Cinta Tak Bermata 22

1355 Kata

Butuh waktu lebih dari seminggu bagi Soni dan Lusi untuk menyiapkan kafe yang mereka rintis dari nol itu. Berkat bantuan Widuri, keduanya tak perlu bingung mengenai masalah keuangan, ibunda Soni itu menyiapkan sebanyak-banyaknya. Kini, bangunan yang terbengkelai beberapa waktu yang lalu sudah berubah menjadi kafe yang indah dengan mengusung tema modern. Sesuai dengan rencana, lantai pertama digunakan untuk kafe dan lantai kedua digunakan untuk tempat tinggal Soni. Kafe yang dibangun dengan modal dari Widuri itu memiliki koki yang handal, Lusi memilihnya sendiri dengan melakukan wawancara. Ia dan sang kekasih sudah mencoba hasil makanan yang dibuat pria yang kerap dipanggil Aji itu. "Kita mau gratisin semua, yang buat hari ini?" tanya Soni sembari mengunyah makanan. Ia, Lusi dan Aji ten

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN