Malam itu, Soni dan Lusi merasa sama-sama bahagia. Keduanya pulang ke rumah setelah larut malam, keduanya hanya makan camilan dan tak makan nasi. Walaupun merasa kurang puas dan masih lapar, Soni tak berani mengajak Lusi makan malam bersama di kafe karena saat itu sudah larut malam. Soni hanya mengantar sang kekasih pulang dan kemudian ia kembali ke kafe. Sesampainya di kafe, Soni mengganti pakaiannya dengan pakaian kasual dan kemudian membaringkan tubuhnya di kasur. Kasur yang sangat berbeda dengan kasur yang ada di kamarnya, rumah orang tuanya. Kasur yang kecil, tak senyaman kasurnya yang sangat lebar dan empuk yang ada di rumah orang tuanya. Tak bisa ia tampik, ia merindukan kasur itu, saat di mana ia merasa lelah dan ingin beristirahat, tentu saja tidur di kasur yang empuk dan lebar b

