Senja sudah menampakkan diri, terlihat cantik. Sorot cahayanya masuk, menerobos melalui jendela kaca yang dibingkai warna putih itu membuat kafe milik Soni terasa hangat. Soni dan Lusi duduk di samping pintu masuk, menunggu kedatangan pelangg@n. Ya, hingga senja menggelap, belum ada satu pun pembeli yang masuk ke sana. Kedua sejoli itu hanya membisu, menatap ke luar jendela dengan diiringi lagu yang diputar melalui pengeras suara. Aji yang sebelumnya mandi di lantai atas, kini turun dan bergabung dengan kedua bosnya itu. "Jangan melamun, nggak baik." Aji yang usianya lebih tua dari Soni dan Lusi merasa menjadi kakak bagi kedua orang itu. Lusi tersenyum pada Aji. "Cahaya bagus banget nggak, sih?" "Cantik, dari sini kita bisa lihat jalanan yang rame dan matahari yang mulai terbenam."

