Perasaan Soni tentu saja tak baik. Ini adalah hari pertamanya usahanya dibuka, sejak pagi belum ada satu pun orang yang datang. Hingga sore menjelang, belum ada orang yang mau datang meskipun ia dan Lusi sudah menyediakan slot untuk makan gratis bagi pembeli pertama. Pemuda itu takut usahanya tidak bisa berkembang dan malah merugi, apalagi uang yang ia pakai adalah uang milik ibunya-Widuri. Ia bertekad untuk sukses sehingga bisa mengembalikan modal yang diberikan ibunya. Namun, semangatnya patah karena belum ada satu pun orang datang ke kafenya. Kini, Soni semakin merasa cemas sekaligus kecewa karena pelanggan pertama yang datang ke kafe miliknya adalah sang ayah, orang yang tidak menyetujui usahanya itu. "Mending Papa pulang aja sekarang." Soni langsung mengusir sang ayah. Ia ingin s

