Soni mempertimbangkan baik-baik masukan temannya itu. Setelah ia berpikir berulang kali, ia sadar kalau segala sesuatu akan lebih baik jika dipikirkan berulang kali, apalagi dirembuk secara bersama-sama. Ia merasa egois, ketika ia meminta Lusi untuk mengubur kembali ide yang ia anggap gila, sementara ia memaksakan keinginannya pada gadis itu. Setelah menyetujui ide Aji untuk membicarakan segala sesuatunya bersama, Soni berniat menjemput kekasihnya. "Kalo gitu, aku jemput Lusi, biar kita rembukan bareng." Aji mencegah. "Jangan sekarang, Son. Kamu istirahat dulu aja sana, biarin Lusi juga istirahat. Kalian sama-sama capek kan? Mending kalian istirahat, terus besok pagi kita baru bahas itu semua." Aji kembali memberi masukan, berharap Soni tak tergesa-gesa dalam setiap keadaan agar tak me

