Cinta Tak Bermata 53

1040 Kata

Samuel menyeringai, lidahnya menjilat salah satu ujung bibirnya, tepat di tempat yang terluka karena tinju yang baru saja ia dapatkan. Soni yang sudah gelap mata, menarik pakaian Samuel dan kembali memberi pukulan-pukulan lain yang tak kalah kuat dibanding sebelumnya. Lusi memeluk Soni dari belakang. "Cukup, Son. Udah, tolong, aku mohon. Jangan bertengkar, ini rumah sakit." Kalimat Lusi itu akhirnya menyadarkan Soni, ia melihat ke sekeliling di mana orang-orang sudah berkumpul di sana dan melihatnya dengan tatapan aneh. Serta ada petugas keamanan yang hendak melerai perkelahian itu, untung saja Lusi sudah lebih dulu berhasil menenangkan sang kekasih. Kini, Lusi mengajak Soni untuk pergi dari tempat itu sesegera mungkin, bergegas meninggalkan pria yang memang tak ingin ia temui lagi. Sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN