Ruslan merasa geram mendengar ucapan anak bungsunya itu. Sejak kepergian Soni dari rumah, ia sebenarnya sangat merindukan anaknya itu. Hampir setiap malam itu menunggu kepulangan anaknya, dan setiap bangun tidur, ia berharap sang anak sudah berada di kamarnya untuk menyapanya. Soni adalah anak bungsu, anak yang paling manja, anak yang menerima perhatian lebih banyak darinya. Ruslan berharap lebih pada kekasih Lusi itu, tetapi harapannya harus pupus ketika sang anak memilih pergi dari rumah dari pada menuruti keinginannya. "Papa begini karena sayang sama kamu, papa mau yang terbaik buat kamu, Son." Suara Ruslan terdengar lirih, Soni menyeringai mendengarnya. "Atas dasar apa Papa bilang kalau Lusi bukan yang terbaik buat Soni? Papa udah kenal dia, sejak lama, dia wanita pekerja keras,

