengkraman kuat di pinggang yang membuat tangannya mengepal menahan untuk tidak meringis kesakitan. “Lain kali lebih berhati-hati, Sayang. Maaf aku terpaksa meninggalkanmu sebentar tadi,” ucap Samuel dengan lembut. Bahkan dia mengecup pelipis Anna di hadapan ibunya. Ucapan dan kecupan lembut Samuel membuat Anna tersentak, meski ia tahu itu hanya sandiwara, Anna tak bisa mengontrol hatinya yang tetap berdebar setiap Samuel melakukannya. Samuel memang selalu bersandiwara menjadi suami yang baik di depan orang lain, terutama orang tuanya. Dan akan kembali kasar ketika mereka hanya berdua. Dayana menarik napas panjang. Dia begitu khawatir saat melihat luka menganga di betis menantunya. Dayana dan William sangat menyayangi Anna. Mereka telah menganggap Anna seperti anak kandung mereka sendiri. “Pastikan Anna tidak terluka lagi, Sam! Dia Istrimu dan lagi tubuh Anna terlalu bagus dan sayang jika terluka. kau harus memperlakukannya sebaik mungkin.” “Tentu, Mom. Aku sangat menyayangi Anna, jadi tidak mungkin aku membiarkan Istriku yang cantik ini terluka.” Terkadang Samuel heran dengan orang tuanya yang begitu menyanjung Anna. Luka sedikit saja dibesar-besarkan. Memang apa bagusnya wanita yang berstatus istrinya itu? Tubuhnya kurus dan selalu memakai pakaian longgar, apanya yang bagus? Wanita itu bahkan tidak pernah berdandan di rumah! Di mata Samuel, Anna tidak ada daya tariknya sama sekali! “Yasudah, Mommy lelah. Mommy ingin istirahat sebentar sebelum kita makan malam.” Samuel mengernyitkan kening tak suka. “Mommy akan menginap disini?” “Ya. Daddy sedang ada urusan bisnis di luar negeri. Mommy hanya tidak suka kesepian di rumah. Mommy akan menginap dua hari disini.” Samuel menelan ludahnya. Itu berarti dia harus bersandiwara lebih lama dan tentunya harus tidur sekamar dengan Anna! “Di rumah Mommy banyak orang, sepi dari mananya?” “Jadi maksudmu Mommy lebih baik di rumah bersama pelayan? Kau tidak suka Mommy di sini?” Samuel menggelengkan kepala. “B-bukan begitu maksudku.” “Sudahlah, kau banyak tanya sekali.” Dayana mengalihkan pandangan pada Anna lalu tersenyum pada menantu kesayangannya itu. “Mommy ke kamar dulu ya, Sayang.” Anna tersenyum dan mengangguk. Menatap punggung ibu mertuanya yang mulai menjauh. Dia merasa beruntung karena Tuhan memberinya mertua yang sangat baik dan penyayang untuk menggantikan kedua orang tuanya yang telah meninggal karena kecelakaan pesawat satu tahun yang lalu. Hari beranjak semakin larut, setelah makan malam bersama. Diam-diam Samuel menyuruh Anna untuk tidur di kamarnya malam itu dan Anna tidak punya pilihan selain mengiyakan perintah suaminya. Setelah itu Samuel berlalu menuju ruang kerja. Ini bukan kali pertama Anna tidur sekamar dengan Samuel. Saat malam pertama, mereka pun tidur di kamar yang sama, meski Samuel tidur di ranjang dan dia tidur di sofa. Menikmati malam pertama yang penuh kedinginan. Dan malam ini kepala Anna mau tak mau memikirkan segala kemungkinan. Mungkinkah malam ini Samuel akan menyentuhnya? Hati kecilnya sedikit berharap, tapi mungkinkah? Kaki Anna bergerak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena terlalu banyak berpikir, Anna sampai lupa membawa baju ganti. Berpikir Samuel masih berada di ruang kerja, Anna keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk. Kakinya melangkah perlahan menuju walk-in closet milik Samuel. Di sana juga terdapat pakaiannya, karena sejak awal Samuel telah mempersiapkan semuanya sangat rapi agar tidak ada yang mencurigai sandiwaranya. Namun, tiba-tiba langkah kaki Anna terhenti, jantungnya berdegup sangat cepat saat ia berpapasan dengan Samuel yang tengah bertelanjang d**a. Pria itu baru menanggalkan kemejanya! “Suka dengan apa yang kau lihat?” Suara dingin Samuel membuat Anna tersadar dan dengan cepat menundukkan kepala. “M-maaf, aku lupa membawa baju ganti ke kamar mandi.” Kedua tangan Anna meremas di kedua sisi handuk. Dia sangat gugup sekarang. Sementara Samuel menyeringai dingin menatap Anna yang tampak gugup melihat kehadirannya. Rasa kesalnya pada Anna hari itu, membuat Samuel berjalan mendekati Anna. Dia ingin memberi sedikit pelajaran pada istri yang tidak diinginkannya itu. Samuel mengangkat dan mencengkram dagu Anna, hingga wajah mereka bertatapan sekarang. Samuel tersenyum remeh saat melihat tubuh Anna bergetar karenanya. Mata Samuel menyapu seluruh tubuh Anna, ternyata tubuh wanita itu tidak buruk juga jika tidak tertutupi pakaian longgar. Jujur, tubuh Anna adalah tubuh proporsional seorang model, hanya saja bagian dadanya memang tidak sebesar milik Zoya. Kulit Anna putih bersih, hingga luka di betisnya sangat mencolok untuk terlihat. Kaki dan lehernya jenjang. Dan tetesan air yang jatuh dari rambut panjangnya membuat wanita itu terlihat lebih menggiurkan. Tapi tentu saja, Samuel tidak akan menyenangkan hati istrinya itu dengan pujian. “Kau tahu, kenapa sampai sekarang aku tidak pernah menyentuhmu?” tanya Samuel dengan nada dingin. “Itu karena tubuhmu sangat kurus dan tidak menarik! Kau sama sekali tidak membuatku bergairah.” Setelah berkata yang menyakiti hati. Samuel melepas kasar cengkeramannya, hingga wajah Anna sedikit berpaling. Mata Anna mulai berkaca-kaca, tentu saja Samuel akan kembali menyakitinya jika mereka hanya berdua. “Aku masih tidak percaya, mengapa orang tuaku menjodohkan aku dengan wanita sepertimu. Sudah tidak menarik, bodoh pula! Kenapa kau tetap bertahan di sini dan menangis dengan bodohnya padahal aku sudah memperlakukanmu dengan sangat buruk. Tidakkah kau sadar? Aku tidak pernah menyukai pernikahan ini, apalagi kau. Aku tidak pernah menginginkanmu, Anna! Aku akan terus menyiksa dan menyakitimu, hingga kau sendiri yang meminta cerai dariku!” tekan Samuel dengan senyum meremehkan. Lagi-lagi Anna hanya bisa membisu. Dia hanya bisa diam setiap Samuel melontarkan kata-kata kasar dan menyakiti hatinya. Memang, dia memang bodoh karena hanya bisa menangis setiap direndahkan oleh suaminya sendiri. Dan lebih bodoh lagi karena dia justru jatuh cinta pada suaminya yang kasar itu. Ya, alasan Anna tetap bertahan menerima semua perlakuan suaminya adalah karena dia mencintai Samuel! “Jangan berharap aku akan menyentuhmu malam ini, bahkan jika kau telanjang di depanku, aku pastikan … itu tidak akan berpengaruh apapun!!”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN