Di tempat lain, ada Lusi yang juga melakukan hal yang sama dengan apa yang kekasihnya lakukan. Bedanya, gadis itu tak berganti pakaian dan masih mengenakan pakaian sebelumnya. Kini, ia berguling ke sana ke sini di atas lantai yang terasa dingin malam itu. Dinginnya angin malam, dinginnya ubin dan dinginnya udara di kamarnya itu tak berhasil membuatnya merasa dingin. Ia bahkan sudah mengatur suhu ruangan kamarnya di suhu terendah, tetapi masih saja ia merasa gerah karena mengingat apa yang sudah terjadi tadi. Semua yang Soni lakukan untuknya berhasil membuatnya susah tidur, terasa begitu romantis dan membekas di hati. "Dulu Mama ngidam apa, sih? Bisa punya anak ganteng dan romantis banget." Lusi kembali berguling ke sana ke mari. Ia merasa senang bukan kepalang malam ini, ia bahkan bernia

